8 Pelajaran yang Harus Dipetik Michael Carrick dari Para Pendahulunya yang Gagal di Manchester United

Bola.net - Michael Carrick kini berada di ambang menjadi manajer permanen Manchester United setelah menunjukkan performa menjanjikan. Rangkaian hasil positif membuat posisinya semakin kuat di Old Trafford.
Catatan 10 kemenangan dari 15 pertandingan menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai pelatih. Tim juga berhasil kembali bersaing di zona Liga Champions berkat perubahan yang ia lakukan.
Sebagai mantan pemain, Carrick memahami budaya dan tekanan besar di Manchester United. Ia juga pernah merasakan langsung masa kejayaan dan periode sulit setelah era Sir Alex Ferguson.
Pengalaman sebagai asisten pelatih memberi Carrick sudut pandang berbeda dalam membaca situasi tim. Ia belajar dari berbagai pendekatan yang diterapkan para pendahulunya.
Namun, perjalanan sebagai pelatih utama masih panjang dan penuh tantangan. Ada banyak pelajaran penting yang bisa ia ambil dari para manajer sebelumnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
1. Ruben Amorim
Yang Sebaiknya Dilakukan - Aktif berinteraksi dengan media
Pelatih asal Portugal itu secara statistik akan dikenang sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah modern di kursi pelatih kandang. Sejumlah hasilnya bahkan mencatat rekor negatif, seperti finis di posisi ke-15 musim lalu atau kalah lima kali dalam satu bulan pada Desember 2024.
Namun di balik catatan itu, ia terlihat mendapat perlakuan yang lebih ringan dibanding beberapa pendahulunya. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh kepribadiannya yang karismatik di hadapan publik.
Meski hasil tidak memihak, ia tetap menjadi sosok yang disukai. Ia tampil komunikatif dalam konferensi pers, berbicara jujur, tidak menghindari pertanyaan, dan kerap memberikan pernyataan menarik.
Yang Sebaiknya Dihindari - Terlalu keras kepala mempertahankan sistem yang gagal
Hal ini menjadi salah satu penyebab utama kegagalan Amorim di Manchester. Ia datang dengan kesuksesan menggunakan sistem 3-4-3 di Sporting Lisbon yang membutuhkan pemain dengan karakteristik khusus.
Masalahnya, skuad yang ada tidak cocok dengan pendekatan tersebut. Meski begitu, Amorim tetap bersikeras menjalankan filosofinya tanpa kompromi.
Ia bahkan terus bertahan dengan sistem itu meski hasilnya buruk. Ia sempat menyatakan lebih baik dipecat daripada mengubah pendekatan, dan pada akhirnya hal itu benar-benar terjadi.
2. Erik ten Hag
Yang Sebaiknya Dilakukan - Pastikan meraih trofi
Pelatih asal Belanda itu sebenarnya bertahan lebih lama dari yang seharusnya. Salah satu alasan utamanya adalah keberhasilannya menjuarai Piala FA pada 2024.
Gelar tersebut membuat manajemen berubah pikiran dari rencana pemecatan menjadi memberi kontrak baru. Sebelumnya, ia juga mempersembahkan Piala Liga yang mengakhiri penantian trofi selama enam tahun.
Terlepas dari hasil yang naik turun, trofi mampu memberi waktu tambahan. Hal itu juga menciptakan kesan bahwa tim sedang berada di jalur yang benar, meski kenyataannya belum tentu demikian.
Yang Sebaiknya Dihindari - Memaksakan transfer spekulatif
Ten Hag membuat sejumlah keputusan besar dalam perekrutan pemain, tetapi sebagian besar tidak berhasil. Dampaknya masih dirasakan hingga sekarang.
Transfer Antony dengan nilai lebih dari 80 juta pounds menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah Premier League. Investasi sebesar itu untuk pemain dari liga Belanda menimbulkan banyak pertanyaan.
Setahun kemudian, ia melepas David de Gea dan memilih Andre Onana sebagai pengganti. Namun, kiper asal Kamerun itu justru melakukan banyak kesalahan sebelum akhirnya juga meninggalkan tim.
3. Ole Gunnar Solskjaer
Yang Sebaiknya Dilakukan - Menjaga tradisi tim
Carrick tidak akan kesulitan dalam hal ini. Pendukung ingin melihat sosok yang memahami identitas tim, terutama jika pernah memberikan momen penting seperti gol penentu di final Liga Champions.
Solskjaer memahami hal tersebut dan berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai tim. Ia juga memberi kesempatan kepada pemain akademi, sesuatu yang tidak selalu dilakukan oleh pelatih sebelumnya.
Ia sering menekankan pentingnya memahami kebesaran tim yang dipimpinnya. Beberapa pelatih lain justru meremehkan hal tersebut dan akhirnya merugi.
Yang Sebaiknya Dihindari - Tidak memiliki identitas permainan
Salah satu masalah utama pelatih asal Norwegia itu adalah kurangnya gaya bermain yang jelas. Banyak yang menilai timnya tidak memiliki ciri khas atau rencana yang konsisten.
Permainan mereka sering mengandalkan serangan balik. Hal ini menjadi masalah ketika menghadapi tim tertentu yang lebih dominan.
Timnya memang dikenal sering melakukan comeback. Namun, tim yang kuat seharusnya tidak terus-menerus tertinggal, dan ketika performa menurun, situasinya memburuk dengan cepat.
4. Jose Mourinho
Yang Sebaiknya Dilakukan - Menang dalam laga besar
Sejauh ini Carrick sudah menunjukkan hal tersebut dengan mengalahkan rival di papan atas. Mourinho juga dikenal mampu tampil maksimal dalam pertandingan besar meski masa kepelatihannya tidak selalu stabil.
Kemenangan atas tim-tim kuat memberi dampak besar bagi kepercayaan diri. Hal itu juga menunjukkan bahwa tim mampu bersaing dengan yang terbaik.
Ia pernah mengalahkan Chelsea dan Manchester City saat keduanya menjadi juara. Selain itu, ia juga menundukkan Liverpool asuhan Jurgen Klopp serta meraih hasil positif di sejumlah semifinal.
Yang Sebaiknya Dihindari - Terlalu sering mencari konflik
Mourinho dikenal sebagai sosok yang konfrontatif. Sikap tersebut juga terlihat selama ia menangani tim di Manchester.
Ia kerap terlibat konflik yang pada akhirnya merugikan dirinya sendiri. Contohnya adalah kritik terbuka kepada Luke Shaw yang justru bertahan lebih lama di tim.
Ia juga berselisih dengan Paul Pogba dan sempat melontarkan kritik soal “warisan sepak bola” setelah kekalahan di Eropa. Sikap seperti itu tidak akan membuatnya disukai oleh pemain, pendukung, maupun manajemen.
Sumber: Mirror
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cherki dan Mainoo Masuk Nominasi Pemain Muda Terbaik Premier League
Liga Inggris 14 Mei 2026, 21:03
LATEST UPDATE
-
Marc-Andre ter Stegen Sudah Habis di Barcelona
Liga Spanyol 15 Mei 2026, 01:57
-
Juventus Incar Frattesi, Inter Minta Tukar dengan Cambiaso
Liga Italia 15 Mei 2026, 00:29
-
Tidak Ada Alasan untuk Xabi Alonso ke Chelsea
Liga Inggris 14 Mei 2026, 23:58
-
JTEKT Stings Aichi Gas ke Semifinal AVC 2026 Usai Bungkam Wakil Thailand
Voli 14 Mei 2026, 23:32
-
Foolad Sirjan Iranian Tundukkan Jakarta Garuda Jaya, Amankan Tiket Semifinal
Voli 14 Mei 2026, 23:18
-
Link Nonton Live Streaming Real Madrid vs Oviedo 15 Mei 2026
Liga Spanyol 14 Mei 2026, 22:29
-
Giliran Man City yang Dicela Spesialis Runner-up
Liga Inggris 14 Mei 2026, 22:15
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24




















KOMENTAR