
Bola.net - PSM Makassar menilai penyelenggara IPL tidak adil saat menghadapi Perseman Manokwari di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (26/2/2013). Pada laga perdananya di kompetisi IPL itu, PSM kalah 0-1.
Hal itu merujuk pada larangan Cristian Febre bertanding karena ITC-nya belum disahkan. Anehnya, larangan tersebut diberitahukan 25 menit jelang laga.
PSM malah menuding penyelenggara membiarkan stopper Perseman asal Bulgaria, Staneslav Zhekov, tampil padahal ITC-nya juga masih bermasalah. Malahan, nama Zhekov dimasukkan dalam line up, sekitar 25 menit sebelum kick off.
“Ini sangat membingungkan, sebelumnya tidak ada nama Staneslav Zhekov dalam list mereka. Tapi, saat kami sudah pemanasan menunggu kick off, mereka langsung mengganti daftar pemain,” kata pelatih Petar Segrt.
“Yang jelas melanggar regulasi, di mana Perseman awalnya memasukkan nama John Patikawa di list pemain inti. Kemudian digantikan dengan Staneslav Zhekov yang ITC-nya pun ternyata belum beres,” tambah Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina.
Menanggapi tudingan itu, pelatih Perseman Manokwari, Arcan Iurie, angkat bicara. Ia membantah jika ITC Staneslav Zhekov bermasalah. Ia juga membantah Perseman telah melanggar aturan lantaran mengikutkan pemain ber-ITC bermasalah.
Arcan mengatakan bahwa ITC Staneslav sebenarnya sudah ada, hanya terlambat diterima karena masalah administrasi dari klub lama, Pelita Jaya. “Itu masalahnya, tetapi kita sudah ada kok,” ujarnya.
Petar mengatakan jika apa yang disampaikan Perseman tidak benar. “Karena dari Pelita, Zhekov sempat tidak memiliki klub lagi, ada yang tidak beres kali ini,” katanya. (nda/dzi)
Hal itu merujuk pada larangan Cristian Febre bertanding karena ITC-nya belum disahkan. Anehnya, larangan tersebut diberitahukan 25 menit jelang laga.
PSM malah menuding penyelenggara membiarkan stopper Perseman asal Bulgaria, Staneslav Zhekov, tampil padahal ITC-nya juga masih bermasalah. Malahan, nama Zhekov dimasukkan dalam line up, sekitar 25 menit sebelum kick off.
“Ini sangat membingungkan, sebelumnya tidak ada nama Staneslav Zhekov dalam list mereka. Tapi, saat kami sudah pemanasan menunggu kick off, mereka langsung mengganti daftar pemain,” kata pelatih Petar Segrt.
“Yang jelas melanggar regulasi, di mana Perseman awalnya memasukkan nama John Patikawa di list pemain inti. Kemudian digantikan dengan Staneslav Zhekov yang ITC-nya pun ternyata belum beres,” tambah Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina.
Menanggapi tudingan itu, pelatih Perseman Manokwari, Arcan Iurie, angkat bicara. Ia membantah jika ITC Staneslav Zhekov bermasalah. Ia juga membantah Perseman telah melanggar aturan lantaran mengikutkan pemain ber-ITC bermasalah.
Arcan mengatakan bahwa ITC Staneslav sebenarnya sudah ada, hanya terlambat diterima karena masalah administrasi dari klub lama, Pelita Jaya. “Itu masalahnya, tetapi kita sudah ada kok,” ujarnya.
Petar mengatakan jika apa yang disampaikan Perseman tidak benar. “Karena dari Pelita, Zhekov sempat tidak memiliki klub lagi, ada yang tidak beres kali ini,” katanya. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSM Tuding ITC Zhekov Juga Bermasalah, Ini Jawaban Perseman
Bola Indonesia 27 Februari 2013, 21:25
-
Ngurah Berharap Bisa Tampil Lawan Persibo
Bola Indonesia 27 Februari 2013, 20:28
-
LPIS Sudah Verifikasi Gelora Bangkalan Untuk Persebaya
Bola Indonesia 27 Februari 2013, 11:08
-
Satu Asing dan Satu Lokal Persebaya Masih Belum Sah
Bola Indonesia 27 Februari 2013, 10:17
-
Perseman Tanpa Pemain U-21, PSM Layangkan Surat Protes
Bola Indonesia 26 Februari 2013, 22:19
LATEST UPDATE
-
Bayern Munchen Ikhlaskan Bintang Mereka Gabung Manchester United?
Liga Inggris 4 April 2026, 20:00
-
Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
Liga Inggris 4 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR