Bola.net - Manajer Tim PSIS Semarang, Wahyu Winarto, angkat bicara ihwal hukuman berat yang menimpa dirinya dan tim PSIS. Menurutnya, tuduhan Komdis PSSI -yang berujung sanksi berat- itu tak benar.
"Tuduhan Komdis bahwa insiden ini direncanakan sebelumnya tak benar. Kita spontan melakukan ini karena melihat aksi PSS Sleman yang tidak sportif," ujar Liluk, sapaan karib Wahyu, pada Bola.net.
"Tak pernah sekalipun kita rencanakan sebelumnya," sambungnya.
Liluk menambahkan dirinya tak kuasa mencegah timnya mencetak gol bunuh diri. Pasalnya, menyusul gol-gol bunuh diri Sleman, seluruh penggawa PSIS terpancing emosinya.
"Semua berjalan cepat. Selain itu, semua sudah emosi," paparnya.
Sebelumnya, lima gol bunuh diri tercipta pada Babak Delapan Besar Grup 1 Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10). Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-2.
Pada laga tersebut, PSIS sempat unggul dua gol melalui gol-gol bunuh diri Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati. Namun, seolah ogah menang, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS- membalas mencetak tiga gol bunuh diri yang memberi kemenangan pada PSS Sleman. Dua gol bunuh diri PSIS dilakukan Komedi pada menit 90 dan 91. Sebelumnya, pada menit 89, M. Fadli membobol gawang timnya sendiri.
Menyusul insiden tersebut, Kamis (20/11), Komdis PSSI mengumumkan hasil investigasi ihwal sepakbola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman. Dari hasil investigasi mereka, lembaga yang dipimpin Hinca Panjaitan ini menjatuhkan sanksi berat pada kedua tim tersebut.
Lebih lanjut, Liluk juga menampik tengara bahwa timnya memilih kalah untuk menghindari bertemu Pusamania Borneo FC pada Semifinal Divisi Utama. Menurutnya, jika memang ingin menghindari PBFC, mereka akan memilih strategi lain yang tak mencolok.
"Kalau takut, kami nggak akan berangkat ke Sleman. Kami memilih kalah walk over (WO) saja. Kita hanya akan dikurangi tiga poin tapi tetap masuk Semifinal dan nggak ketemu Borneo," tandasnya. (den/dzi)
"Tuduhan Komdis bahwa insiden ini direncanakan sebelumnya tak benar. Kita spontan melakukan ini karena melihat aksi PSS Sleman yang tidak sportif," ujar Liluk, sapaan karib Wahyu, pada Bola.net.
"Tak pernah sekalipun kita rencanakan sebelumnya," sambungnya.
Liluk menambahkan dirinya tak kuasa mencegah timnya mencetak gol bunuh diri. Pasalnya, menyusul gol-gol bunuh diri Sleman, seluruh penggawa PSIS terpancing emosinya.
"Semua berjalan cepat. Selain itu, semua sudah emosi," paparnya.
Sebelumnya, lima gol bunuh diri tercipta pada Babak Delapan Besar Grup 1 Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10). Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-2.
Pada laga tersebut, PSIS sempat unggul dua gol melalui gol-gol bunuh diri Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati. Namun, seolah ogah menang, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS- membalas mencetak tiga gol bunuh diri yang memberi kemenangan pada PSS Sleman. Dua gol bunuh diri PSIS dilakukan Komedi pada menit 90 dan 91. Sebelumnya, pada menit 89, M. Fadli membobol gawang timnya sendiri.
Menyusul insiden tersebut, Kamis (20/11), Komdis PSSI mengumumkan hasil investigasi ihwal sepakbola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman. Dari hasil investigasi mereka, lembaga yang dipimpin Hinca Panjaitan ini menjatuhkan sanksi berat pada kedua tim tersebut.
Lebih lanjut, Liluk juga menampik tengara bahwa timnya memilih kalah untuk menghindari bertemu Pusamania Borneo FC pada Semifinal Divisi Utama. Menurutnya, jika memang ingin menghindari PBFC, mereka akan memilih strategi lain yang tak mencolok.
"Kalau takut, kami nggak akan berangkat ke Sleman. Kami memilih kalah walk over (WO) saja. Kita hanya akan dikurangi tiga poin tapi tetap masuk Semifinal dan nggak ketemu Borneo," tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Tuduhan Komdis PSSI Pada PSIS Tak Benar'
Bola Indonesia 26 November 2014, 19:26
-
Legenda PSIS Sayangkan Mahesa Jenar Terseret Sepakbola Gajah
Bola Indonesia 26 November 2014, 18:53
-
Kisah Julio Alcorse, Pemain Asing Korban Sepakbola Gajah
Bola Indonesia 26 November 2014, 18:20
-
PSGC Ogah Perpanjang Kasus Percobaan Penyuapan Mereka
Bola Indonesia 25 November 2014, 20:07
-
Eduard Ivakdalam Kaget Penampilan Timnya
Bola Indonesia 24 November 2014, 22:17
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR