
Bola.net - Insiden indisipliner Pierre-Emerick Aubameyang pekan lalu mulai memunculkan suara-suara negatif. Auba dinilai tidak pantas jadi kapten Arsenal yang sebenar-benarnya.
Kasus indisipliner ini diduga terjadi beberapa saat sebelum duel Arsenal kontra Tottenham di Premier League pekan lalu. Auba seharusnya jadi starter untuk laga tersebut, tapi tiba-tiba dicadangkan Mikel Arteta sebelum laga dimulai.
Arteta pun menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan bentuk hukuman untuk kasus indisipliner yang dilakukan Aubameyang. Tidak dijelaskan bagaimana tindakan indisipliner tersebut, yang jelas cukup membuat seorang kapten dicadangkan.
Masalah itu memang sudah beres, Aubameyang kembali jadi starter. Namun, kasus ini membuat kredibilitas Auba sebagai kapten semakin diragukan. Mengapa begitu?
Bukan kapten yang tepat
Kasus Aubameyang ini pun diamati oleh Simon Jordan, analis Premier League. Dia melihat Aubameyang tidak pantas jadi kapten Arsenal, mengingat sebenarnya dahulu proses Auba mendapatkan ban kapten juga karena kasus Granit Xhaka.
"Saya kira dia [Aubameyang] bukanlah seorang kapten. Saya merasa ban kapten itu diberikan kepadanya karena performanya di lapangan, bukan karena kemampuannya sebagai pemimpin,"ujar Jordan kepada talkSPORT.
"Saya yakin ada kejadian yang lebih buruk di balik layar yang jadi alasan dia dihukum akhir pekan lalu. Jika tidak, berarti Arteta hanya bekerja seperti biasa."
"Jika ada, artinya Arteta telah membuat keputusan tepat," imbuhnya.
Hanya karena golnya
Menurut Jordan, Aubameyang dipilih jadi kapten hanya karena gol-golnya di laga penting. Kesalahan dan sikap Aubameyang pun jadi lebih dimaklumi karena gol-gol itu, yang masih sangat penting untuk Arsenal.
"Saya merasa Aubameyang terkadang terlihat seperti pemain yang dimaklumi karena bisa mencetak banyak gol," sambung Jordan.
"Memang itu bagian dari satu paket kemampuannya, tapi seharusnya ada standar lebih tinggi untuk seseorang seperti dia."
"Hanya itu yang saya minta darinya, yakni seorang pemain top yang seharusnya bersikap layaknya pemain top," tutupnya.
Sumber: talkSPORT
Baca ini juga ya!
- Akhirnya Jelas, Begini Kata Aubameyang Usai Dihukum karena Kasus Indisipliner
- Sudah Tahu Ada Bruno Fernandes, Van De Beek Keliru Sejak Awal Pilih Gabung Man United
- Kabar Baik untuk Liverpool, Origi Diminati Klub La Liga
- Usain Bolt Bicara Soal Transfer Manchester United, Fred Wajib Dijual
- Usain Bolt Sarankan Solskjaer Ubah Satu Hal di Manchester United, Apa Itu?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Upayakan Transfer Permanen Martin Odegaard
Liga Inggris 19 Maret 2021, 21:59
-
Saingi Manchester United, Arsenal Juga Kejar Jules Kounde
Liga Inggris 19 Maret 2021, 17:50
-
Data dan Fakta Premier League: West Ham vs Arsenal
Liga Inggris 19 Maret 2021, 16:07
LATEST UPDATE
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR