Barcelona dan Masalah Penyelesaian Akhir yang Cukup Mengkhawatirkan

Barcelona dan Masalah Penyelesaian Akhir yang Cukup Mengkhawatirkan
Lamine Yamal mencetak gol di laga Albacete vs Barcelona, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Barcelona menjalani musim yang sangat kompetitif di berbagai ajang dengan performa yang stabil dari pekan ke pekan. Barcelona juga menunjukkan mentalitas kuat ketika mampu bangkit setelah tertinggal dalam sejumlah pertandingan penting.

Tim asuhan Hansi Flick telah menjuarai Piala Super Spanyol, melaju ke semifinal Copa del Rey, memimpin klasemen La Liga, serta menembus delapan besar klasemen fase liga Liga Champions. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa proyek Flick berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target klub.

Namun, di balik hasil positif tersebut, terdapat satu aspek permainan yang masih mengganggu pikiran Flick. Masalah itu berkaitan dengan ketajaman tim dalam mengonversi peluang menjadi gol.

1 dari 3 halaman

Kekhawatiran Flick pada Efektivitas Serangan Barcelona

Pemain Barcelona, Roony Bardghji, merayakan gol bersama pelatih Hansi Flick pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pemain Barcelona, Roony Bardghji, merayakan gol bersama pelatih Hansi Flick pada laga semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana antara Barcelona vs Athletic Club, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Flick mengungkapkan perhatiannya usai laga Copa del Rey melawan Albacete yang berlangsung ketat sepanjang pertandingan. Ia menilai timnya menciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir belum maksimal.

“Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami memiliki banyak peluang. Saya bangga dengan tim karena kami bermain setiap tiga hari,” ujar Flick. “Ini adalah laga yang sangat seimbang, tetapi kami harus menyelesaikan peluang dengan lebih baik.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan bukan pada kualitas permainan secara umum, melainkan pada sentuhan terakhir di depan gawang. Flick menilai dominasi tanpa gol yang sepadan berpotensi menjadi masalah besar pada fase krusial musim.

Masalah itu terlihat jelas ketika timnya menang atas Elche di La Liga pada akhir pekan lalu. Barcelona mencatatkan expected goals (xG) sebesar 6,5, tetapi hanya mampu mencetak tiga gol.

2 dari 3 halaman

Data Statistik Mengungkap Ketimpangan Barcelona

Kapten Barcelona, Ronald Araujo setelah mencetak gol ke gawang Albacete di Copa del Rey, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kapten Barcelona, Ronald Araujo setelah mencetak gol ke gawang Albacete di Copa del Rey, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Situasi serupa juga muncul saat menghadapi Real Sociedad bulan lalu. Dalam laga tersebut, xG mencapai 3,6, tetapi hasil akhir justru kekalahan 1-2.

Pada pertandingan melawan Albacete, data menunjukkan xG sebesar 3, tapi kemenangan hanya diraih dengan skor tipis 2-1. Pola ini memperlihatkan bahwa produktivitas gol belum sejalan dengan peluang yang tercipta.

Jika digabungkan dari tiga laga tersebut, seharusnya tercipta sekitar 13 gol berdasarkan perhitungan statistik. Kenyataannya, tim hanya mampu mengonversi enam peluang menjadi gol atau kurang dari setengah angka ideal.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kompetisi Eropa menuntut efektivitas tinggi di setiap kesempatan. Tanpa penyelesaian akhir yang efektif, hasil pertandingan dapat berubah drastis dalam waktu singkat.

Flick memahami bahwa detail kecil seperti ketepatan tembakan akan menentukan keberhasilan di Liga Champions. Ia ingin para pemain lebih tenang dan presisi saat berada di kotak penalti lawan.

Perbaikan pada aspek ini dinilai penting agar performa dominan tidak berakhir dengan risiko kehilangan poin. Barcelona tetap berada di jalur positif musim ini, tetapi konsistensi gol menjadi kunci untuk menjaga ambisi meraih gelar di semua kompetisi.

Sumber: Barca Universal


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL