Di Balik Kepergian Pep Lijnders dari Manchester City dan Permintaan Guardiola

Di Balik Kepergian Pep Lijnders dari Manchester City dan Permintaan Guardiola
Asisten pelatih Manchester City, Pepijn Lijnders memberi instruksi saat melawan Liverpool di perempat final Piala FA, 4 April 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Pep Lijnders resmi meninggalkan Manchester City setelah hanya kurang dari satu musim bekerja bersama Josep Guardiola. Mantan asisten Jurgen Klopp itu memilih pergi karena ingin kembali menetap bersama keluarganya di Belanda.

Keputusan tersebut diambil ketika Manchester City mulai bersiap menyusun staf baru menyusul perubahan di kursi pelatih. Selain Lijnders, sejumlah staf lain seperti Kolo Toure, Lorenzo Buenaventura, Manel Estiarte, dan Xabi Mancisidor juga meninggalkan klub.

Lijnders mengakui sejak awal pekerjaannya di City memang bukan proyek jangka panjang. Ia dan keluarganya sudah sepakat bahwa kembali tinggal lama di Inggris bukan lagi pilihan utama.

Situasi itu kemudian membuka cerita baru mengenai bagaimana Guardiola meyakinkannya bergabung ke Etihad, termasuk tiga hal penting yang diinginkan sang manajer untuk membangun ulang Manchester City.

1 dari 3 halaman

Ajakan Guardiola

Pepijn Lijnders menjadi caretaker Manchester City saat menghadapi Liverpool di perempat final FA Cup 2025/2026 (c) AP Photo/Jon Super

Pepijn Lijnders menjadi caretaker Manchester City saat menghadapi Liverpool di perempat final FA Cup 2025/2026 (c) AP Photo/Jon Super

Lijnders mengungkap Guardiola menghubunginya pada Mei tahun lalu. Dalam pembicaraan tersebut, pelatih asal Spanyol itu menjelaskan ambisinya membentuk kembali Manchester City untuk terakhir kali.

Menurut Lijnders, Guardiola juga sudah mendapat restu dari Klopp sebelum melakukan pendekatan. Selain itu, Guardiola menegaskan bahwa kontraknya di City hanya tersisa dua tahun sehingga proyek tersebut tidak dirancang untuk jangka panjang.

"Ketika Pep menelepon saya pada Mei tahun lalu, saya langsung terbuka dengan tawaran itu. Dia mengatakan ingin membangun Manchester City yang baru sekali lagi," ujar Lijnders kepada AD.

"Dia juga mengatakan kontraknya tinggal dua tahun lagi. Jadi ini bukan proyek jangka panjang dan dia bertanya apakah itu menjadi masalah bagi saya," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Tiga Hal yang Diminta Guardiola

Dalam proses perekrutan itu, Guardiola disebut memiliki tiga kebutuhan utama untuk staf pelatihnya. Ia ingin seseorang yang bisa memberinya ide-ide baru dan berbeda.

Selain itu, Guardiola menginginkan gaya bermain yang lebih agresif agar timnya mampu bersaing di Premier League yang semakin mengandalkan fisik. Inovasi dalam sesi latihan juga menjadi perhatian utama pelatih asal Spanyol tersebut.

"Guardiola mencari tiga hal secara khusus. Dia ingin pelatih yang bisa menantangnya dengan ide-ide baru, gaya bermain yang lebih agresif, dan inovasi di lapangan latihan," kata Lijnders.

Ia juga menggambarkan Guardiola sebagai sosok yang sangat detail dalam mempersiapkan pertandingan. Menurutnya, setiap rencana laga dipersiapkan dengan ketelitian luar biasa dari pagi hingga malam.

3 dari 3 halaman

Faktor Keluarga Jadi Penentu Keputusan

Meski mendapat tawaran untuk tetap bertahan di struktur baru Manchester City, Lijnders akhirnya memilih pulang ke Belanda. Ia menilai keluarganya membutuhkan tempat tinggal yang lebih permanen.

Lijnders mengatakan dirinya tidak ingin kembali menjalani kehidupan jangka panjang di Inggris. Karena itu, ia merasa waktunya di Manchester City memang cukup sampai satu musim.

"Saya dan istri ingin memberikan tempat tinggal tetap untuk anak-anak kami yang terus tumbuh. Pindah kembali ke Inggris dalam waktu lama bukan lagi pilihan," ujar Lijnders.

"Tanpa keluarga, saya juga tidak akan menjalani musim kedua di sana," tambahnya.

Manchester City sendiri telah memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh staf yang pergi pada musim panas ini dan berharap mereka sukses dalam perjalanan karier berikutnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL