PSIM vs PSM Makassar: Menanti Ledakan Savio Sheva di Stadion Sultan Agung

PSIM vs PSM Makassar: Menanti Ledakan Savio Sheva di Stadion Sultan Agung
Pemain PSIM Yogyakarta, Savio Sheva. (c) dok.Ileague.id

Bola.net - PSIM Yogyakarta tengah memikul beban taktik yang berat jelang laga lanjutan BRI Super League, Jumat (10/4/2026) hari ini. Skuad Laskar Mataram diwajibkan meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar demi memperbaiki posisi di klasemen Liga 1.

Penampilan mereka belakangan ini menunjukkan grafik penurunan yang sangat signifikan. Kemenangan menjadi sebuah kemewahan yang sangat langka dalam sembilan pertandingan terakhir. Hal ini jelas menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi jajaran pelatih di sisa musim kompetisi.

Duel krusial penentu nasib ini akan dilangsungkan di Stadion Sultan Agung, Bantul. Pertarungan di atas lapangan hijau pada Jumat sore tersebut dipastikan berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi.

Gelandang muda Savio Sheva diproyeksikan menjadi motor penggerak utama serangan Laskar Mataram. Pemain bernomor delapan ini memiliki visi bermain yang dibutuhkan untuk memecah kebuntuan. Ia bertekad tampil habis-habisan jika kembali dipercaya turun merumput sejak menit awal pertandingan.

1 dari 3 halaman

Harga Mati Sebuah Kemenangan

Secara taktis, kekalahan dari Dewa United pekan lalu sukses membuka celah kelemahan. Transisi permainan skuad asuhan Van Gastel kerap kali tersendat saat mendapat tekanan tinggi dari lawan.

Evaluasi menyeluruh terus dilakukan demi mematangkan skema permainan melawan tim Juku Eja. Para penggawa Laskar Mataram menyadari betapa krusialnya raihan poin sempurna di kandang. Tidak ada opsi lain selain mengambil inisiatif serangan sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit.

"Untuk persiapannya, semua pemain sudah siap menghadapi pertandingan nanti," tegas Savio Sheva.

"Karena kita tahu di pertandingan terakhir kemarin, kita kehilangan poin, jadi bagaimanapun tiga poin adalah harga mati," tambahnya.

2 dari 3 halaman

PSIM Harus Punya Mental Pemenang

Kehadiran sosok Sheva di sektor gelandang tengah PSIM kini menjadi sangat vital. Determinasi tingginya terbukti dari catatan bermain penuh selama sembilan puluh menit di tiga laga terakhir.

Kepercayaan pelatih asal Belanda tersebut mampu dijawab tuntas melalui performa yang sangat impresif. Ia telah membukukan dua puluh enam penampilan sepanjang bergulirnya musim ini. Kontribusi agresivitasnya juga cukup baik lewat torehan koleksi dua gol ke gawang musuh.

"Mau main dari babak pertama atau babak kedua, saya harus tampil maksimal," ucap gelandang berbakat tersebut.

Mentalitas pantang menyerah sang gelandang muda ini tentu layak mendapatkan apresiasi tinggi. Ia terlihat sangat menikmati perannya tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi besar publik sepak bola Yogyakarta.

3 dari 3 halaman

Disiplin Ekstra di Tengah Ancaman Klasemen

Kebugaran fisik menjadi fondasi utama di balik konsistensi performa apik sang pemain. Ia memiliki kesadaran profesional tinggi untuk terus menempa diri di luar porsi latihan reguler tim.

Persaingan memperebutkan posisi aman di papan tengah klasemen sementara memang berlangsung sangat brutal. PSIM kini tertahan di peringkat delapan dengan tiga puluh delapan poin. Posisi mereka sangat rawan digusur oleh pergerakan Dewa United dan Bali United dari papan bawah.

"Tentu ada tambahan di luar latihan PSIM, saya tambah latihan di gym," ungkap pemain kelahiran Yogyakarta tersebut.

Catatan satu kemenangan dari sembilan laga jelas menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas tim tuan rumah. Mereka wajib mengulangi performa apik seperti saat menumbangkan skuad PSBS Biak.

Pertarungan adu taktik di Stadion Sultan Agung nanti diprediksi akan berjalan dengan ritme yang sangat cepat. Dukungan moril dari para pendukung setia diharapkan mampu membakar semangat penggawa Laskar Mataram di lapangan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL