
Bola.net - Riccardo Calafiori ikut menjadi bagian penting dalam keberhasilan Arsenal merebut gelar Premier League musim ini. Setelah penantian selama 22 tahun, The Gunners akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.
Bagi bek asal Italia itu, momen ini terasa sangat spesial. Dalam waktu berdekatan, ia merayakan gelar juara sekaligus ulang tahunnya sendiri. Situasi itu membuat musim pertamanya di London terasa sulit dilupakan.
Meski suasana perayaan masih terasa, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Pasukan Mikel Arteta langsung mengalihkan fokus menuju final Liga Champions yang sudah menanti di depan mata.
Calafiori dan rekan-rekannya kini memburu trofi Eropa untuk melengkapi musim luar biasa mereka. Dalam wawancara bersama Sky Sport, ia pun bercerita soal perjalanan emosional yang dialaminya bersama Arsenal.
Hubungan Unik dengan Mikel Arteta

Calafiori mengaku proses adaptasinya berjalan lebih cepat berkat peran besar Mikel Arteta. Ia merasa sistem permainan Arsenal membuat setiap pemain bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
Di balik performa solid Arsenal musim ini, ada standar disiplin tinggi yang diterapkan sang pelatih. Calafiori mengaku hubungan mereka kadang berjalan unik, tetapi ia memahami semua tuntutan itu bertujuan untuk meningkatkan level permainannya.
"Kontribusi saya? Saya pikir saya telah memberikannya, saya melakukannya dengan baik. Manajer tahu hal itu, tetapi menurut saya di tim ini semua orang berhasil mengekspresikan diri mereka dengan cara terbaik," kata Calafiori.
"Saya tidak tahu apa yang dia lihat di dalam diri saya, tetapi saya mendengarkannya. Terkadang saya membencinya, terkadang saya menyayanginya," tambah Calafiori.
Sensasi Memastikan Juara Tanpa Bertanding

Arsenal memastikan gelar liga dengan cara yang tidak biasa. Mereka menjadi juara setelah Manchester City terpeleset, tanpa harus memainkan laga penentu sendiri di atas lapangan.
Bagi Calafiori, momen itu terasa semakin emosional karena terjadi tepat di hari ulang tahunnya. Ia menikmati semuanya dari depan layar televisi sambil berharap rival mereka gagal meraih kemenangan.
"Ulang tahun saya? Itu berjalan sangat baik, itu adalah sebuah pesta yang akan sulit untuk disamai," ungkap Calafiori.
"Apa yang saya pikirkan saat momen kemenangan itu? Itu sangat emosional, dalam beberapa hal bahkan lebih baik memenanginya seperti ini daripada di atas lapangan. Berdoa agar City kalah terasa sangat indah! Terkadang, ketika Anda menunggu sesuatu begitu lama, saat hal itu terwujud rasanya tidak seindah yang Anda bayangkan. Namun, memenanginya dengan cara seperti ini, menurut saya, jauh lebih indah," jelas Calafiori.
Membidik Trofi Liga Champions Melawan PSG

Setelah pesta juara liga mulai mereda, perhatian Arsenal kini sepenuhnya tertuju ke final Champions League melawan PSG. Kesempatan meraih dua trofi besar dalam satu musim jelas menjadi motivasi tambahan bagi skuad Arteta.
Calafiori menilai kepercayaan diri tim sedang berada di titik tertinggi. Mentalitas itu jadi modal penting sebelum menghadapi tim asuhan Luis Enrique di partai puncak Eropa.
"Ini masih terlihat seperti sebuah mimpi, saya tidak pernah membayangkannya sama sekali. Sekarang setelah saya berada di sini, saya berharap bisa mengangkat trofi yang satu lagi," tutur Calafiori.
Arsenal kini mulai menjalani persiapan intensif menjelang final. Duel melawan PSG dipastikan menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam perjalanan klub dalam beberapa tahun terakhir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Bidik Tijjani Reijnders dan Brahim Diaz
Liga Italia 22 Mei 2026, 09:43
-
Tanpa Liga Champions, Juventus Terancam Gagal Dapatkan Bernardo Silva
Liga Italia 21 Mei 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR