Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield

Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Skuad Arsenal mengangkat trofi juara Community Shield 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City di Community Shield. Hasil tersebut langsung memunculkan keyakinan bahwa sang juara bertahan mampu mempertahankan gelar Premier League.

Akan tetapi, sejarah menunjukkan bahwa kemenangan di Community Shield tidak selalu menjadi pertanda keberhasilan di liga. Dari sembilan kemenangan sejak era Premier League, hanya sebagian yang benar-benar diikuti musim luar biasa.

Catatan masa lalu bahkan memperlihatkan beberapa kegagalan mengejutkan. Berikut perjalanan Arsenal setelah setiap kemenangan Community Shield pada era Premier League.

1 dari 5 halaman

1998-99: Gagal Mempertahankan Gelar

Kemenangan 3-0 atas Manchester United pada 1998 memberikan modal besar bagi Arsenal yang berstatus juara bertahan. Namun, awal musim yang kurang konsisten membuat mereka kehilangan momentum setelah hanya meraih tiga kemenangan dalam delapan pertandingan pertama.

Manchester United akhirnya merebut treble bersejarah, sementara Arsenal finis sebagai runner-up dengan selisih satu poin. Kekalahan 0-1 dari Leeds United pada pekan kedua terakhir menjadi salah satu hasil yang sangat mahal.

2 dari 5 halaman

1999-00: Thierry Henry Belum Cukup

Setahun kemudian, Arsenal kembali mengalahkan United di Community Shield, kali ini dengan skor 2-1. Kedatangan Thierry Henry dari Juventus juga meningkatkan optimisme setelah sang penyerang mencetak 17 gol Premier League pada musim debutnya.

Namun, United terlalu kuat dan mengakhiri musim dengan 91 poin. Arsenal memang mencatat delapan kemenangan beruntun pada periode Maret hingga Mei, tetapi rangkaian tiga kemenangan dalam 11 laga membuat mereka gagal memberikan tekanan serius.

3 dari 5 halaman

2002-03 dan 2004-05: Keunggulan Menguap

Pada 2002, Arsenal datang sebagai juara bertahan dan memiliki Henry sebagai salah satu pemain paling berbahaya di liga. Namun, Manchester United merebut gelar setelah Arsenal kehilangan keunggulan pada fase akhir musim.

Situasi serupa terjadi pada 2004-05 setelah Arsenal menjalani musim Invincibles. Chelsea di bawah Jose Mourinho muncul sebagai kekuatan baru dan mengakhiri musim dengan rekor 95 poin, sedangkan Arsenal tertinggal 12 poin di posisi kedua.

4 dari 5 halaman

2014-15 hingga 2017-18: Ekspektasi Tak Berbuah Gelar

Arsenal mengakhiri penantian panjang dengan menghancurkan Manchester City 3-0 pada Community Shield 2014. Alexis Sanchez langsung tampil produktif, tetapi kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Oktober menjadi gambaran kesenjangan mereka dengan sang juara.

Musim 2015-16 juga berakhir tanpa gelar meski Leicester City dua kali dikalahkan. Pada 2017-18, kemenangan adu penalti atas Chelsea justru menjadi awal musim terakhir Arsene Wenger, yang berakhir dengan posisi keenam dan 63 poin.

5 dari 5 halaman

2020-21 hingga 2023-24: Ada Harapan, Belum Berhasil

Kemenangan atas Liverpool pada 2020 tidak mampu mencegah musim sulit bagi Mikel Arteta. Arsenal sempat berada di posisi ke-15 setelah tujuh laga tanpa kemenangan, sebelum bangkit dan mengakhiri kompetisi di peringkat kedelapan.

Pada 2023-24, Arsenal kembali menjadi penantang serius setelah menang melalui adu penalti atas Manchester City. Mereka mengoleksi 89 poin, tetapi satu kekalahan dari Aston Villa membuat Manchester City kembali menjadi juara.

Kini, kemenangan 3-0 atas Manchester City menjadi ujian terbaru bagi tren tersebut. Dengan status juara bertahan dan performa meyakinkan di Community Shield, tantangan terbesar bukan sekadar memulai musim dengan baik, melainkan membuktikan bahwa kali ini sejarah bisa berubah.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL