Alasan Emosional Nicky Butt Tolak Enzo Maresca Gantikan Amorim: Saya Fans MU, Bukan Man City!

Alasan Emosional Nicky Butt Tolak Enzo Maresca Gantikan Amorim: Saya Fans MU, Bukan Man City!
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Legenda Manchester United, Nicky Butt, mengeluarkan ancaman serius terkait bursa manajer baru di Old Trafford. Ia bersumpah akan mengembalikan tiket terusan miliknya jika klub nekat menunjuk Enzo Maresca.

Kekosongan kursi pelatih usai pemecatan Ruben Amorim membuat rumor liar berhembus kencang. Nama Enzo Maresca, yang juga baru kehilangan jabatannya di Chelsea, mendadak masuk dalam bursa favorit.

Situasi ini memicu perdebatan panas di kalangan para mantan pemain Setan Merah. Paul Scholes sempat melontarkan nama pelatih asal Italia itu sebagai kandidat potensial dalam sebuah diskusi.

Namun, Nicky Butt langsung bereaksi keras. Ia menolak mentah-mentah ide tersebut bukan karena kemampuan taktis, melainkan karena latar belakang Maresca yang dianggap "haram".

1 dari 4 halaman

Sentimen Anti-City yang Kental

Prosentase kemenangan Ruben Amorim dengan eks pelatih Manchester United. (c) bolanetProsentase kemenangan Ruben Amorim dengan eks pelatih Manchester United. (c) bolanet

Dalam acara The Good, The Bad and The Football, Scholes menilai waktu pemecatan Maresca dan Amorim yang berdekatan bisa jadi bukan kebetulan. Namun, Butt segera memotong pembicaraan dengan pernyataan menohok.

Ia menegaskan bahwa merekrut sosok yang pernah menjadi bagian penting dari Manchester City adalah sebuah kesalahan fatal bagi identitas klub.

"Jika Maresca masuk - saya menyukainya sebagai pelatih, sungguh - dengan latar belakangnya itu, saya akan mengembalikan tiket terusan saya," tegas Nicky Butt.

Scholes sempat mempertanyakan sikap rekannya itu. Namun, Butt memiliki alasan prinsipil yang tak bisa ditawar soal rivalitas sekota.

2 dari 4 halaman

Menolak 'Biru' di Old Trafford

Butt merasa Old Trafford kini terlalu banyak diisi oleh orang-orang jebolan Etihad Stadium. Ia menyinggung keberadaan Omar Berrada dan Jason Wilcox di jajaran manajemen saat ini.

Menambah satu lagi eks Manchester City di kursi manajer adalah hal yang tak bisa diterima oleh akal sehatnya sebagai fans sejati United.

"Anda salah mengerti saya. Saya tidak bisa duduk di sini dan bicara soal filosofi serta DNA Man United, lalu berkata, 'Wah saya ingin Maresca, orang eks Man City'. Lalu Anda punya Omar Berrada dan Jason Wilcox," jelas Butt dengan nada tinggi.

"Saya tidak peduli seberapa besar kesuksesannya. Anda lupa dari mana saya berasal. Semua orang adalah penggemar City. Saya penggemar Man United dan saya tidak bisa menerimanya," lanjutnya emosional.

3 dari 4 halaman

Maresca dan Koneksi The Citizens

Ketidaksukaan Butt memang beralasan jika melihat rekam jejak Maresca. Pelatih berusia 44 tahun itu pernah menangani skuad muda (Elite Development Squad) Manchester City pada 2020-2021.

Setelah sempat ke Parma, ia kembali ke City pada 2022 sebagai asisten Pep Guardiola sebelum akhirnya sukses di Leicester.

Bahkan, Maresca sempat dikabarkan menjalin komunikasi dengan City untuk menjadi suksesor Pep Guardiola saat ia masih melatih Chelsea. Koneksi inilah yang membuat Butt alergi.

4 dari 4 halaman

Neville Minta Hentikan Eksperimen

Di sisi lain, Gary Neville menyoroti aspek teknis dan filosofis dalam pencarian manajer baru. Ia mendesak manajemen untuk berhenti melakukan eksperimen taktis yang membingungkan.

Neville melihat kegagalan sistem tiga bek Amorim sebagai bukti kesalahan rekrutmen dan ketidakcocokan gaya main. Ia merindukan sepak bola menyerang yang menjadi ciri khas United.

"Eksperimen harus dihentikan. Ada video sangat bagus di daring di mana Bobby Charlton berbicara tentang apa itu Man United sebagai klub sepak bola," ujar Neville kepada Sky Sports.

"Sepak bola yang penuh petualangan dan mengasyikkan, memainkan pemain muda, menghibur penonton. Man United harus mengambil risiko dan memainkan sepak bola menyerang," tambahnya.

Neville menekankan pentingnya merekrut pelatih yang benar-benar paham DNA klub, seperti halnya Barcelona atau Ajax yang memegang teguh identitas mereka.

"Man United harus menunjuk manajer yang sesuai dengan DNA klub mereka. Ajax tidak akan pernah berubah untuk siapa pun, Barcelona tidak akan pernah berubah untuk siapa pun," tutup Neville.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL