
Bola.net - Hidup Kobbie Mainoo berubah dalam waktu singkat. Tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain bersama Ruben Amorim, kedatangan Michael Carrick mengubah nasibnya. Di bawah arahan Carrick, Kobbie Mainoo menjadi sosok penting di lini tengah Setan Merah.
Karier Mainoo memang sempat meredup dan mengalami masa sulit musim ini. Pemain berbakat tersebut sempat terpinggirkan dari rencana besar pelatih sebelumnya, Ruben Amorim.
Situasi tersebut membuat sang pemain merasa tidak nyaman di Old Trafford. Ia bahkan sempat berniat untuk mencari klub baru demi menit bermain.
Namun kedatangan Carrick mengubah segalanya bagi masa depan pemain timnas Inggris itu. Kepercayaan sang manajer dibayar tuntas dengan performa yang sangat luar biasa di lapangan.
Keputusan Mudah Carrick

Carrick mengaku tidak kesulitan saat harus memutuskan untuk memainkan Mainoo kembali. Baginya kualitas sang pemain muda sudah sangat jelas terlihat sejak lama sekali.
Kehadiran Mainoo terbukti memberikan dampak instan bagi kestabilan lini tengah Setan Merah. United kini berhasil mencatatkan rekor lima laga tidak terkalahkan di liga.
"Saya sudah mengenal Kobbie sejak dia masih berusia tiga belas tahun. Saya mulai bekerja dengannya saat saya sedang mengambil lisensi kepelatihan," ujar Michael Carrick kepada BBC Sport.
"Jadi saya rasa mengenal dia dan memiliki pengalaman bersamanya adalah kunci utama. Saya melihatnya tampil di level tinggi pada kesempatan-kesempatan besar," sambungnya.
Talenta Luar Biasa Mainoo

Pengalaman masa lalu membuat Carrick sangat memahami potensi besar yang dimiliki oleh Mainoo. Ia memuji ketangguhan mental sang pemain meski usianya masih sangat muda.
Banyak orang sering lupa bahwa gelandang berbakat ini sebenarnya masih berusia belia. Namun ia mampu mengatasi tekanan besar bermain untuk klub sebesar Manchester United.
"Apa yang telah dilakukan Kobbie pada usia semuda itu benar-benar sangat luar biasa. Kita sering kali lupa betapa mudanya dia saat ini," kata Michael Carrick.
"Saya adalah penggemar berat saat melihatnya bermain dan tahu kemampuannya. Jadi sebenarnya bukan keputusan besar bagi saya untuk memainkannya," tegasnya.
Proses Mengembalikan Ritme Bermain

Mainoo sempat kehilangan sentuhan terbaiknya karena jarang mendapatkan kesempatan bermain sebelumnya. Carrick menyadari bahwa mengembalikan performa terbaik membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra.
Saat ini sang manajer fokus membiarkan Mainoo bermain dengan lepas di lapangan. Ia ingin sang pemain menemukan kembali naluri dan kenyamanan saat mengolah bola.
"Sangat tidak mudah menemukan ritme dan performa saat Anda sudah lama tidak bermain. Ada hal-hal yang bisa dia tingkatkan dan diperbaiki lagi," ungkap Michael Carrick.
"Namun kami belum benar-benar mulai mengerjakan aspek tersebut kepada sang pemain. Kami membiarkannya mengalir dan menemukan kembali ritme bermain sepak bola lagi," jelasnya.
Kebebasan Bermain di Lapangan
Instruksi yang diberikan Carrick kepada Mainoo saat ini tergolong sangat sederhana sekali. Ia tidak ingin membebani pikiran pemain muda itu dengan banyak taktik rumit.
Beberapa arahan mengenai posisi tetap diberikan agar permainan tim tetap seimbang. Selebihnya Carrick sangat percaya pada bakat alami yang dimiliki oleh didikan akademinya.
"Saya sangat sadar untuk tidak memberinya instruksi yang terlalu banyak kepadanya. Hanya beberapa petunjuk kecil dan sedikit hal mengenai posisi pemain," tutur Michael Carrick.
"Saya sangat percaya pada jati diri yang dia miliki sekarang. Dia adalah pesepak bola fantastis dan memiliki bakat yang sangat besar," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Beri Sinyal Siap Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:34
-
Dari Nyaris Hengkang Hingga Tak Tergantikan, Keajaiban Mainoo di Tangan Carrick
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:18
-
Jelang Everton vs Man Utd, Michael Carrick Ungkap Kondisi Mason Mount
Liga Inggris 20 Februari 2026, 20:54
-
Michael Carrick Ungkap Momen Dapat Tawaran Latih Manchester United
Liga Inggris 20 Februari 2026, 20:39
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 20:28
LATEST UPDATE
-
Prediksi Atalanta vs Napoli 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:58
-
Prediksi Barcelona vs Levante 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 03:37
-
Michael Carrick Beri Sinyal Siap Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:34
-
Prediksi Roma vs Cremonese 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:32
-
Dari Nyaris Hengkang Hingga Tak Tergantikan, Keajaiban Mainoo di Tangan Carrick
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:18
-
Prediksi Tottenham vs Arsenal 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:12
-
Prediksi PSG vs Metz 22 Februari 2026
Liga Eropa Lain 21 Februari 2026, 03:05
-
Prediksi Man City vs Newcastle 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Lecce vs Inter 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 00:00
-
Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan Usai Cedera Otot
Liga Italia 20 Februari 2026, 23:57
-
Bek Barcelona Ini Tegaskan Tak Akan Pernah Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:43
-
Gavi Kian Dekat Kembali, Barcelona Dapat Kabar Baik dari Ruang Medis
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:29
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






















KOMENTAR