
Bola.net - Sebuah permintaan dilontarkan Save Our Soccer (SOS) terkait adanya kabar bahwa masih ada sejumlah klub yang menunggak gaji pemain mereka. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini meminta agar klub-klub yang masih menunggak tersebut didegradasikan saja.
Koordinator SOS, Akmal Marhali, meminta kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bertindak tegas kepada klub yang belum menyelesaikan kewajibannya. Klub-klub ini harus melunasi utang gaji terlebih dahulu sebelum kompetisi Liga 2 dimulai.
"Bila belum menyelesaikan tunggakan gaji pemain, jangan izinkan klub tersebut ikut berkompetisi, bahkan, kalau perlu, didegradasi ke kasta terendah, atau bahkan dicoret sebagai anggota PSSI," kata Akmal Marhali.
"Pembiaran sama saja dengan pelanggaran terhadap regulasi. PSSI harus tegas agar kompetisi bisa berjalan dengan kompetitif, sehat, profesional, dan bermartabat," sambungnya.
Sebelumnya, terdengar kabar soal adanya tunggakan gaji sembilan klub peserta Liga 2. Kabarnya, jumlah 139 tunggakan tersebut mencapai lebih dari Rp5 miliar.
PSPS Pekanbaru disebut paling banyak memiliki tunggakan. Mereka memiliki tunggakan gaji terhadap 26 pemain dengan nilai lebih dari Rp1,5 miliar.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Pintu Masuk Match Fixing

Akmal mengatakan, soal tunggakan gaji bukanlah hal sepele. Pasalnya, sambung eks jurnalis olahraga tersebut, dalam AFC Club Licensing Regulation, salah satu dari lima aspek yang mutlak harus dipenuhi klub profesional adalah aspek finansial.
Selain itu, ia menambahkan, kesehatan keuangan klub menjadi syarat yang tidak bisa ditawar. Hal ini bahkan bisa jadi pintu masuk untuk match fixing.
"Krisis keuangan klub akan membuka jalan terjadinya match fixing, bermain dengan bandar judi untuk mendapatkan uang. Ini akan merusak moral sepakbola yang mengedepankan sportivitas dan fairplay," tutur Akmal.
"Jangan sampai Liga 2 jadi lahan basah pengaturan skor," sambungnya.
Tiru Parma

Saking pentingnya urusan keuangan, Akmal mengusulkan agar klub yang keuangannya tak sehat dibangkrutkan. Otoritas sepak bola Indonesia wajib mencontoh ketegasan pengelola Serie A Italia. Pada 2014, klub ternama, AC Parma, didegradasi ke kasta terendah Italia karena dibelit utang.
"Ingat, sebelum kompetisi dimulai klub harus menyertai surat pernyataan bebas utang sebagai syarat verifikasi peserta kompetisi," tukasnya.
"Bila masih berutang, lebih baik dipailitkan saja. Jangan sampai mereka jadi beban saat kompetisi berjalan," Akmal menambahkan.
Pemain Mogok Tiru La Liga

Selain itu, Akmal menyatakan bahwa para pemain pun harus menunjukkan solidaritas dan kekompakannya. Menurutnya, jika sampai jelang kick-off Liga 2 soal utang ini belum tuntas, para pemain harus kompak melakukan aksi mogok sebagai bentuk solidaritas.
Akmal menuturkan bahwa aksi mogok seperti ini pernah dilakukan di La Liga, yakni pada musim 2011/2012 lalu. Waktu itu, kasus tunggakan gaji pemain terjadi di Mallorca dan Hercules. Semua pemain, termasuk megabintang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, melakukan aksi mogok yang dipimpin Asosiasi Pesepakbola Profesional Spanyol (AFE).
"Semua pemain Divisi Primera dan Segunda Division kompak melakukan aksi mogok sebagai bentuk solidaritas kepada sesama rekannya yang gajinya tertunggak," papar Akmal.
"Semua dilakukan demi kebaikan kompetisi dari potensi masuknya tangan jahat para pengatur skor," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Jadi Naturalisasi Pemain untuk Timnas Indonesia atau Tidak?
Tim Nasional 4 September 2023, 22:55
-
SOS Minta Klub Liga 2 yang Masih Tunggak Gaji Pemain Didegradasi
Bola Indonesia 4 September 2023, 13:31
-
Rivalitas The Jakmania dan Viking Kembali Memanas, Bagaimana Respons Exco PSSI?
Bola Indonesia 3 September 2023, 19:55
-
Drawing Piala Dunia U-17 2023 Akan Dilangsungkan Pada 15 September di Swiss
Tim Nasional 1 September 2023, 06:58
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR