Manchester United Tak Suka dengan Kelakuan Paul Scholes dan Nicky Butt Ejek Lisandro Martinez

Manchester United Tak Suka dengan Kelakuan Paul Scholes dan Nicky Butt Ejek Lisandro Martinez
Legenda Manchester United, Paul Scholes. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United tampil meyakinkan saat menaklukkan rival sekota Manchester City dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. Gol dari Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu memastikan tiga poin penting bagi Setan Merah.

Namun di balik kemenangan tersebut, perhatian publik justru tertuju pada satu sosok: Lisandro Martinez, bek yang sebelumnya diragukan justru tampil sebagai tembok kokoh di jantung pertahanan.

Sebelum Derby Manchester, Martinez sempat menjadi bahan pembicaraan setelah dua legenda MU, Paul Scholes dan Nicky Butt, melontarkan komentar bernada meremehkan.

Dalam podcast The Good, The Bad & The Football, keduanya menilai postur Martinez yang relatif kecil akan menjadi masalah besar saat berhadapan dengan Erling Haaland.

Butt bahkan melontarkan analogi yang mengundang tawa, menyebut Haaland akan mengangkat Martinez layaknya seorang ayah yang berlari sambil menggendong balita. Scholes pun menimpali dengan nada serupa, menyiratkan bahwa Haaland akan dengan mudah mencetak gol.

1 dari 3 halaman

Jawaban Telak Martinez

Duel Lisandro Martinez dengan Erling Haaland di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Duel Lisandro Martinez dengan Erling Haaland di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Komentar tersebut cepat menyebar dan memicu perdebatan di kalangan pendukung MU. Banyak yang menilai kritik itu terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan analisis taktis yang seimbang.

Apalagi, Martinez dikenal sebagai bek dengan determinasi tinggi, agresivitas, dan kecerdasan membaca permainan, atribut yang kerap menutup kekurangan fisik.

Ketika laga dimulai, Martinez menjawab semua keraguan dengan performa impresif. Berduet dengan Harry Maguire, bek asal Argentina itu tampil disiplin, tenang, dan tak ragu berduel fisik dengan Haaland. Hasilnya, striker andalan Manchester City tersebut benar-benar “mati kutu”.

Sepanjang pertandingan, Haaland tak mampu melepaskan satu pun tembakan, sebuah catatan langka mengingat reputasinya sebagai mesin gol Liga Inggris.

Penampilan solid Martinez ini tidak hanya menjadi kunci kemenangan MU, tetapi juga simbol perlawanan terhadap kritik yang ia terima sebelum laga. Duetnya dengan Maguire menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecerdasan bertahan, membuat lini depan City kesulitan mengembangkan permainan.

2 dari 3 halaman

Manchester United Tak Suka Scholes dan Butt

Skuad Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo ke gawang Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Skuad Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo ke gawang Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Di sisi lain, kontroversi komentar Scholes dan Butt berbuntut panjang. Mengutip laporan ESPN, manajemen Manchester United disebut tidak senang dengan pernyataan kedua legenda tersebut. Klub menilai komentar itu lebih menyerupai ejekan personal ketimbang analisis konstruktif yang seharusnya datang dari figur senior dan ikon klub.

Situasi ini memunculkan tanda tanya terkait hubungan klub dengan Scholes dan Butt ke depannya. Keduanya dikenal masih sering hadir langsung di Old Trafford dan memiliki akses dekat dengan lingkungan MU. Namun setelah insiden ini, publik bertanya-tanya apakah perlakuan istimewa tersebut akan tetap berlanjut.

Bagi Lisandro Martinez, Derby Manchester kali ini bukan sekadar kemenangan tiga poin. Ini adalah panggung pembuktian, bahwa kualitas seorang bek tidak semata diukur dari tinggi badan, melainkan dari mentalitas, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan terbesar.

Sumber: ESPN


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL