Regulasi tersebut yakni, batasan minimal dan maksimal budget sebuah klub untuk membelanjakan pemain dalam satu musim. Untuk peserta ISC A, setiap klub dibatasi anggaran belanja minimal Rp5 miliar dan maksimal Rp10 miliar.
"Tidak boleh di bawah Rp5 miliar agar menjaga nilai kompetitif. Untuk menjaga nilai kompetitif, tidak boleh membawa pemain amatir agar murah," ujar Direktur Utama GTS, Joko Driyono kepada wartawan di Hotel Park Lane, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/2).
Regulasi tersebut sejatinya bukan membebankan klub. Sebab, PT GTS sendiri yang akan memberikan subsidi minimal Rp 5 miliar untuk setiap klub dalam satu musim kompetisi.
"Kami berharap kinerja komersial GTS ini bisa maksimal. Sehingga klub juga berpotensi mendapat uang tambahan melalui rating tv dan peringkat mereka," ungkap Joko. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di ISC, Tunggak Gaji Potong Poin
Bola Indonesia 26 Februari 2016, 22:31
-
Tak Punya Rp5 Milliar, Klub Dilarang Ikut ISC
Bola Indonesia 26 Februari 2016, 22:13
-
Bukan Super Competition Tapi Soccer Championship
Bola Indonesia 26 Februari 2016, 22:04
-
PT Liga Indonesia Tak Lagi Jadi Operator Kompetisi Sepakbola
Bola Indonesia 15 Februari 2016, 22:59
-
Gantikan ISL, Indonesia Super Competition Akan Digelar
Bola Indonesia 16 Januari 2016, 19:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR