Laga tersebut, dimenangkan PSS Sleman dengan skor 3-2, akibat PSIS melakukan tiga gol bunuh diri.
Ironisnya, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi, mengaku jika pihaknya tidak melakukan pengaturan skor atau sengaja menghindari lawan pada babak semifinal Divisi Utama.
"Kami justru yang menjadi korban dari rencana kotor yang dilakukan PSS Sleman. Kami kaget ketika melihat mereka (PSS) melakukan dua gol bunuh diri dalam waktu yang sangat berdekatan. Merasa bakal menjadi korban rencana kotor, anak-anak pun spontan melakukan hal yang sama," ujar Yoyok.
"Kalau kami berniat menghindari lawan pada babak semifinal, tentnya akan menginstruksikan timnya untuk tidak berangkat ke Sleman dan memilih kalah WO. Tetapi kami justru masih ingin menjunjung tinggi sportivitas," imbuhnya.
Dalam pertandingan tersebut, kedua tim tidak berniat menyerang lawan. Mereka hanya mengutak-atik bola di tengah lapangan. Bahkan sesekali, mereka melakukan back pass ke penjaga gawang. Padahal, lawan sama sekali tidak melakukan tekanan
Kejanggalan mulai terlihat ketika laga memasuki 10 menit terakhir waktu normal. Hal tersebut, setelah kedua tim sama-sama mengetahui jika Borneo FC menjadi runner up grup P.
Aksi konyol pertama kali dilakukan oleh pihak PSS. Pemain mereka, Hermawan Jati mencetak gol ke gawang sendiri pada menit ke-86. Anehnya, kiper PSS tidak merespon bola yang menghampiri gawangnya tersebut.
Semenit kemudian, terjadi aksi yang lebih parah lagi. Gelandang bertahan PSS, Agus Setiawan melakukan tendangan lambung dari sisi kanan pertahanannya sendiri. Bola pun masuk dengan mulus ke gawang Riyono yang memberikan keunggulan 2-0 untuk PSIS.
Namun, PSIS yang juga enggan bertemu Borneo FC, juga melakukan hal serupa. Pada menit ke-88, penyerang PSIS Fadli Manan membuat gol ke gawang Catur Adi Nugroho.
Kemudian, disusul dua bunuh diri Komaedi pada masa injury time untuk membuat skor menjadi 2-3 untuk kemenangan PSS. (esa/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manajemen Arema Mengapresiasi Kebijakan PT LI
Bola Indonesia 28 Oktober 2014, 23:56
-
PSIS Sebut Menjadi Korban Dari Rencana Kotor PSS Sleman
Bola Indonesia 28 Oktober 2014, 23:46
-
RD Sanjung PBR Sebagai Tim Solid
Bola Indonesia 25 Oktober 2014, 11:22
-
Lawan PBR, Persebaya Tak Ubah Komposisi Pemain
Bola Indonesia 25 Oktober 2014, 11:11
-
Badai Cedera Persebaya, Baru Fandi yang Fit
Bola Indonesia 25 Oktober 2014, 10:55
LATEST UPDATE
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR