Enzo Maresca Kirim Pesan Emosional Usai Tinggalkan Chelsea: Saya Pergi dengan Damai

Enzo Maresca Kirim Pesan Emosional Usai Tinggalkan Chelsea: Saya Pergi dengan Damai
Enzo Maresca ketika menangani Chelsea (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea pada Hari Tahun Baru masih menyisakan cerita panjang. Meski berpisah di tengah konflik panas dengan jajaran pemilik klub, pelatih asal Italia itu akhirnya angkat bicara lewat pesan publik pertamanya sejak resmi meninggalkan Stamford Bridge.

Maresca, 45 tahun, memilih Instagram sebagai medium untuk menyampaikan perasaan. Dalam unggahan bernada emosional, ia sama sekali tidak menyinggung konflik internal yang mengiringi kepergiannya. Sebaliknya, ia justru menegaskan rasa bangga dan terima kasih atas perjalanannya bersama The Blues selama 18 bulan terakhir.

“Tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik dari saat kamu menemukannya,” tulis Maresca membuka pesannya. Ia mengenang awal kiprahnya di Chelsea yang dimulai dari babak kualifikasi Conference League hingga berujung pada sederet prestasi besar.

View this post on Instagram

A post shared by Enzo Maresca (@maresca)

1 dari 4 halaman

Apresiasi Maresca

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Dalam pernyataannya, Maresca menyebut dirinya pergi dengan “ketenangan batin”, seraya menilai Chelsea sebagai klub prestisius yang layak berada di level tertinggi.

Maresca juga mengapresiasi dukungan para suporter yang menurutnya sangat krusial dalam membantu tim mengamankan tiket Liga Champions, menjuarai Conference League, hingga meraih trofi Piala Dunia Antarklub.

“Semua kemenangan itu akan selalu saya simpan di hati,” tulisnya, sembari memberikan ucapan terima kasih khusus kepada para pemain yang telah menemaninya sepanjang perjalanan tersebut. Ia menutup pesan dengan doa agar seluruh elemen klub meraih kesuksesan di paruh kedua musim dan masa depan, disertai ucapan terima kasih dari dirinya dan keluarga.

2 dari 4 halaman

Maresca vs Chelsea

Enzo Maresca saat masih membesut Chelsea (c) AP Photo/Antonio Calanni

Enzo Maresca saat masih membesut Chelsea (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pesan damai Maresca itu kontras dengan narasi yang sebelumnya disampaikan pihak klub. Chelsea secara terbuka menilai perilaku sang pelatih tidak profesional dan tidak menghormati institusi dalam hari-hari terakhir masa jabatannya. Bahkan, manajemen mempertanyakan ketangguhan mental serta kedewasaan emosional Maresca.

Setidaknya ada tiga insiden yang disebut membuat petinggi klub murka. Salah satunya adalah keputusan Maresca absen dari konferensi pers usai pertandingan dengan alasan sakit.

Chelsea meyakini ia tidak benar-benar sakit dan menilai tindakan tersebut tidak profesional, tidak menghormati klub, serta tidak adil bagi staf pelatih lain seperti Willy Caballero yang harus menggantikan perannya.

Selain itu, Maresca juga dituding mengabaikan rekomendasi tim medis terkait pemain yang baru pulih dari cedera dan memaksakan mereka bermain terlalu lama. Situasi makin memanas dengan munculnya laporan yang mengaitkan Maresca dengan potensi kembali ke Manchester City, klub tempat ia pernah bekerja di bawah Pep Guardiola.

3 dari 4 halaman

Periode Sulit Chelsea

Liam Rosenior dikenalkan sebagai pelatih baru Chelsea musim 2025/2026 (c) Official Chelsea

Liam Rosenior dikenalkan sebagai pelatih baru Chelsea musim 2025/2026 (c) Official Chelsea

Kepergian Maresca terjadi di tengah periode sulit Chelsea, yang hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir Premier League. Laga terakhirnya sebagai pelatih The Blues adalah hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth di kandang sendiri.

Tak lama setelah pemecatan tersebut, Chelsea langsung bergerak cepat menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru. Rosenior direkrut dari Strasbourg, klub lain yang berada di bawah naungan BlueCo, menandai era baru di Stamford Bridge.

Retaknya hubungan antara Maresca dan manajemen sebenarnya sudah tercium sejak ledakan emosinya usai kemenangan atas Everton, ketika ia mengaku mengalami “48 jam terburuk” sepanjang kariernya.

Pernyataan publik itu diyakini berkaitan dengan konflik serius bersama departemen medis mengenai penanganan pemain cedera, komentar yang disebut-sebut semakin mempercepat akhir kiprahnya di London Barat.

Kini, meski kisahnya bersama Chelsea berakhir dengan ketegangan, Maresca memilih menutup bab tersebut dengan nada positif. Sebuah pesan perpisahan yang emosional, sekaligus upaya menjaga citra di tengah badai kontroversi yang mengiringi langkah keluarnya dari Stamford Bridge.

Sumber: Instagram @maresca


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL