
Bola.net - Josep Guardiola yakin permainan Manchester City telah menaikkan derajat sepak bola di mata penonton. Sebagai pelatih, tidak ada yang lebih memuaskan daripada mencapai transformasi tersebut.
Ya, sejak ditangani Guardiola, Man City menjelma jadi tim terkuat di tanah Inggris. Permainan Man City jauh lebih unggul dari tim-tim lainnya, yang menjadi penyebab mereka bisa meraih gelar juara dua musim beruntun.
Man City adalah bentuk sempurna tim yang mendominasi permainan. Mulai dari penguasaan bola, jumlah tembakan, jumlah peluang, Man City tampil sempurna. Hanya sedikit tim kuat yang mampu menghentikan mereka.
Teranyar, Man City bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu (17/8/2019). Guardiola yakin laga itu merupakan contoh dominasi timnya. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Permainan Sempurna
Meski ditahan imbang 2-2, Guardiola yakin permainan Man City pada laga melawan Tottenham itu terbilang sempurna. Timnya menciptakan 30 percobaan tembakan dalam satu pertandingan, bentuk dominasi Man City.
"Saya tidak akan memikirkan tentang berapa banyak poin yang kami butuhkan untuk jadi juara, atau apakah Liverpool yang akan jadi juara, atau apakah kami yang jadi juara," buka Guardiola di Sky Sports.
"Saya juga selalu menjadi penonton dan saya lebih dari puas. Hal yang kami cari, sejak hari pertama saya tiba di sini, adalah mencoba bermain seperti yang kami lakukan Sabtu lalu."
Menaikkan Derajat
Lebih lanjut, Guardiola mengaku tidak ingin menjadi pelatih yang hanya sekadar lewat di Man City. Dia ingin membentuk sejarah Man City dan meninggalkan klub tersebut dalam kondisi terbaik.
"Saya kira kami telah menaikkan derajat olahraga ini. Kami menghargai orang-orang yang membayar untuk datang menonton kami dan meliihat bagaimana permainan kami," imbuh Pep.
"Dan, lebih dari itu, saya akan senang - ketika saya mengakhiri periode di sini - jika bisa meninggalkan warisan itu."
"Di musim pertama, khususnya pada dua musim terakhir, kami merupakan tim luar biasa," tutupnya.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Manchester City vs Tottenham, De Bruyne Gagal Paham Dengan Aturan Handball Baru EPL
- Agar MU Sukses, Rashford dan Martial Disarankan Tiru Jejak Sterling
- Kritik Pedas Josep Guardiola: Mungkin VAR Sedang 'Ngopi'
- Man City vs Tottenham, Guardiola: Kami Bermain Luar Biasa
- Man of the Match Manchester City vs Tottenham: Kevin De Bruyne
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Galeri 19 Agustus 2019, 11:28
-
30 Tembakan Hanya Berbuah 2 Gol, Guardiola: Itu yang Kami Cari!
Liga Inggris 19 Agustus 2019, 09:40
-
Terpuruk Sejak Gabung MU, Alexis Sanchez Seharusnya Pilih Man City
Liga Inggris 19 Agustus 2019, 09:20
-
Manchester City vs Tottenham, De Bruyne Gagal Paham Dengan Aturan Handball Baru EPL
Liga Inggris 18 Agustus 2019, 23:49
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR