Bola.net - - Pelatih Persela Lamongan, Herry Kiswanto mengambil banyak pelajaran atas kekalahan yang terjadi di Stadion Surajaya, Lamongan. Ia menilai timnya harus introspeksi diri dan berbenah, tentunya mereka harus bangkit.
Bagi pelatih yang akrab disapa Herkis tersebut, kekalahan yang terjadi di kandang harus direspon dengan baik. Mereka sudah dua kali harus tertunduk di depan pendukungnya setelah bernasib sama saat menjamu Bali United.
"Kita sudah dua kali kalah di kandang. Kita harus introspeksi dan untuk memperbaiki, kita harus bangkit," ungkap Herkis.
Herkis melihat ada beberapa pemain yang tampil kurang greget, bahkan berbeda jauh dari pertandingan sebelumnya saat mereka meraih hasil positif. "Anak anak rata-rata semuanya kurang di pertandingan ini," imbuh Herkis.
Ia mencontohkan gelandang asal Jepang, Kosuke Yamazaki Uchida yang tampil kurang tenang alias tergesa-gesa dalam pertandingan ini. Padahal biasanya ia selalu menang dalam perebutan bola dengan pemain-pemain lawan.
"Saya paham di situ ingin membalas tapi momennya tergesa gesa, tentunya ini perbaikan bagi semuanya," tegasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Seorang Fotografer Jadi Korban Pelemparan Suporter Persela
Bola Indonesia 15 Juni 2017, 07:14
-
Persela Petik Pelajaran Berharga Usai Dikalahkan Persipura
Bola Indonesia 15 Juni 2017, 04:54
-
Herkis Ungkap Penyebab Kekalahan Persela dari Persipura
Bola Indonesia 15 Juni 2017, 04:13
-
Ini Cara Caretaker Persipura Hentikan Tren Kartu Merah
Bola Indonesia 15 Juni 2017, 03:17
-
Inilah Resep Persipura Bisa Jungkalkan Persela di Lamongan
Bola Indonesia 15 Juni 2017, 00:55
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR