Casemiro Sukses Bungkam Keraguan Ruben Amorim dan Jamie Carragher Sebelum Tinggalkan Manchester United

Casemiro Sukses Bungkam Keraguan Ruben Amorim dan Jamie Carragher Sebelum Tinggalkan Manchester United
Pemain Manchester United, Casemiro, berdiri kecewa di lapangan usai laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United dipastikan akan kehilangan salah satu gelandang paling berpengalaman mereka. Casemiro resmi mengumumkan akan meninggalkan Old Trafford setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026, sekaligus mengakhiri empat tahun perjalanan yang penuh dinamika bersama Setan Merah.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Casemiro melalui sebuah pesan emosional pada Kamis lalu. Kapten Timnas Brasil itu menilai inilah momen yang tepat untuk berpisah, setelah melalui fase naik-turun yang menguji mental dan kualitasnya sebagai pemain top.

Didatangkan dari Real Madrid pada musim panas 2022 dengan nilai transfer mencapai 60 juta poundsterling, Casemiro sempat menjadi sosok sentral dalam kebangkitan Manchester United. Pada musim debutnya, ia langsung menjelma menjadi pahlawan lini tengah berkat pengalaman, ketenangan, dan mental juara yang dibawanya dari Santiago Bernabeu.

1 dari 4 halaman

Kritik untuk Casemiro

Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Namun, perjalanan Casemiro di Old Trafford tidak selalu mulus. Penurunan performa pada musim 2023/24 hingga awal 2024/25 membuatnya menjadi sasaran kritik tajam. Sejumlah pihak bahkan menilai kariernya di level tertinggi sudah mendekati akhir.

Salah satu kritik paling keras datang dari legenda Liverpool, Jamie Carragher. Usai penampilan buruk Casemiro kontra Crystal Palace pada Mei 2024, Carragher menyebut sang gelandang sudah “ditinggalkan oleh sepak bola” dan menyarankan agar ia segera meninggalkan level elite.

Keraguan juga sempat datang dari pelatih Ruben Amorim. Pada awal musim 2024/25, Amorim mengakui Casemiro berada di urutan terakhir dalam daftar gelandang pilihannya. Situasi tersebut semakin menegaskan betapa terpuruknya posisi sang pemain saat itu.

2 dari 4 halaman

Jawaban Berkelas Casemiro

Selebrasi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Bournemouth, Selasa (16/12/2025) (c) AP Photo/Jon Super

Selebrasi Casemiro usai mencetak gol ke gawang Bournemouth, Selasa (16/12/2025) (c) AP Photo/Jon Super

Namun, Casemiro memilih menjawab kritik dengan kerja keras, bukan kata-kata. Perlahan tapi pasti, ia bangkit. Di bawah arahan Amorim, Casemiro kembali menemukan performa terbaiknya.

Casemiro pun menjadi bagian krusial dalam perjalanan Manchester United menuju final Liga Europa. Di Premier League musim ini, perannya kembali tak tergantikan.

Amorim pun mengakui perubahan besar tersebut. Ia menyebut Casemiro sebagai contoh nyata profesionalisme dan mental pejuang. Dari pemain yang sempat tersingkir, Casemiro kini kembali menjadi pilar utama sekaligus dipanggil kembali ke tim nasional Brasil.

3 dari 4 halaman

Casemiro Pergi di Waktu yang Tepat

Selebrasi Bryan Mbeumo dan Casemiro bersama pemain Manchester United di laga melawan Man City, Sabtu 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi Bryan Mbeumo dan Casemiro bersama pemain Manchester United di laga melawan Man City, Sabtu 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Memasuki usia senja bagi pesepak bola, Casemiro justru tampil lebih bugar, cepat, dan tajam dibanding beberapa musim sebelumnya. Meski begitu, keputusannya untuk pergi dinilai sangat tepat. Bertahan lebih lama berpotensi merusak kenangan manis yang kembali terbangun antara dirinya dan publik Old Trafford.

Faktor finansial juga menjadi pertimbangan. Dengan gaji besar yang dimilikinya, Manchester United dan Casemiro diyakini sulit menemukan titik temu untuk perpanjangan kontrak. Mengumumkan perpisahan lebih awal memberi ruang bagi klub dan pemain untuk menutup kisah ini dengan cara terhormat.

Kini, Casemiro akan menjalani 16 pertandingan terakhirnya bersama Manchester United. Ia berjanji akan memberikan segalanya demi membantu tim mengamankan tiket Liga Champions, sekaligus menutup babak penting dalam kariernya dengan kepala tegak.

Sorak sorai dari Stretford End kembali menggema menyanyikan namanya. Jika ini adalah akhir, maka Casemiro memastikan ia pergi bukan sebagai pemain yang meredup, melainkan sebagai sosok yang bangkit, membungkam keraguan, dan meninggalkan warisan yang akan terus dikenang.

Sumber: United In Focus


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL