Karena itu, Menpora Imam meminta klub-klub peserta dan PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai operator kompetisi, tetap melakukan persiapan. Hanya saja, pihaknya tetap tidak mengakui PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Hal tersebut, disampaikan Menpora Imam usai pertemuan dengan perwakilan klub dan PT LI di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/4).
Kontan, hal tersebut menimbulkan kekecewaan dan penolakan dari para klub QNB League dan PT LI. Bahkan, mereka juga menolak keputusan Menpora Imam Nahrawi yang sebelumnya membekukan PSSI dalam Surat Keputusan pada 17 April.
Tidak hanya itu saja, sebanyak 18 klub yang hadir tersebut menilai jika yang dilakukan Menpora Imam melampaui kewenangan dan sebagai bentuk pembangkangan terhadap negara serta mengingkari kesepakatan yang telah dihasilkan di Komisi X DPR-RI.
Berikut 8 Poin Pernyataan Sikap 18 Klub ISL:
1. Kami adalah klub-klub sepak bola anggota PSSI yang berkompetisi di ISL-QNB League musim 2015 di bawah payung PT Liga Indonesia
2. PSSI adalah satu-satunya induk cabang olahraga sepak bola dengan badan hukum perkumpulan yang diakui sesuai dengan undang-undang
3. Kami hanya patuh dan tunduk kepada keputusan PSSI yang secara sah dipimpin Ketua Umum La Nyalla M. Mattalitti dan Komite Eksekutif hasil KLB PSSI 18 April di Surabaya
4. Keputusan Menpora saudara Imam Nahrawi membekukan PSSI telah nyata-nyata menimbulkan kekacauan, kekisruhan, dan kerusakan sepak bola di Indonesia dan berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa
5. Kami menolak segala bentuk tindakan dan keputusan Menpora saudara Imam Nahrawi yang telah melampaui kewenangan dan melakukan pembangkangan terhadap negara dengan mengingkari kesepakatan yang telah dihasilkan di Komisi X DPR RI dan perintah lisan Wakil Presiden RI tanggal 1 April 2015
6. Kami menolak segala bentuk tindakan dan keputusan Menpora saudara Imam Nahrawi yang telah memanipulasi penerapan peraturan perundangan UU No.3/2005 dan PP No.16/2007
7. Kepada pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia kami minta tidak terjebak dalam upaya manipulatif terhadap peraturan perundangan yang digunakan Menpora saudara Imam Nahrawi
8. Segala dampak kerugian ekonomi dan sosial yang timbul akibat dari keputusan Menpora tersebut menjadi tanggung jawab Menpora saudara Imam Nahrawi. [initial]
Seputar Sepak Bola Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Konflik dengan PSSI, Ini Saran Ferry Paulus Kepada Menpora
Bola Indonesia 28 April 2015, 17:17
-
Kemenpora Bantah Menpora Tinggalkan Pertemuan dengan Klub-Klub QNB League
Bola Indonesia 28 April 2015, 14:14
-
Beri Deadline, Persija Minta Menpora Ganti Kerugian Klub
Bola Indonesia 28 April 2015, 12:47
-
Gresik United Tunggu Instruksi PSSI
Bola Indonesia 28 April 2015, 12:41
-
Persija Ingin Menpora Cabut Pembekuan PSSI
Bola Indonesia 28 April 2015, 12:34
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR