Bola.net - CEO PT PSM, Rully Habibie, menyoroti kinerja PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Pasalnya, banyak hal yang diabaikan LPIS selaku operator Indonesian Premier League (IPL).
Salah satu yang dipertanyakan Rully adalah surat protes manajemen PSM Makassar belum ditanggapi sampai saat ini. Padahal, surat tersebut dilayangkan usai lawan Perseman Manokwari, 26 Februari lalu.
Hal lain, LPIS terkesan tidak sepenuh hati menggelar kompetisi musim ini. Bahkan, beberapa regulasi yang sudah disepakati bersama ternyata tidak diterapkan di lapangan. Malahan, LPIS terkesan membiarkan dan seperti menggunakan asas "maklum". Dalam artian kerap masih longgar dalam membuat keputusan.
Contohnya, LPIS membiarkan Persibo Bojonegoro dan Persepar Palangkaraya yang tidak menggelar laga perdana mereka hanya karena alasan belum siap. Padahal, setiap klub harusnya mengikuti setiap jadwal yang sudah diatur.
Kemudian, PSM juga menyoroti kasus ITC saat melawan Perseman Manokwari. Stopper PSM Cristian Febre dilarang tampil karena ITC belum beres padahal sudah mengantongi ITC Clearence yang ditanda tangani Sekjen PSSI. Sementara Perseman memainkan pemain asing Stanislav Zhekov yang ITC-nya juga belum beres.
Itu hanya segelintir benang kusut yang terjadi di kompetisi IPL. Rully berharap agar LPIS bisa bekerja lebih baik dan mengakomodir seluruh klub.
"Paling minimal adalah tertib administrasi dulu. Biar kompetisi kita bisa berjalan dengan baik. Ini bukan untuk kita (PSM) saja, tapi klub lain juga. Suatu saat nanti, klub lain juga akan mengajukan pertanyaan yang sama," ungkap Rully. (nda/dzi)
Salah satu yang dipertanyakan Rully adalah surat protes manajemen PSM Makassar belum ditanggapi sampai saat ini. Padahal, surat tersebut dilayangkan usai lawan Perseman Manokwari, 26 Februari lalu.
Hal lain, LPIS terkesan tidak sepenuh hati menggelar kompetisi musim ini. Bahkan, beberapa regulasi yang sudah disepakati bersama ternyata tidak diterapkan di lapangan. Malahan, LPIS terkesan membiarkan dan seperti menggunakan asas "maklum". Dalam artian kerap masih longgar dalam membuat keputusan.
Contohnya, LPIS membiarkan Persibo Bojonegoro dan Persepar Palangkaraya yang tidak menggelar laga perdana mereka hanya karena alasan belum siap. Padahal, setiap klub harusnya mengikuti setiap jadwal yang sudah diatur.
Kemudian, PSM juga menyoroti kasus ITC saat melawan Perseman Manokwari. Stopper PSM Cristian Febre dilarang tampil karena ITC belum beres padahal sudah mengantongi ITC Clearence yang ditanda tangani Sekjen PSSI. Sementara Perseman memainkan pemain asing Stanislav Zhekov yang ITC-nya juga belum beres.
Itu hanya segelintir benang kusut yang terjadi di kompetisi IPL. Rully berharap agar LPIS bisa bekerja lebih baik dan mengakomodir seluruh klub.
"Paling minimal adalah tertib administrasi dulu. Biar kompetisi kita bisa berjalan dengan baik. Ini bukan untuk kita (PSM) saja, tapi klub lain juga. Suatu saat nanti, klub lain juga akan mengajukan pertanyaan yang sama," ungkap Rully. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rully: LPIS Harusnya Perbaiki Administrasi
Bola Indonesia 14 Maret 2013, 21:40
-
Manajemen PSM Nilai PT LPIS Lamban
Bola Indonesia 14 Maret 2013, 21:00
-
Rully Ogah Tanggapi Isu Pergantian Pelatih PSM
Bola Indonesia 14 Maret 2013, 20:49
-
Cedera Pemain PSM Akibat Pola Makan Tak Terkontrol
Bola Indonesia 14 Maret 2013, 20:00
-
Jeda Panjang, Ibnu Ingin Persebaya Ujicoba
Bola Indonesia 14 Maret 2013, 08:53
LATEST UPDATE
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR