5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan

5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Ekspresi Michael Carrick dan skuad Manchester United usai mereka menang di kandang Everton (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada Selasa 24 Februari 2026 menjadi lanjutan dari laju positif Manchester United sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih interim. Hasil itu membuat Setan Merah mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga terakhir.

Dalam periode tersebut, United bukan hanya meraih poin penting, tetapi juga menumbangkan lawan-lawan besar seperti Manchester City dan Arsenal. Sebuah pencapaian yang terasa kontras dibanding era pelatih sebelumnya, ketika performa tim kerap naik-turun dan kehilangan arah.

Secara perlahan, United terlihat kembali sebagai tim yang sulit dikalahkan. Bukan dengan dominasi mutlak atau penguasaan bola ekstrem, melainkan melalui pendekatan yang lebih efisien, rapi, dan realistis.

Carrick datang tanpa gembar-gembor revolusi besar. Namun justru pendekatan sederhana itulah yang menghadirkan stabilitas, baik dari sisi taktik maupun suasana ruang ganti.

Enam pertandingan memang bukan sampel panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa laju tak terkalahkan ini lahir dari fondasi yang jelas. Ada beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa Manchester United versi Carrick mampu menjaga konsistensi hasil.

1 dari 5 halaman

1. Struktur Pertahanan Lebih Solid

Skuad Manchester United merayakan gol Benjamin Sesko ke gawang Everton, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Skuad Manchester United merayakan gol Benjamin Sesko ke gawang Everton, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Salah satu perubahan paling terasa sejak Carrick mengambil alih adalah perbaikan signifikan di lini belakang.

MU mampu menjaga clean sheet dalam tiga dari lima pertandingan terakhir, sesuatu yang jarang terlihat di era sebelumnya. Para pemain bertahan kini lebih kompak dalam menjaga blok pertahanan dan saling membantu dalam situasi tanpa bola, mengurangi eksposur terhadap peluang lawan.

Analisis taktik menunjukkan bahwa switching dari sistem yang terlalu kompleks ke bentuk pertahanan yang lebih terorganisir membantu tim menghemat tenaga dan fokus pada solidaritas lini belakang.

2 dari 5 halaman

2. Taktik yang Sederhana tetapi Efektif

Ekspresi Benjamin Sesko usai mencetak gol ke gawang West Ham (c) MUFC Official

Ekspresi Benjamin Sesko usai mencetak gol ke gawang West Ham (c) MUFC Official

Berbeda dari periode Ruben Amorim yang dikenal dengan pendekatan taktik rumit dan formasi tiga bek yang dinilai kurang cocok, Carrick membawa pendekatan yang lebih sederhana dan pragmatis.

Formasi 4-2-3-1 dipaksimalkan dengan penekanan pada keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta kesabaran dalam membangun serangan.

Filosofi ini terlihat efektif khususnya melawan lawan yang taktisnya ketat, dimana MU mampu menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan balik tanpa terburu-buru.

3 dari 5 halaman

3. Peran Gelandang Tengah yang Konsisten

Bryan Mbeumo merayakan golnya ke gawang Tottenham bersama Amad Diallo (c) AP Photo/Jon Super

Bryan Mbeumo merayakan golnya ke gawang Tottenham bersama Amad Diallo (c) AP Photo/Jon Super

Kekuatan di lini tengah menjadi fondasi lain yang membantu MU belum terkalahkan. Carrick memberikan kebebasan serta peran stabil kepada gelandang seperti Casemiro dan Kobbie Mainoo, yang saling melengkapi satu sama lain di area tengah.

Kombinasi mereka tidak hanya membantu pertahanan dari balik bola, tetapi juga memicu serangan tim melalui distribusi bola yang cepat dan tepat.

Perubahan posisi serta peran mereka terbukti memperkuat kontrol permainan saat MU kehilangan bola dan saat membangun serangan.

4 dari 5 halaman

4. Ancaman Serangan Balik dan Penggunaan Pemain Cadangan

Sejak Carrick hadir, MU tampil lebih mematikan dalam serangan balik. Kemenangan atas Manchester City dan Everton misalnya, datang melalui transisi cepat yang dimulai dari pertahanan dan menyerang dengan kecepatan tinggi.

Benjamin Sesko menjadi simbol perubahan ini; sebagai pemain cadangan, ia kerap masuk pada momen tepat dan menghasilkan gol penentu, termasuk gol tunggal kemenangan kontra Everton.

Efektivitas serangan dari bangku cadangan ini menjadi faktor kunci dalam menghasilkan hasil positif.

5 dari 5 halaman

5. Spirit Tim dan Kepercayaan Diri yang Meningkat

Tak hanya taktik di lapangan, aspek psikologis juga memainkan peran penting. Sejak Carrick, para pemain tampil lebih percaya diri dan terkoordinasi.

Banyak pengamat melihat perubahan mentalitas tim dari periode di bawah pelatih sebelumnya, dengan pemain lebih kompak dan berani dalam mengambil inisiatif di situasi krusial.

Mentalitas ini terbukti saat MU bertahan menghadapi tekanan lawan besar dan mampu mengunci kemenangan meskipun dalam laga yang ketat.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL