
Bola.net - Memphis Depay membawa kabar yang ingin didengar para pendukung Timnas Belanda. Setelah berbulan-bulan dibayangi cedera paha yang mengganggu sejak Maret, penyerang berusia 32 tahun itu memastikan dirinya sudah kembali bugar dan siap menyambut Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, kondisi Depay sempat memunculkan banyak tanda tanya. Proses pemulihannya berjalan lebih lama dari perkiraan, bahkan media Brasil sempat memberitakan adanya masalah dalam penanganan cedera yang ia jalani bersama Corinthians. Namun di tengah berbagai spekulasi itu, Depay mengaku tidak pernah kehilangan keyakinan bahwa dirinya akan pulih tepat waktu.
Optimisme tersebut ia sampaikan saat bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Belanda di Zeist. Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi tim yang tengah mematangkan persiapan menuju turnamen terbesar di dunia.
Kini fokus Depay sepenuhnya tertuju pada laga-laga uji coba yang akan datang. Di sanalah ia ingin membuktikan bahwa tubuhnya benar-benar siap untuk kembali memimpin lini depan De Oranje.
Menepis Keraguan dan Isu Salah Penanganan Cedera
Cedera paha yang dialaminya membuat Depay harus melewatkan sejumlah pertandingan penting dalam dua bulan terakhir. Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa tempatnya di skuad Belanda untuk Piala Dunia bisa terancam, apalagi setelah muncul laporan soal dugaan kesalahan penanganan medis selama masa pemulihan di Brasil.
Meski mengakui proses rehabilitasinya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, Depay memilih tidak memperpanjang polemik. Baginya, yang terpenting saat ini adalah hasil akhirnya: ia kembali sehat dan siap bermain.
"Saya paham kenapa pertanyaan itu muncul, tetapi secara pribadi saya tidak pernah ragu bisa pulih. Memang prosesnya lebih lama dari yang seharusnya. Ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai harapan dan saya tidak ingin membahasnya sekarang, tetapi saya selalu yakin semuanya akan baik-baik saja. Lagi pula, cedera ini tidak seserius yang dibayangkan," ujar Depay.
Gemblengan Fisik Ekstrem di Brasil
Tanda-tanda kebangkitan Depay mulai terlihat dalam dua penampilan terakhirnya bersama Corinthians. Ia bermain selama 29 menit sebagai pemain pengganti sebelum mendapat kesempatan tampil 45 menit sebagai starter pada laga berikutnya.
Bagi Depay, menit bermain itu lebih dari sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa tubuhnya kembali mampu menerima intensitas pertandingan kompetitif setelah menjalani masa pemulihan yang panjang.
Menariknya, metode latihan keras yang ia jalani di Brasil justru menjadi salah satu faktor yang membantu mempercepat kebugarannya. Ia merasa fondasi fisiknya kini lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya.
"Saya datang ke sini dalam kondisi fit dan tanpa keluhan apa pun. Itu pertanda yang sangat baik bagi saya. Saya bekerja keras setiap hari untuk mencapainya," katanya.
"Saya berlatih sangat keras. Di Brasil, kami kadang menghabiskan dua jam penuh di lapangan latihan, sesuatu yang tidak terlalu sering saya lakukan saat bermain di Eropa. Karena itu, saya tiba di sini dalam kondisi yang sangat baik," tambah Depay.
Menakar Peluang De Oranje dan Misi Hapus Kutukan Penalti
Belanda dijadwalkan menjalani dua laga pemanasan penting melawan Aljazair di Rotterdam dan Uzbekistan di New York. Bagi Depay, dua pertandingan itu menjadi kesempatan untuk mengembalikan ritme permainan sekaligus menunjukkan kepada pelatih bahwa dirinya layak dipercaya sejak menit pertama.
Persaingan di fase grup juga tidak bisa dianggap ringan. Belanda akan menghadapi Jepang, Swedia, dan Tunisia dalam grup yang diperkirakan berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Meski tidak menempatkan Belanda sebagai favorit utama juara, Depay yakin timnya memiliki modal untuk melangkah jauh. Pengalaman pahit tersingkir lewat adu penalti pada Piala Dunia 2014 dan 2022 masih membekas, tetapi justru menjadi bahan bakar tambahan untuk turnamen kali ini.
"Pada akhirnya saya masih memiliki dua pertandingan lagi dan kami juga terus berlatih. Itu memberi saya kesempatan untuk menunjukkan kepada pelatih seberapa siap kondisi saya," tutur Depay.
"Kami tidak perlu berpura-pura menjadi tim terbaik di dunia. Namun kami tahu kekuatan yang kami miliki dan kami selalu mampu bersaing. Keyakinan itu selalu ada setiap kali kami datang ke turnamen besar. Saya sudah bermain di dua Piala Dunia dan sayangnya kalah lewat adu penalti dua kali. Mungkin kali ini keberuntungan akan berpihak kepada kami," pungkasnya.
Perjalanan pembuktian Depay akan dimulai dalam laga uji coba melawan Aljazair di Stadion De Kuip. Dari sana, publik Belanda akan melihat apakah sang penyerang benar-benar siap kembali menjadi ujung tombak yang mereka andalkan saat Piala Dunia resmi bergulir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kok Hilang, Ke Mana Erling Haaland Saat Norwegia Hajar Swedia 3-1?
Piala Dunia 2 Juni 2026, 10:16
-
Dikaitkan dengan Real Madrid, Begini Respons Rodri
Liga Inggris 2 Juni 2026, 08:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04























KOMENTAR