
Bola.net - Angel Di Maria akhirnya buka suara mengenai periode sulit yang ia jalani bersama Manchester United setelah didatangkan dengan nilai transfer 59,7 juta paun. Pemain asal Argentina itu mengaku membenci masa-masanya di Old Trafford karena kombinasi masalah di dalam dan luar lapangan selama musim 2014/2015.
Situasi mulai berubah ketika hubungan Di Maria dengan pelatih saat itu, Louis van Gaal, memburuk. Di Maria merasa terlalu sering mendapat kritik terkait performanya tanpa pernah diberikan apresiasi atas kontribusi positif yang ia tampilkan di lapangan.
Selain persoalan taktik, kehidupan pribadi sang winger juga terganggu setelah rumahnya di Cheshire menjadi sasaran percobaan perampokan ketika keluarganya berada di dalam rumah. Kondisi cuaca dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan di Inggris membuat situasi semakin berat bagi pemain yang kemudian menjadi juara dunia bersama Argentina tersebut.
Pada akhirnya, seluruh rangkaian masalah itu membuat Di Maria memilih meninggalkan Manchester United hanya setelah satu musim. Kepindahannya ke Paris Saint-Germain pun menjadi akhir dari salah satu transfer paling mengecewakan dalam sejarah klub.
Hubungan dengan Van Gaal Jadi Titik Balik
View this post on Instagram
Kedatangan Di Maria ke Manchester United awalnya berjalan menjanjikan. Ia langsung tampil impresif dan diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan nomor punggung tujuh yang legendaris di klub tersebut.
Namun situasi berubah seiring berjalannya musim. Di Maria mengaku mulai mengalami masalah dengan Van Gaal setelah sang pelatih terus menyoroti kekurangan dalam permainannya.
"Awalnya semuanya berjalan sangat baik. Permainan saya mengalir. Tetapi setelah mulai bermasalah dengan Van Gaal, semuanya langsung berantakan," ujar Di Maria kepada BBC Sport.
"Saya memulai dengan sangat bagus dan semuanya terasa sempurna. Namun kemudian kami terus mengadakan pertemuan soal kesalahan saya di lapangan. Dia tidak pernah menunjukkan hal-hal baik yang saya lakukan, hanya sisi negatif terus-menerus. Lama-lama saya muak," lanjutnya.
Kehidupan di Inggris Membuat Situasi Semakin Sulit
Masalah Di Maria ternyata tidak hanya terjadi di lapangan. Pemain berusia 37 tahun itu juga kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Inggris, terutama cuaca dan lingkungan sekitar Manchester.
Ia menyebut kondisi tersebut semakin berat setelah terjadi percobaan perampokan di rumahnya. Insiden itu membuat keluarganya merasa tidak nyaman untuk tetap tinggal di Inggris.
"Kehidupan di sana sangat berbeda. Hari cepat gelap dan cuacanya mulai dingin. Semua masalah datang bertubi-tubi. Ditambah lagi rumah saya sempat dibobol," kata Di Maria.
Meski pernah mengalami kejadian serupa saat membela PSG, Di Maria mengaku kehidupannya di Prancis jauh lebih nyaman sehingga ia masih mampu bertahan lebih lama di sana.
Dukungan Keluarga dan Keputusan Pergi
Istri Di Maria, Jorgelina Cardoso, juga pernah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap kehidupan di Manchester. Ia bahkan mengaku sejak awal tidak setuju dengan keputusan pindah dari Real Madrid ke Manchester United.
"Saya benar-benar tidak menyukainya. Orang-orang di sana terasa aneh. Saat berjalan di luar, Anda tidak tahu apa yang bisa terjadi. Makanannya juga tidak enak," ujar Cardoso mengenai pengalaman mereka di Inggris.
Situasi Di Maria di lapangan juga semakin sulit setelah ia mulai kehilangan tempat di tim utama usai kartu merah saat menghadapi Arsenal di Piala FA serta beberapa cedera minor. Ketika musim berakhir, ia memilih tidak mengikuti tur pramusim klub demi memuluskan transfer ke PSG.
"Dia bilang saya tidak datang saat pramusim. Padahal sebelumnya saya sudah mengatakan ingin pergi dan tidak akan kembali ke klub," jelas Di Maria.
Meski mengakui masa-masanya di Manchester berjalan buruk, Di Maria tetap menyimpan apresiasi terhadap orang-orang di dalam klub yang menurutnya selalu memberikan dukungan selama ia berada di sana.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tottenham Ganggu MU dalam Perburuan Calon Suksesor Casemiro Ini
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:30
-
Tolak MU, Bintang Newcastle Ini Bakal Gabung Barcelona?
Liga Inggris 27 Mei 2026, 23:00
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR