Bola.net - Bergabungnya Semen Padang dan Persijap Jepara membuat kuota Indonesia Super League (ISL) diperkirakan akan menjadi 20 klub. Hal ini pun menjadi bahan sindiran CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto.
Semen Padang dan Persijap akhirnya hengkang ke ISL karena LPIS dianggap tidak profesional. Bak gayung bersambut, liga yang dioperatori PT Liga Indonesia (PT LI) itu pun bersedia menerima mereka.
Di temui Bola.net di Gelora 10 Nopember Surabaya kemarin, Minggu (30/9) Widja mengatakan bahwa pihaknya menerima kritikan yang dilayangkan dua klub itu atas performa LPIS yang dianggap belum profesional dalam mengelola Indonesian Premier League (IPL).
"Saya akui memang kami masih jelek daripada saudara tua kami yang sudah beberapa tahun. Jadwal misalnya. Tapi, gimana jadwal nggak berantakan kalau klub kami menyusut terus? Dari 24 ke 17, 17 ke 15 dan terakhir ke 13," terangnya.
Bahkan pria asal Surabaya ini mengakui dalam penyusunan jadwal IPL musim lalu, mereka masih mengikutsertakan Sriwijaya FC sampai akhir musim. "Setiap klub yang ketemu Sriwijaya FC kita anggap dapat bye karena kita belum terima surat pengunduran diri mereka," ungkap Widja.
Meski masih menunggu keputusan sidang Exco PSSI tentang kepastian jumlah klub peserta liga, Widja mencoba kembali mengingatkan ISL. "Selama ini kan teman-teman di ISL selalu mengagungkan Kongres Bali. Nah di sana jelas hanya 18 klub. Kalau sekarang mau 20 klub, ya masyarakat bisa menilai sendiri lah," pungkasnya sambil menyindir. (fjr/mac)
Semen Padang dan Persijap akhirnya hengkang ke ISL karena LPIS dianggap tidak profesional. Bak gayung bersambut, liga yang dioperatori PT Liga Indonesia (PT LI) itu pun bersedia menerima mereka.
Di temui Bola.net di Gelora 10 Nopember Surabaya kemarin, Minggu (30/9) Widja mengatakan bahwa pihaknya menerima kritikan yang dilayangkan dua klub itu atas performa LPIS yang dianggap belum profesional dalam mengelola Indonesian Premier League (IPL).
"Saya akui memang kami masih jelek daripada saudara tua kami yang sudah beberapa tahun. Jadwal misalnya. Tapi, gimana jadwal nggak berantakan kalau klub kami menyusut terus? Dari 24 ke 17, 17 ke 15 dan terakhir ke 13," terangnya.
Bahkan pria asal Surabaya ini mengakui dalam penyusunan jadwal IPL musim lalu, mereka masih mengikutsertakan Sriwijaya FC sampai akhir musim. "Setiap klub yang ketemu Sriwijaya FC kita anggap dapat bye karena kita belum terima surat pengunduran diri mereka," ungkap Widja.
Meski masih menunggu keputusan sidang Exco PSSI tentang kepastian jumlah klub peserta liga, Widja mencoba kembali mengingatkan ISL. "Selama ini kan teman-teman di ISL selalu mengagungkan Kongres Bali. Nah di sana jelas hanya 18 klub. Kalau sekarang mau 20 klub, ya masyarakat bisa menilai sendiri lah," pungkasnya sambil menyindir. (fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klub IPL Wajib Memiliki Keuangan Rp 10 Miliar
Bola Indonesia 1 Oktober 2012, 19:00
-
Siapkan 20 Klub, Widja Ingatkan ISL Pada Kongres Bali
Bola Indonesia 1 Oktober 2012, 09:24
-
Kepindahan Semen Padang dan Persijap Tunggu Restu Exco
Bola Indonesia 1 Oktober 2012, 09:09
-
LPIS Belum Ambil Sikap Terkait Marcio Souza
Bola Indonesia 30 September 2012, 19:45
-
Selain Peringkat, Peserta Kompetisi 2014 Ditentukan Club Licensing
Bola Indonesia 28 September 2012, 21:36
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR