Bola.net - Ambisi Persebaya untuk lolos ke semifinal SCM Cup 2015 harus tertunda. Sebab anak asuh Ibnu Grahan hanya bermain imbang 1-1 saat berjumpa Persija Jakarta, Senin (19/1) sore di Stadion H Agus Salim, Padang.
Persija unggul lebih dulu lewat tendangan voli Ambrizal pada menit ke-73. Sedangkan gol balasan Persebaya tercipta pada menit ke-87 melalui eksekusi penalti Otavio Dutra.
Kedua tim bermain melempem sejak menit pertama. Bukan hanya mandul, mereka juga memainkan tempo lamban dan membosankan. Striker seleksi Persebaya, Fabrice Do Marcolino membuang peluang emas yang ia peroleh pada saat menerima crossing dari Siswanto pada menit ke-14.
Setelah peluang penyerang berbadan tambun ini, praktis Persebaya tak banyak mendapatkan kesempatan lagi. Selain itu, bola juga lebih banyak bergulir di tengah lapangan. Pelatih Ibnu Grahan mencoba melakukan perombakan.
Ibnu menurunkan Agung Supriyanto menggantikan Do Marcolino pada menit ke-36. Pada penghujung babak pertama, Agung sudah mengancam gawang mantan timnya. Sayang sundulan Agung yang memanfaatkan crossing Fauzan Jamal, berhasil diamankan kiper Andritany.
Memasuki babak kedua, Persija menurunkan tiga pemain sekaligus, yakni Yevgeni Kabayev, Stefano Lilipaly dan Novri Setiawan. Sedangkan Persebaya menarik Siswanto dan memasang Fandi Eko Utomo. Hanya saja pergantian ini tak memberikan banyak pengaruh.
Meski sudah menurunkan penyerang dan gelandang, justru Ambrizal yang merupakan bek tengah lah yang menjebol gawang Jandri Pitoy di menit ke-73. Bermula dari kemelut di muka gawang Persebaya, tendangan voli eks Ambrizal membuat Persija unggul 1-0.
Segala upaya Persebaya untuk mencetak gol belum membuahkan hasil. Sampai akhirnya wasit memberikan hadiah penalti setelah Andritany menjatuhkan Fandi Eko di kotak terlarang. Eksekusi Otavio Dutra berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-87. Skor 1-1 mengakhiri laga ini. (faw/pra)
Persija unggul lebih dulu lewat tendangan voli Ambrizal pada menit ke-73. Sedangkan gol balasan Persebaya tercipta pada menit ke-87 melalui eksekusi penalti Otavio Dutra.
Kedua tim bermain melempem sejak menit pertama. Bukan hanya mandul, mereka juga memainkan tempo lamban dan membosankan. Striker seleksi Persebaya, Fabrice Do Marcolino membuang peluang emas yang ia peroleh pada saat menerima crossing dari Siswanto pada menit ke-14.
Setelah peluang penyerang berbadan tambun ini, praktis Persebaya tak banyak mendapatkan kesempatan lagi. Selain itu, bola juga lebih banyak bergulir di tengah lapangan. Pelatih Ibnu Grahan mencoba melakukan perombakan.
Ibnu menurunkan Agung Supriyanto menggantikan Do Marcolino pada menit ke-36. Pada penghujung babak pertama, Agung sudah mengancam gawang mantan timnya. Sayang sundulan Agung yang memanfaatkan crossing Fauzan Jamal, berhasil diamankan kiper Andritany.
Memasuki babak kedua, Persija menurunkan tiga pemain sekaligus, yakni Yevgeni Kabayev, Stefano Lilipaly dan Novri Setiawan. Sedangkan Persebaya menarik Siswanto dan memasang Fandi Eko Utomo. Hanya saja pergantian ini tak memberikan banyak pengaruh.
Meski sudah menurunkan penyerang dan gelandang, justru Ambrizal yang merupakan bek tengah lah yang menjebol gawang Jandri Pitoy di menit ke-73. Bermula dari kemelut di muka gawang Persebaya, tendangan voli eks Ambrizal membuat Persija unggul 1-0.
Segala upaya Persebaya untuk mencetak gol belum membuahkan hasil. Sampai akhirnya wasit memberikan hadiah penalti setelah Andritany menjatuhkan Fandi Eko di kotak terlarang. Eksekusi Otavio Dutra berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-87. Skor 1-1 mengakhiri laga ini. (faw/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Semen Padang Mendapat Peringatan Keras Dari PT LI
Bola Indonesia 19 Januari 2015, 23:45
-
Review: Persebaya dan Persija Hanya Berbagi Angka
Bola Indonesia 19 Januari 2015, 17:41
-
Inilah Line-Up Persebaya vs Persija
Bola Indonesia 19 Januari 2015, 14:56
-
Persebaya Jajal Pemain Seleksi Lagi
Bola Indonesia 18 Januari 2015, 21:35
-
Persebaya Bidik Kemenangan Kedua
Bola Indonesia 18 Januari 2015, 21:27
LATEST UPDATE
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR