Direktur Teknik PBFC, Iwan Setiawan mengungkapkan ada tiga faktor yang membuat timnya kalah. Mantan pelatih Persija Jakarta itu menyebut ketiga faktor tersebut berasal dari kepemimpinan wasit Maulana Nugraha.
"Pertama saat Sultan Samma dilanggar oleh pemain Sriwijaya tapi wasit tidak melihat pelanggaran itu dan Sriwijaya melakukan serangan balik sehingga terjadi gol ke gawang kami," ujar Iwan usai pertandingan.
"Kedua saat Ahmad Hisyam mendapatkan pelanggaran namun wasit membiarkan. Terakhir, ketika awal babak kedua Sultan Samma mendapatkan pelanggaran di dalam kotak penalti tapi wasit tidak kasih penalti," tambahnya.
Keputusan-keputusan tersebut dinilai Iwan sangat merugikan timnya. Bahkan, Iwan menyebut wasit gagal memimpin pertandingan.
"Pertandingan hari ini tidak adil. Kepemimpinan wasit menurut saya sangat jelek," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bola Indonesia 18 Maret 2016, 22:23

-
Bungkam PBFC, Sriwijaya Pimpin Klasemen
Bola Indonesia 18 Maret 2016, 20:41
-
Ini Isi Protes PBFC Pada Wasit di Laga Kontra Sriwijaya
Bola Indonesia 18 Maret 2016, 20:13
-
Sriwijaya FC Akui Kerap Dirugikan Wasit
Bola Indonesia 14 Maret 2016, 20:52
-
Sriwijaya FC Kecewa Kepemimpinan Wasit di PGK
Bola Indonesia 14 Maret 2016, 20:31
LATEST UPDATE
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Marcus Rashford Bakal Stay di MU Pada Awal Musim 2025/2026, Tapi...
Liga Inggris 9 Juli 2026, 17:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR