
Bola.net - Arsenal kembali menghadapi kebuntuan di lini serang setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan kemarin.
Hasil ini menyusul laga sebelumnya kontra Liverpool yang juga berakhir dengan skor kacamata. Dua hasil seri 0-0 secara beruntun menjadi catatan yang jarang terjadi bagi The Gunners, terakhir kali mereka mengalaminya pada awal musim 2012/2013. Situasi ini tentu memicu kekhawatiran, mengingat persaingan papan atas semakin ketat.
Ironisnya, dalam dua pertandingan tersebut, Arsenal tampil dominan secara penguasaan dan pertahanan. Baik Forest maupun Liverpool tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Lini belakang tim asuhan Mikel Arteta tampil solid dan disiplin, namun masalah utama justru muncul di sektor penyerangan. Ketajaman yang diharapkan tak kunjung terlihat, membuat jarak poin dengan Manchester City berpotensi melebar hingga 11 angka, andai hasil lebih buruk menghampiri.
Eze Pantas Dapat Kritik
Nama Viktor Gyokeres kembali menjadi sasaran kritik. Striker yang didatangkan dengan ekspektasi besar itu tampil relatif senyap saat Arsenal membutuhkan gol.
Namun, menyederhanakan persoalan hanya pada Gyokeres jelas tidak adil. Ada problem yang lebih kompleks dalam struktur serangan Arsenal, termasuk soal pemanfaatan pemain kreatif seperti Eberechi Eze.
Eze direkrut dengan mahar besar untuk menjadi pembeda, pemain yang mampu memecah kebuntuan lewat kreativitas dan improvisasi. Ia diharapkan menjadi “joker” dalam skema Arteta, sosok yang bisa menghadirkan momen magis ketika permainan buntu.
Namun kenyataannya, peran Eze sejauh ini belum maksimal. Dalam laga melawan Forest, ia hanya mendapat kesempatan 11 menit dari bangku cadangan, sementara saat menghadapi Liverpool hanya bermain 12 menit. Waktu bermain yang sangat terbatas untuk pemain dengan kualitas dan reputasi sepertinya.
Minimnya menit bermain Eze tak lepas dari kembalinya Martin Odegaard. Sejak sang kapten pulih dari cedera pada akhir November, Eze semakin tersisih dari starting XI.
Nasib Eze di Arsenal
Dalam 10 laga Premier League sejak saat itu, ia hanya mengoleksi total 226 menit bermain. Bahkan, dalam empat pertandingan ia sama sekali tidak diturunkan. Kondisi ini kontras dengan perannya saat Odegaard absen, ketika Eze sempat tampil impresif sebagai playmaker utama.
Statistik Eze musim ini pun belum mencerminkan investasi besar Arsenal. Dari 17 laga liga, ia baru mencetak lima gol, dengan tiga di antaranya tercipta dalam satu pertandingan saat memborong hat-trick ke gawang Tottenham pada November lalu.
Dari sisi kreativitas, ia baru mencatatkan delapan peluang tercipta, angka yang sangat jauh dibanding musim sebelumnya bersama Crystal Palace, di mana ia menjadi salah satu kreator peluang paling produktif di liga.
Arteta Masih Percaya Eze

Arteta sendiri menegaskan tidak terlalu khawatir dengan situasi Eze. Pelatih asal Spanyol itu yakin performa terbaik sang pemain belum keluar dan tinggal menunggu waktu.
Namun tantangan terbesar Arteta adalah menemukan posisi yang tepat untuk Eze dalam sistemnya. Upaya memainkan Eze di sisi kiri belum sepenuhnya berhasil, sementara duetnya bersama Odegaard di lini tengah nyaris tak pernah dicoba karena dianggap berisiko mengganggu keseimbangan tim.
Situasi ini membuat Eze lebih sering diposisikan sebagai “finisher” dari bangku cadangan. Ironisnya, dalam dua laga terakhir saat Arsenal justru membutuhkan kreativitas tambahan, menit bermain Eze tetap sangat terbatas. Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait perannya ke depan, terlebih dengan jadwal padat yang menuntut rotasi pemain.
Nasib Eze di Timnas Inggris
Di luar kepentingan klub, masa depan Eze di level internasional juga ikut dipertaruhkan. Ia tampil cukup meyakinkan bersama timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel, bahkan sempat mencetak gol dalam beberapa laga internasional.
Namun persaingan di lini depan Inggris sangat ketat, dengan nama-nama seperti Cole Palmer kembali mencuri perhatian. Minimnya menit bermain di Arsenal bisa berdampak langsung pada peluang Eze masuk skuad Piala Dunia.
Laga tandang melawan Inter Milan di ajang Eropa bisa menjadi momentum bagi Eze untuk membuktikan diri. Dengan Arsenal menjalani rangkaian laga tandang yang padat, rotasi hampir pasti dilakukan. Kini, setiap kesempatan menjadi sangat berharga.
Bagi Eze, waktu untuk menunggu sudah habis. Ia harus segera menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari proyek besar Arsenal, bukan sekadar pelapis di bangku cadangan.
Sumber: The Sun
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
-
Tidak Ada Waktu untuk Larut dalam Kekecewaan, Arsenal!
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:33
-
Dua Laga Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lagi-Lagi Lewatkan Kesempatan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:01
LATEST UPDATE
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 16:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






















KOMENTAR