
Bola.net - Semen Padang kini berada diambang degradasi dari BRI Liga 1. Situasi ini mengingatkan kita pada catatan buruk yang mereka alami pada 2019.
Saat ini, tim berjuluk Kabau Sirah itu terjebak di papan bawah klasemen, tepatnya di posisi ke-17 dengan hanya mengoleksi 22 poin. Ancaman degradasi semakin nyata, mengingat sisa pertandingan yang semakin sedikit dan performa tim yang tidak kunjung membaik.
Beberapa faktor menjadi penyebab utama mengapa Semen Padang terpuruk di klasemen. Pertama, performa tim yang tidak konsisten, di mana mereka mengalami serangkaian kekalahan, termasuk kekalahan telak. Kedua, pertahanan Semen Padang menjadi yang terburuk di liga, dengan kebobolan 55 gol dari 28 laga. Ketiga, rekor buruk melawan tim-tim kuat semakin memperparah situasi mereka.
Dengan posisi mereka yang terjepit di zona degradasi, peluang untuk bertahan di BRI Liga 1 semakin kecil. Apalagi, mereka juga memiliki performa kandang yang buruk, yang seharusnya menjadi sumber kekuatan. Jika tidak segera memperbaiki performa, degradasi ke Liga 2 bisa menjadi kenyataan, mengulangi kegagalan mereka pada musim 2019.
Faktor Penyebab Degradasi Semen Padang
Performa buruk Semen Padang menjadi sorotan utama dalam penilaian situasi mereka saat ini. Tim ini menunjukkan inkonsistensi yang mencolok, dan telah menelan banyak kekalahan beruntun. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kepercayaan diri pemain, tetapi juga membuat mereka terjebak dalam tekanan mental yang tinggi.
Selain itu, pertahanan yang rapuh menjadi masalah serius bagi Semen Padang. Tim ini telah kebobolan banyak gol, menjadikannya pertahanan terburuk di liga. Ketidakmampuan untuk mengatasi serangan lawan membuat mereka semakin sulit untuk meraih poin.
Tanpa perbaikan yang signifikan, harapan untuk tetap bertahan di Liga 1 akan semakin menipis bagi Kabau Sirah, Anak asuh Eduardo Almeida harus bangit di sisa enam pertandingan kompetisi.
Performa Kandang yang Mengecewakan
Ironisnya, performa Semen Padang di kandang sendiri juga jauh dari harapan. Seharusnya, bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi motivasi tambahan, namun kenyataannya justru sebaliknya. Seringkali mereka gagal meraih poin penuh di Stadion Gelora Haji Agus Salim.
Dari 14 laga kandang, Semen Padang hanya menang dua kali, terburuk di BRI Liga 1, Sisanya Kabau Sirah menelan tujuh kekalahan dan lima kali seri.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap laga kandang menjadi sangat krusial. Dukungan penuh dari suporter menjadi harapan untuk membangkitkan semangat tim. Namun, jika performa tetap buruk, harapan tersebut bisa sirna.
Semen Padang harus segera memperbaiki strategi permainan dan meningkatkan kerjasama tim untuk menghindari skenario terburuk ini.
Dalam menghadapi ancaman degradasi, Semen Padang harus segera bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya. Jika tidak, mereka akan terpaksa kembali ke Liga 2, mengulangi kesalahan yang sama seperti di musim 2019. Kesempatan untuk memperbaiki diri masih ada, tetapi waktu semakin mendesak.
6 Laga Terakhir Semen Padang di BRI Liga 1 2024/25
Semen Padang Vs PSS Sleman
Persija Jakarta Vs Semen Padang
Semen Padang Vs Madura United
Persebaya Surabaya Vs Semen Padang
Semen Padang Vs Persik Kediri
Arema FC Vs Semen Padang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil PSM Makassar vs Semen Padang: Skor 2-0
Bola Indonesia 10 April 2025, 17:54
-
Prediksi BRI Liga 1: PSM Makassar vs Semen Padang 10 April 2025
Bola Indonesia 10 April 2025, 07:44
-
3 Pemain Dilewati, Assist Indah Ciro Alves di Stadion Haji Agus Salim!
Bola Indonesia 11 Maret 2025, 09:41
-
Hasil BRI Liga 1 2024/2025, Semen Padang vs Persib Bandung: Skor 1-4
Bola Indonesia 10 Maret 2025, 23:11
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR