
Bola.net - Penyatuan kompetisi masih menjadi agenda penting bagi PSSI untuk segera dituntaskan. Namun, tak kalah penting lainnya, PSSI akan membahas restrukturisasi kepengurusan melalui rapat Exco PSSI, di kantor PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Menara Energy, SCBD, Jakarta, Senin (01/10).
"Kami ingin lebih profesional. Selain itu, terus melakukan evaluasi mengenai keseluruhan yang sudah kami kerjakan. Sektor-sektor organisasi yang tidak produktif, harus digenjot. Bahkan, dicari pengganti jika diperlukan," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin usai membuka Sekolah Sepakbola (SSB) Bali Devata, di Stadion Ngurah Rai, Bali, Minggu (30/9).
Terkait penggabungan kompetisi, Djohar mengaku butuh proses panjang. Namun, tidak boleh menyerah dalam memperjuangkannya supaya mampu tampil lebih berkualitas.
"Karena itu, kami membutuhkan laporan Joint Committee (JC). Kami juga berupaya mengestimasi anggaran untuk Timnas dari U-12, U-14, U-17, U-22 dan senior. Kami ingin Timnas dapat berprestasi di semua usia," sambungnya.
"Kemudian, kami akan merealisasikan target mencetak pelatih usia dini hingga 1000 dalam satu tahun. Harapannya, hingga 2015 mendatang, Indonesia sedikitnya memiliki 4000 pelatih," tukasnya.
Sementara itu, seiring resmi didirikannya SSB Bali Devata, Djohar berharap banyak muncul pesepak bola handal. Pasalnya, Bali tidak hanya maju dalam hal dunia pariwisata, melainkan juga olahraga.
"Kami tidak hanya mengajarkan sepak bola, melainkan bahasa Inggris. Sepakbola bukanlah sebatas soal cara bermain, melainkan pendidikan," ujar pendiri SSB Bali Devata, Darmawan Anandita. (esa/dzi)
"Kami ingin lebih profesional. Selain itu, terus melakukan evaluasi mengenai keseluruhan yang sudah kami kerjakan. Sektor-sektor organisasi yang tidak produktif, harus digenjot. Bahkan, dicari pengganti jika diperlukan," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin usai membuka Sekolah Sepakbola (SSB) Bali Devata, di Stadion Ngurah Rai, Bali, Minggu (30/9).
Terkait penggabungan kompetisi, Djohar mengaku butuh proses panjang. Namun, tidak boleh menyerah dalam memperjuangkannya supaya mampu tampil lebih berkualitas.
"Karena itu, kami membutuhkan laporan Joint Committee (JC). Kami juga berupaya mengestimasi anggaran untuk Timnas dari U-12, U-14, U-17, U-22 dan senior. Kami ingin Timnas dapat berprestasi di semua usia," sambungnya.
"Kemudian, kami akan merealisasikan target mencetak pelatih usia dini hingga 1000 dalam satu tahun. Harapannya, hingga 2015 mendatang, Indonesia sedikitnya memiliki 4000 pelatih," tukasnya.
Sementara itu, seiring resmi didirikannya SSB Bali Devata, Djohar berharap banyak muncul pesepak bola handal. Pasalnya, Bali tidak hanya maju dalam hal dunia pariwisata, melainkan juga olahraga.
"Kami tidak hanya mengajarkan sepak bola, melainkan bahasa Inggris. Sepakbola bukanlah sebatas soal cara bermain, melainkan pendidikan," ujar pendiri SSB Bali Devata, Darmawan Anandita. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Senin, Rapat Exco Bahas Restrukturisasi PSSI
Bola Indonesia 30 September 2012, 21:30
-
Pantau Timor Leste, PSSI Saksikan Uji Coba di Bali
Tim Nasional 29 September 2012, 17:26
-
Oktober, PSSI Bentuk Skuad Futsal Untuk Piala AFF 2013
Bola Indonesia 27 September 2012, 22:30
-
Djohar: Permainan Timnas Senior Perlu Ditingkatkan
Bola Indonesia 27 September 2012, 18:45
-
Task Force AFC Bakal Pantau Kinerja Joint Committee
Bola Indonesia 26 September 2012, 21:10
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
-
Konflik Dani Carvajal dan Alvaro Arbeloa, Ini Penyebabnya
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:20
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25

























KOMENTAR