5 Alasan untuk Percaya Arsenal Bisa Raih Quadruple Musim Ini

5 Alasan untuk Percaya Arsenal Bisa Raih Quadruple Musim Ini
Pemain Arsenal, Kai Havertz (kedua kiri), merayakan gol di akhir pertandingan leg kedua semifinal Caabao Cup kontra Chelsea, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Akhir Januari biasanya menjadi titik penentu arah sebuah musim. Namun, bagi Arsenal, fase ini justru membuka peluang yang jarang terjadi dalam sejarah klub, yaitu kemungkinan meraih quadruple pada musim 2025/26.

The Gunners saat ini memimpin klasemen Premier League, mencatat rekor sempurna di Liga Champions, sudah menjejak satu kaki di final Piala Liga, dan masih bertahan di Piala FA. Kombinasi performa dan situasi kompetisi membuat optimisme itu tidak terdengar berlebihan.

Dengan setengah musim masih tersisa, sejumlah faktor konkret mulai terlihat. Dari kembalinya pemain kunci hingga kondisi para pesaing, ada alasan kuat mengapa Arsenal bisa bermimpi besar musim ini.

1 dari 5 halaman

1. Kembalinya Kai Havertz, Potongan Puzzle yang Hilang

Selebrasi penyerang Arsenal, Kai Havertz bersama William Saliba usai mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Selebrasi penyerang Arsenal, Kai Havertz bersama William Saliba usai mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Performa Arsenal sepanjang musim memang impresif, tetapi ada satu fase di mana lini depan mereka tampak tidak padu. Absennya Kai Havertz membuat struktur serangan The Gunners kehilangan keseimbangan, terutama dalam fase build-up dan pressing.

Viktor Gyokeres sempat menjadi tumpuan, namun kontribusinya belum sepenuhnya konsisten. Kembalinya Havertz memberi dimensi berbeda, bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga penghubung antar lini yang selama ini dibutuhkan.

Mikel Arteta menegaskan pentingnya peran pemain asal Jerman itu. Ia menilai Havertz mampu mengangkat level permainan tim jika digunakan dengan tepat, terutama memasuki paruh kedua musim yang sarat tekanan.

Kehadiran kembali Havertz memberi Arsenal opsi taktis yang lebih fleksibel, sesuatu yang krusial ketika target tidak lagi satu, melainkan empat kompetisi sekaligus.

2 dari 5 halaman

2. Pesaing Utama Tidak Berada di Level Terbaik

Pemain Arsenal Viktor Gyokeres merayakan gol pembuka bagi timnya pada laga fase liga Liga Champions antara Arsenal vs Kairat Almaty di London, Inggris, Rabu, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Pemain Arsenal Viktor Gyokeres merayakan gol pembuka bagi timnya pada laga fase liga Liga Champions antara Arsenal vs Kairat Almaty di London, Inggris, Rabu, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Sebelum musim dimulai, Liverpool dan Manchester City diprediksi menjadi penghalang utama Arsenal dalam perburuan gelar. Namun kenyataannya, kedua klub tersebut belum menunjukkan konsistensi yang sama seperti musim-musim sebelumnya.

Liverpool diproyeksikan menutup musim dengan raihan poin terendah mereka sejak 2010/11. Sementara itu, Manchester City juga berada di jalur yang kemungkinan tidak cukup untuk mempertahankan gelar Premier League.

Di Eropa, situasinya tak jauh berbeda. PSG tidak lagi terlihat dominan seperti saat menjuarai Liga Champions, sementara Real Madrid menjalani musim yang naik-turun.

Bayern Munchen memang masih menjadi ancaman terbesar di kompetisi Eropa, tetapi Arsenal sudah membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan raksasa Jerman tersebut. Ketika banyak klub besar berada dalam fase transisi, konsistensi Arsenal menjadi pembeda.

3 dari 5 halaman

3. Jadwal Kompetisi yang Lebih Bersahabat

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Perburuan quadruple selalu identik dengan jadwal yang melelahkan. Namun Arsenal mendapat keuntungan dari susunan pertandingan yang relatif bersahabat di momen-momen krusial.

Di Piala FA, mereka menghadapi Wigan Athletic di putaran keempat, tim yang tengah berjuang menghindari degradasi di League One. Secara kualitas, Arsenal jelas berada jauh di atas lawannya.

Di Liga Champions, status juara grup memastikan Arsenal selalu memainkan leg kedua fase gugur di kandang. Dengan rekor kandang yang sangat kuat musim ini, keuntungan tersebut tidak bisa diremehkan.

Sementara di Premier League, enam dari sepuluh laga terakhir Arsenal akan menghadapi tim penghuni papan bawah. Ini membuka peluang rotasi tanpa kehilangan momentum, sesuatu yang vital dalam perburuan empat trofi.

4 dari 5 halaman

4. Kedalaman Skuad yang Teruji

Memasuki fase akhir musim, kedalaman skuad sering menjadi faktor penentu. Dalam hal ini, Arsenal termasuk salah satu tim dengan komposisi pemain paling merata di Eropa.

Cedera mendadak Bukayo Saka sebelum laga kontra Leeds United sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun kehadiran Noni Madueke sebagai pelapis membuat situasi tetap terkendali.

Nama-nama seperti Eberechi Eze, Ben White, Gabriel Jesus, dan Gabriel Martinelli juga memberi Arteta banyak pilihan. Meski tidak selalu menjadi starter, mereka siap memberi dampak saat dibutuhkan.

Kondisi ini memungkinkan Arsenal menjaga intensitas permainan di berbagai kompetisi tanpa bergantung pada sebelas pemain yang sama.

5 dari 5 halaman

5. Kekuatan Kolektif, Bukan Satu Superstar

Arsenal kerap dikritik karena dianggap tidak memiliki satu sosok superstar dominan di lini depan. Namun justru di sinilah letak kekuatan utama mereka musim ini.

Berbeda dengan Manchester City yang sangat bergantung pada Erling Haaland, atau Manchester United dengan Bruno Fernandes, Arsenal membangun ancaman dari banyak arah.

Di Premier League saja, sudah ada 13 pencetak gol berbeda. Gyokeres, Leandro Trossard, Saka, Declan Rice, Mikel Merino, hingga Gabriel Magalhaes berkontribusi dalam jumlah gol yang relatif seimbang.

Pendekatan kolektif ini membuat Arsenal lebih tahan terhadap risiko cedera. Kehilangan satu pemain tidak serta-merta merusak keseluruhan sistem, sebuah keunggulan besar dalam perburuan quadruple.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL