"PSSI sudah menyampaikan sikap, bahwa sesuai dengan statuta, PSSI tidak bisa berhubungan dengan kelompok yang tidak diakui otoritas sepak bola," ujar Halim.
"Sorry we are not in position to negotiate with unrecognized group. This is basic rule under FIFA Statute," sambungnya.
Sebelumnya, banyak kritikan yang diarahkan pada PSSI. Mereka dianggap keras kepala, karena enggan melakukan kompromi dengan KPSI. Padahal, bagi sebagian orang, kompromi ini merupakan jalan untuk menyelesaikan kemelut sepakbola Indonesia.
"Ini bukan soal kekakuan. Ini soal reputasi bahwa Indonesia juga bisa ikuti aturan sepakbola yang berlaku internasional, seperti negara lain. Ini soal bagaimana Indonesia menyelesaikan situasi dan dilihat negara anggota FIFA yang lain," tandas pria yang karib disapa Gus Iim ini. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Kukuhkan Sanksi Klub Dan Pemain Melalui Rapat Exco
Tim Nasional 28 Januari 2013, 20:49
-
La Nyalla Tak Hadiri Rapat Exco PSSI
Bola Indonesia 28 Januari 2013, 20:02
-
'PSSI Telah Dapatkan Komitmen News Corp'
Bola Indonesia 28 Januari 2013, 19:25
-
Patuhi Statuta, PSSI Enggan Kompromi Lagi Dengan KPSI
Bola Indonesia 28 Januari 2013, 15:05
-
Lilik Suharyanto Resmi Jadi Ketua Pengprov PSSI Jatim
Bola Indonesia 27 Januari 2013, 19:47
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Como vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 13 April 2026, 07:53
-
6 Menit Hancurkan Chelsea, 6 Poin Kini Jarak Manchester City dan Arsenal
Liga Inggris 13 April 2026, 06:05
-
Apa Kata Liam Rosenior Usai Chelsea Dihancurkan Man City di Stamford Bridge?
Liga Inggris 13 April 2026, 05:48
-
Man City Permalukan Chelsea, Rosenior Soroti Penyakit Lama The Blues
Liga Inggris 13 April 2026, 05:40
-
Man of the Match Chelsea vs Man City: Marc Guehi
Liga Inggris 13 April 2026, 01:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45






















KOMENTAR