
Bola.net - Perjalanan Chelsea ke Old Trafford kembali berakhir dengan air mata. Kekalahan 1-2 dari Manchester United pada Sabtu (20/9/2025) malam memperpanjang catatan buruk mereka.
Laga yang berjalan kaotis ini menjadi kekalahan kedua The Blues dalam sepekan. Sebelumnya, mereka juga takluk di tangan Bayern Munchen pada ajang Liga Champions.
Di balik kekalahan ini, tersimpan cerita tentang kesalahan-kesalahan fatal. Blunder kiper dan keputusan taktis yang dipertanyakan menjadi sorotan utama.
Semua itu seakan menegaskan bahwa The Blues memang belum bisa lepas dari kutukan Theatre of Dreams. Berikut adalah tiga analisis mendalam dari kekalahan menyakitkan Chelsea.
1. Kutukan Old Trafford yang Belum Berakhir

Cerita pilu Chelsea di kandang Manchester United sepertinya memang belum akan berakhir. Penantian panjang mereka untuk bisa kembali berpesta di sana harus tertunda setidaknya satu tahun lagi.
Tercatat, terakhir kali Chelsea mampu meraih kemenangan di Old Trafford adalah pada bulan Mei 2013 silam. Artinya, kutukan ini telah menghantui mereka selama lebih dari 12 tahun.
Laga kali ini seolah sudah ditakdirkan untuk berjalan sulit sejak awal. Kartu merah Robert Sanchez saat laga baru berjalan lima menit menjadi awal dari segala petaka.
Meskipun sempat menunjukkan sedikit perlawanan di babak kedua, gol Trevoh Chalobah tidak cukup. Chelsea lagi-lagi harus merasakan perasaan yang sama, yaitu pulang dengan tangan hampa.
2. Strategi Maresca yang Jadi Bumerang

Kartu merah Robert Sanchez secara otomatis merusak semua rencana permainan Enzo Maresca. Sang manajer pun dipaksa membuat keputusan cepat dan drastis.
Namun, keputusan yang ia ambil justru menjadi bumerang bagi timnya sendiri. Ia melakukan tiga pergantian pemain hanya dalam 21 menit pertama, sebuah rekor di Premier League.
Keputusan untuk menarik keluar Pedro Neto menjadi yang paling disorot. Padahal, kecepatan Neto seharusnya bisa menjadi senjata mematikan untuk skema serangan balik.
Akibatnya, Chelsea seperti kehilangan taring saat mereka mencoba mengejar ketertinggalan. Keputusan Maresca yang terburu-buru terbukti menjadi sebuah langkah yang keliru.
3. Masalah Kiper Kembali Menghantui

Setelah sempat tenang, isu mengenai posisi penjaga gawang utama Chelsea kini kembali menjadi sorotan panas. Penampilan horor di Old Trafford membuka kembali luka lama.
Robert Sanchez, yang sebenarnya tampil cukup solid di awal musim ini, mengalami sore yang kelam. Pelanggaran fatalnya terhadap Bryan Mbeumo yang berbuah kartu merah adalah sebuah kesalahan elementer.
Meskipun ia tampak tidak terima saat berjalan keluar lapangan, tidak ada alasan untuk memprotes keputusan itu. Itu adalah sebuah blunder yang sangat merugikan tim.
Sialnya, kiper pengganti, Filip Jorgensen, juga tidak tampil meyakinkan. Ia terlihat ragu-ragu dan turut andil dalam proses terciptanya gol kedua Manchester United.
Sumber: Standard.co.uk
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Petaka di Old Trafford: Robert Sanchez Ukir Rekor Memalukan, Chelsea Tak Harus Bangga Sih!
- Hasil Pertandingan Manchester United vs Chelsea: Drama Kartu Merah Warnai Kemenangan MU Atas The Blues
- Kisah Alejandro Garnacho di MU: Dari 'Calon Penerus Ronaldo' hingga Jadi Pemain Buangan, Kini Siap Balas Dendam Bareng Chelsea
- Statistik MU vs Chelsea: Rekor Unik Mbeumo, Benteng Old Trafford, Rivalitas Penuh Hasil Seri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Euforia Matheus Cunha Usai MU Kalahkan Chelsea
Liga Inggris 21 September 2025, 17:00
-
Berapa Laga yang Harus Dilewatkan Robert Sanchez Setelah Kartu Merah Lawan MU?
Liga Inggris 21 September 2025, 12:45
-
Alejandro Garnacho Jadi Bahan Ejekan Suporter MU di Old Trafford
Liga Inggris 21 September 2025, 11:37
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
-
Jose Mourinho Siapkan 'Kejutan' untuk Real Madrid
Liga Champions 17 Februari 2026, 14:52
-
'Kami Ingin Menang Karena Kami Juventus'
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:22
-
Tekad Juventus untuk Main Berani dan Mengejar Kemenangan di Markas Galatasaray
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:15
-
Galatasaray Sudah Siap untuk Laga yang Sangat Sulit Kontra Juventus
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:05
-
Prediksi Wolves vs Arsenal 19 Februari 2026
Liga Inggris 17 Februari 2026, 12:16
-
Prediksi Milan vs Como 19 Februari 2026
Liga Italia 17 Februari 2026, 11:34
-
Prediksi Olympiacos vs Leverkusen 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:16
-
Prediksi Club Brugge vs Atletico Madrid 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:02
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR