2 Laga, 4 Keputusan Kontroversial: AC Milan vs Wasit Liga Italia

2 Laga, 4 Keputusan Kontroversial: AC Milan vs Wasit Liga Italia
Starting XI AC Milan saat melawan Parma di lanjutan Serie A 2025-2026. (c) dok.ACMilan

Bola.net - AC Milan merasa dirugikan. Dalam dua laga terakhir Serie A, Rossoneri menilai ada empat keputusan wasit yang merugikan mereka. Dan amarah itu kini mengarah ke Asosiasi Wasit Italia (AIA).

Kekecewaan tersebut muncul di tengah momen krusial musim ini. Milan memang masih duduk di peringkat kedua, tetapi jarak 10 poin dari pemuncak klasemen Liga Italia, Inter Milan, membuat setiap detail pertandingan terasa menentukan.

Puncak frustrasi terjadi saat mereka tumbang 0-1 dari Parma akhir pekan lalu. Kekalahan itu menjadi yang pertama di liga sejak pekan pembuka musim 2025-26.

Sebelumnya, manajemen Milan sudah menghubungi Associazione Italiana Arbitri (AIA) untuk menyuarakan keberatan atas sejumlah keputusan. Namun menurut La Gazzetta dello Sport, mereka memilih tidak melayangkan komplain resmi usai laga kontra Parma.

Meski begitu, bara kekecewaan belum padam.

1 dari 3 halaman

Insiden Loftus-Cheek dan Benturan yang Berujung Operasi

Pemain AC Milan, Ruben Loftus-Cheek (kiri), berebut bola dengan pemain Parm, Emanuele Valeri, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Pemain AC Milan, Ruben Loftus-Cheek (kiri), berebut bola dengan pemain Parm, Emanuele Valeri, dalam pertandingan Serie A, Senin (23/2/2025) dini hari WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Salah satu momen yang paling menyakitkan bagi Milan terjadi saat benturan keras di kotak penalti. Kiper Parma, Edoardo Corvi, terlibat tabrakan yang membuat Ruben Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan.

Dalam tayangan ulang terlihat Corvi tidak berhasil menjangkau bola, yang lebih dulu disundul bek Emmanuele Valeri, namun kontak kerasnya menghantam Loftus-Cheek secara jelas. Gelandang Inggris itu kehilangan beberapa gigi dan mengalami patah tulang alveolar, meski kini sudah keluar dari rumah sakit setelah menjalani operasi rahang.

Bagi Milan, tak adanya hukuman untuk Corvi menjadi keputusan yang sulit diterima.

2 dari 3 halaman

Gol Troilo dan Kontroversi VAR

Selebrasi Mariano Troilo di laga AC Milan vs Parma, Senin (23/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Selebrasi Mariano Troilo di laga AC Milan vs Parma, Senin (23/02/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Kemarahan Milan bertambah pada menit ke-80. Gol Mariano Troilo sempat dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap Davide Bartesaghi di area pertahanan Milan.

Namun situasi berubah setelah wasit Marco Piccinini dipanggil meninjau VAR. Keputusan awal dibatalkan, gol disahkan, dan Parma unggul 1-0 dengan 10 menit tersisa.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, keputusan awal Piccinini sebenarnya tidak termasuk kategori kesalahan yang jelas dan nyata. Artinya, insiden tersebut dinilai tak semestinya masuk ruang intervensi VAR.

Bagi Rossoneri, momen itu menjadi titik balik yang merenggut poin penting.

3 dari 3 halaman

Luka Lama Saat Imbang Lawan Como

Pemain AC Milan sebelum kickoff melawan Parma di lanjutan Serie A 2025-2026. (c) dok.ACMilan

Pemain AC Milan sebelum kickoff melawan Parma di lanjutan Serie A 2025-2026. (c) dok.ACMilan

Rasa dirugikan Milan rupanya tidak hanya muncul di laga kontra Parma. Dalam hasil imbang 1-1 melawan Como 1907, mereka juga menilai dua insiden besar luput dari perhatian.

Milan merasa pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir keluar lapangan karena mengganggu Alexis Saelemaekers saat pertandingan berlangsung. Insiden itu dianggap sebagai intervensi langsung terhadap permainan aktif.

Tak berhenti di sana, tekel keras Ignace Van der Brempt terhadap Strahinja Pavlovic juga dipersoalkan. Pavlovic sampai mengalami cedera, sementara Van der Brempt lolos tanpa kartu merah.

Empat keputusan. Dua pertandingan. Dan Milan kini harus mengejar defisit poin yang makin melebar sambil memendam rasa tak puas terhadap kepemimpinan wasit.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL