
Bola.net - Jurgen Klopp membawa semua yang ia pelajari selama melatih Borussia Dortmund saat memutuskan pindah ke Liverpool. Namun, dalam perjalanannya, ia melakukan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan keadaan.
Ia benar-benar membangun Liverpool dari titik yang nyaris nol. Dalam merekrut pemain, ia tidak mengutamakan nama besar. Selama pemain tersebut bisa bermain dalam skema yang diterapkan, maka dialah yang diangkut.
Butuh waktu yang panjang untuk Klopp untuk memberikan trofi perdananya kepada the Reds. Trofi Liga Champions pun baru ia dapatkan empat tahun setelah pengangkatannya sebagai pengganti Brendan Rodgers.
Dalam perjalanannya, Klopp melakukan sejumlah inovasi penting yang memiliki andil besar dalam kesuksesan the Reds. Apa saja inovasi tersebut? Simak informasi dari Sportskeeda berikut ini.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Menyihir Mane dan Mo Salah Jadi Pemain Kelas Dunia
Sadio Mane dan Mohamed Salah tidak bisa lepas dari era kesuksesan Liverpool ini. Dari kaki keduanya, serangkaian gol-gol penting the Reds tercipta.
Namun siapalah mereka saat masih memperkuat klub sebelumnya? Mohamed Salah memang bersinar selama berstatus sebagai penggawa AS Roma, namun jumlah golnya tidak pernah sementereng sekarang.
Terutama pada musim 2017/18 lalu, di mana dirinya berhasil mencetak total 44 gol dari 52 pertandingan di semua ajang. Potensinya benar-benar terasah selama diasuh oleh Jurgen Klopp.
Setelah mendatangkan Mo Salah, Sadio Mane digeser ke sisi kiri penyerangan. Perubahan ini membuat lini serang the Reds semakin menyeramkan. Pada posisi barunya, ia jadi lebih leluasa untuk melakukan tusukan dari sisi sayap.
Peran 'False 9' untuk Roberto Firmino
Nama Lionel Messi kerap tercetus saat berbicara soal peran 'false 9' dalam lini serang. Selain itu, Roberto Firmino adalah pemain yang paling fasih dalam memainkan peran ini.
Perlu diketaui bahwa Firmino sejatinya adalah gelandang serang saat baru mendarat di Liverpool pada tahun 2015. Kehadirannya membuat publik bertanya-tanya perihal posisinya, berhubung Philippe Coutinho merupakan salah satu gelandang serang andalan di masa itu.
Klopp melakukan sejumlah perubahan di lini serang. Ia mencoba beberapa nama seperti Christian Benteke dan Daniel Sturridge, yang sudah teruji ketajamannya. Selain itu, Divock Origi pun kerap dicoba oleh pria asal Jerman tersebut.
Kemenangan 4-1 atas Manchester City memberikan ide baru buat Klopp. Percobaan memasang Firmino sebagai striker sentral membuahkan hasil, di mana dirinya sukses mencetak satu gol dan satu assist di laga tersebut.
Klopp pun mulai berinovasi dengan memainkan Firmino sebagai 'false 9' untuk mendukung Mo Salah dan Sadio Mane. Dan sekarang, ia merupakan anggota dari salah satu trio paling menakutkan di dunia.
Mengubah Formasi dari 4-2-3-1 ke 4-3-3
Klopp seringkali memainkan formasi 4-2-3-1 sewaktu masih melatih Borussia Dortmund. Ia membawa kebiasaan itu pada musim perdananya di Liverpool.
Hasilnya terbilang cukup bagus. Pada musim perdananya, the Reds berhasil mencapai babak final Carabao Cup beserta Liga Europa. Namun, Klopp nampaknya tidak suka berlama-lama di zona nyamannya.
Ia mengubah formasinya menjadi 4-3-3, yang ternyata cocok untuk hampir kebanyakan pemainnya di skuat. Salah satunya adalah Georginio Wijnaldum yang berkembang jadi salah satu gelandang 'box-to-box' terbaik saat ini.
Jordan Henderson pun nampak nyaman dalam formasi ini. Ia menjadi sosok yang versatile karena mampu mengisi setiap slot di lini tengah. Firmino juga mendapatkan posisi barunya dan kini dikenal sebagai salah satu 'false 9' terbaik.
Mendatangkan Van Dijk dan Alisson Becker
Sektor pertahanan menjadi kelemahan Liverpool sejak Jurgen Klopp hadir. Namun semuanya berubah saat Virgil Van Dijk didatangkan dari Southampton dengan mahar 75 juta pounds pada tahun 2018 lalu.
Kehadirannya tidak hanya menambal lini belakang saja. Pria asal Belanda tersebut membuat pemain bertahan lainnya, seperti Joel Matip dan Joe Gomez, bisa menunjukkan kualitas yang sebenarnya di atas lapangan.
Bahkan Dejan Lovren sekalipun tampak gemilang saat diduetkan bersama Van Dijk. Andy Robertson juga lebih leluasa untuk melakukan serangan karena memiliki sosok yang siap menutup kekosongannya saat maju ke depan.
Sayangnya, kehadiran Van Dijk belum menuntaskan masalah Liverpool di lini belakang secara utuh. Dua blunder fatal yang dilakukan Loris Karius membuat the Reds sadar bahwa sektor penjaga gawang pun perlu diperhatikan.
Mereka kemudian mendatangkan Alisson Becker enam bulan setelah merekrut Van Dijk. Aura dan kepercayaan diri dari pria asal Brasil itu membuat pertahanan Liverpool jadi lebih kalem. Ia juga handal dalam mendistribusikan bola sehingga pembangunan permainan Liverpool pun jadi lebih efektif ketimbang sebelumnya.
Bek Sayap Sebagai Playmaker
Klopp terbilang beruntung dalam urusan bek sayap. Sebab Josep Guardiola sudah menghabiskan uang sebesar 152 juta pounds milik Manchester City tanpa pernah mendapatkan bek sayap yang bisa sepenuhnya diandalkan.
Sementara itu, Klopp hanya mengeluarkan uang delapan juta pounds saja untuk memenuhi kebutuhannya di sektor yang sama. Uang tersebut digunakan untuk memboyong Andrew Robertson dari Hull City.
Sisi lainnya telah ditutupi oleh Trent Alexander-Arnold, si pemain jebolan akademi Liverpool. Keduanya bersinar dan membuat the Reds memiliki salah satu pasangan bek sayap terbaik di musim ini.
Alexander-Arnold dan Robertson piawai dalam mengirim umpan kepada rekan-rekannya di kotak penalti. Contohnya pada saat Liverpool mengalahkan Watford dengan skor telak 5-0 musim lalu. Mereka punya andil besar dalam kelima gol tersebut.
TAA mengantongi tiga assist, sementara Robertson menyusul dengan dua assist. Mereka saling bersaing dan menghasilkan total 23 assist pada musim itu. Konsistensinya terjaga pada musim ini, di mana TAA sekarang menempati peringkat ke-2 dalam perolehan assist terbanyak di bawah Kevin De Bruyne. Sedangkan Robertson telah mengumpulkan tujuh assist sejauh ini.
(Sportskeeda)
Baca Juga:
- Jurgen Klopp ke Jadon Sancho: Pakai Jersey Merah Sangat Cocok
- Romansa Perpisahan Philippe Coutinho dan Liverpool: Yang Merana dan Berjaya
- Tanpa Liverpool, Inilah 6 Besar Tim dengan Trio Penyerang Tersubur di 5 Liga Besar Eropa
- Gara-gara Firasat Buruk Sang Istri, Jurgen Klopp Pernah Tolak Pinangan MU
- Liverpool Bersiap Hadapi Kebangkitan Manchester City
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Demi Cegah Dominasi Liverpool, Manchester City Bakal Datangkan Koulibaly
Liga Inggris 29 Juni 2020, 23:25
-
Jadi Incaran Banyak Klub Top, Begini Respon Raul Jimenez
Liga Inggris 29 Juni 2020, 21:52
-
Trent Alexander-Arnold Adalah Gabungan Beckham dan De Bruyne, Setuju?
Liga Inggris 29 Juni 2020, 21:33
-
Bisakah Guardiola Lakukan Apa yang Klopp Kerjakan di Liverpool?
Liga Inggris 29 Juni 2020, 19:45
LATEST UPDATE
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR