
Bola.net - Sepak pojok pendek sempat menjadi salah satu taktik yang paling tidak disukai dalam sepak bola modern. Ketika suporter berharap bola dikirim langsung ke kotak penalti, eksekusi pendek sering dianggap sia-sia karena jarang menghasilkan peluang nyata.
Musim ini pun menghadirkan tren berbeda. Banyak pertandingan, khususnya di Premier League, justru ditentukan oleh bola mati dari skema umpan silang langsung ke kotak penalti.
Di tengah dominasi pendekatan tersebut, Manchester City menghadirkan variasi yang berbeda. Dalam kemenangan 3-0 atas Chelsea, mereka justru mengandalkan sepak pojok pendek sebagai alat untuk mengecoh lawan dan itu berujung pada gol penting.
Pola Manipulasi City dari Situasi Corner

Di laga melawan Chelsea, upaya Manchester City mulai terlihat sejak peluang sudut pertama mereka. Rayan Cherki dan Jeremy Doku memainkan bola pendek sebelum mengarahkannya ke Bernardo Silva, meski hasil akhirnya belum membahayakan.
Meski begitu, pola yang sama mulai menunjukkan tujuan yang lebih jelas pada situasi berikutnya. Pergerakan Doku ke tengah sempat membuat Cole Palmer kehilangan fokus, sebelum kembali ke posisi awal untuk menerima umpan pendek dari Cherki.
Chelsea memang sempat menggagalkan peluang tersebut, tetapi pola ini memperlihatkan bagaimana City mencoba mengganggu konsentrasi lawan melalui gerakan tanpa bola dan perubahan arah yang cepat.
Taktik itu terus diulang. City beberapa kali bergantian antara sepak pojok langsung dan pendek, menjaga ketidakpastian di lini pertahanan Chelsea dan memaksa mereka terus beradaptasi dalam waktu singkat.
Momen Kunci: Tipuan Cherki dan Gol Kedua

Situasi paling menentukan datang di babak kedua. Setelah sebuah sepak pojok Man City gagal dan bola keluar, Cherki dengan cepat mengambil bola baru dan mengeksekusi sebelum pertahanan lawan siap sepenuhnya.
Dalam momen itu, Doku kembali menjadi target umpan pendek. Palmer berusaha menutupnya, tetapi tidak mendapat dukungan langsung, menciptakan situasi satu lawan satu yang berisiko tinggi menghadapi dribbler terbaik liga musim ini.
Beberapa menit kemudian, skema serupa kembali digunakan, kali ini dengan variasi lebih kompleks. Cherki melakukan serangkaian gerakan tipu sebelum akhirnya mengeksekusi umpan pendek yang membuka ruang di sisi lapangan.
Pergerakan pemain Chelsea yang terpecah menjadi celah. Malo Gusto tertarik keluar dari posisinya, sementara Joao Pedro bergerak menutup Cherki, membuka jalur umpan yang dimanfaatkan untuk mengirim bola kepada Marc Guehi di tiang jauh yang berujung gol.
Mengapa Corner Pendek Jadi Efektif?
Skema Man City yang berhasil menunjukkan dua keuntungan utama dari sepak pojok pendek. Pertama, kehadiran satu pemain tambahan di dekat pengambil corner memaksa lawan mengirim lebih dari satu pemain untuk menutup ruang, sehingga melemahkan penjagaan di area tengah.
Kedua, perubahan posisi pemain bertahan membuat mereka kehilangan orientasi terhadap lawan yang harus dijaga. Saat fokus bergeser, celah kecil bisa terbuka dan dimanfaatkan secara maksimal.
Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan tim bertahan menghadapi arah bola sepak pojok yang melengkung ke dalam. Ketika pola yang dihadapi berbeda, respons mereka tidak selalu optimal.
Perubahan ini juga tercermin dalam statistik permainan City. Sebelum Februari, mereka hanya mencatat rata-rata 0,4 sepak pjok pendek per laga. Namun, dalam delapan pertandingan terakhir, angka itu meningkat menjadi 1,5 per pertandingan, menandakan pergeseran pendekatan yang signifikan.
Jangan Lewatkan!
- Meski Terpeleset, Bruno Fernandes Optimistis MU Bakal Lolos ke Liga Champions Musim Depan
- Soal Kontroversi Kartu Merah Lisandro Martinez, Kapten MU: Kalau Saya Bicara, Bisa Berabe!
- Ini Biang Kerok Kekalahan MU dari Leeds United: Bukan Kartu Merah Martinez!
- Kalah dari Leeds, Michael Carrick Sebut MU Didzalimi Wasit dan VAR!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tidak Akan Bisa Jadi Man City
Liga Inggris 14 April 2026, 10:46
-
Cara Cerdik Man City Kalahkan Chelsea: Ada Rahasia di Sepak Pojok
Liga Inggris 14 April 2026, 09:45
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR