
Bola.net - Bintang Liverpool, Thiago Alcantara mengaku bahwa dirinya membenci sepak bola modern dan dari awal selalu menentang penggunaan teknologi VAR dalam permainan si kulit bundar.
Thiago merupakan putra dari Mazinho, mantan bintang Timnas Brasil. Menariknya, Thiago memilih untuk membela Spanyol di level internasional. Pemain 30 tahun itu kini tengah berkonsentrasi memperkuat La Roja di pentas Euro 2020.
Di level klub, Thiago merupakan jebolan akademi terkenal milik Barcelona, La Masia. Setelah sempat sukses menembus tim utama Barca, Thiago hengkang menuju Bayern Munchen dan sejak musim kemarin bergabung dengan Liverpool.
Pengakuan Thiago
Thiago mengakui bahwa dirinya adalah seseorang yang 'kuno' dalam sepak bola. Dengan jujur Thiago mengaku ia membenci sepak bola modern, apalagi dengan adanya VAR.
"Pelatih bisa berkomunikasi dengan kami lebih baik, pemain bisa lebih berkomunikasi satu sama lain. Anda kehilangan daya saing tetapi mengembangkan aspek lain. Pergantian ekstra berarti tim yang bertahan, bertahan hingga menit ke-90; tim yang menekan Anda, menekan Anda sampai akhir," ujar Thiago kepada The Guardian.
"Saya memiliki mentalitas 'benci sepak bola modern'; sikap saya lebih klasik. Dan kemudian ada VAR, yang selalu saya lawan. Ini menghilangkan esensi, ketidakjujurannya," tambah Thiago.
“Kami membuat kesalahan ketika kami bermain, wasit juga harus membuat kesalahan. Banyak momen mistis yang tidak akan ada [dengan VAR]. Dan ketika Anda mencetak gol, bahkan gol brilian dari garis tengah, Anda menunggu. Berpikir: ' Saya harap tidak ada pelanggaran dalam prosesnya, saya harap tidak ada offside, saya harap'." tukasnya.
Penilaian Thiago
Lebih lanjut, Thiago menjelaskan sejumlah aspek yang mengalami perubahan cukup signifikan dalam permainan sepak bola modern. Yang paling terasa adalah soal ritme serta kontak fisik.
"Kecepatannya berbeda, ritme yang berbeda: lebih cepat, lebih banyak fisik. Sosok No. 10 hampir menghilang. Kita melihat lebih sedikit sihir, lebih sedikit fantasi. Pesepakbola melakukan lebih banyak tetapi lebih cepat. Tidak perlu menggiring bola karena Anda berlari," tutur Thiago.
"Pemain lebih berkembang dalam segala hal. Anda kehilangan pemain yang berbeda, yang 'bernafas'; playmaker yang lebih lambat bahkan jika dia memiliki teknik yang luhur tidak mendapatkan kesempatan untuk berbalik," imbuhnya.
"Kami yang tidak begitu cepat dengan kaki kami harus lebih cepat di kepala kami. Ini seperti apa pun dalam hidup: adaptasi. Segalanya terus bergerak. Sepak bola berubah terus-menerus, diekspresikan secara berbeda." tandasnya.
Sumber: The Guardian
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Video: Spanyol Ditahan Imbang Polandia 1-1 di Grup E Euro 2020
Piala Eropa 20 Juni 2021, 05:35
-
Man of the Match Spanyol vs Polandia: Jordi Alba
Piala Eropa 20 Juni 2021, 04:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Fiorentina 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 17:00
-
Live Streaming Braga vs Betis - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 16:45
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 9 April 2026
Liga Champions 8 April 2026, 15:55
-
PSG vs Liverpool: Move On, The Reds!
Liga Champions 8 April 2026, 14:31
-
Prediksi Porto vs Nottingham Forest 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 14:05
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR