
Bola.net - Eks gelandang Arsenal Paul Merson mengatakan jika Liverpool diberikan gelar juara Premier League lebih dini maka hal itu secara matematis akan terasa janggal.
Liverpool tampil superior pada musim ini. Mereka melanjutkan performanya yang apik sejak musim lalu.
Di sisi lain, pesaing mereka yakni Manchester City, sang juara bertahan, kolaps. Tim asuhan Josep Guardiola itu kerap kehilangan poin dan membuat mereka sempat digusur oleh Leicester City di peringkat kedua.
Namun kini City mampu naik lagi ke peringkat kedua. Namun mereka tetap tertinggal 25 poin dari Liverpool.
Liverpool sendiri sekarang ini cuma butuh dua laga saja untuk bisa mengunci gelar juara liga. Mereka tinggal memenangkan laga lawan Everton dan Crystal Palace.
Secara Matematis Belum Menang
Saat ini kompetisi Premier League dihentikan sementara karena adanya pandemi Virus Corona. Rencananya liga akan dimulai lagi pada awal April.
Namun kemudian beredar kabar bahwa bisa saja kompetisi bisa ditunda lebih lama atau dihentikan. Dari situ terbelah opini terkait status Liverpool; ada yang menganggap mereka layak diberi gelar juara dan ada yang menganggap sebaliknya
"Semuanya baik-baik saja mengatakan Liverpool jelas unggul 25 poin, tetapi jika saya bermain snooker dengan pasangan saya besok, dan saya membutuhkan 25 snooker untuk menang, dan ia berkata: 'Pertandingan telah selesai, tidak ada gunanya bermain!' - untuk satu atau dua minggu ke depan, saya akan mengatakan: "Tapi saya bisa memenangkan itu!" ucapnya pada Sky Sports.
"Saya merasa bersimpati untuk mereka, menunggu 30 tahun untuk mendapatkan gelar. Jika itu Manchester City dengan 25 poin yang jelas, tidak ada yang akan peduli! Karena mereka sudah pernah memenangkannya. Tim ini belum memenangkannya selama 30 tahun! Ini seperti sebuah film," serunya.
"Saya benar-benar merasa bersimpati pada mereka; bahkan jika Anda memberi mereka gelar juara liga sekarang, secara matematis itu belum dimenangkan. Saya tahu mereka pada dasarnya telah memenangkannya, kita semua tahu itu, tetapi tidak sama! Sangat disayangkan," cetus Thompson.
Main Tanpa Penonton
Phil Thompson kemudian memberikan masukan jika Premier League memang akan dihentikan. Ia menyarankan pada pengelola liga agar memainkan semua laga tersisa dengan tanpa dihadiri penonton.
"Apa yang harusnya bisa kita lakukan adalah menempatkan setiap klub ke dalam isolasi penuh selama beberapa minggu, dan dalam waktu beberapa minggu, kita akan memulai liha lagi. Kita menguji semuanya [pemain] setelah beberapa minggu itu, lalu kita memainkan semua laga di balik pintu tertutup. Semua laga akan ditayangkan di semua waktu yang berbeda. Tapi ini masih merupakan solusi kacau," ujarnya.
"Saya tidak berpikir Anda dapat memiliki 22 tim, mempromosikan West Brom dan Leeds dan kemudian menurunkan lima klub tahun depan. Dan jika mereka menyatakan musim batal dan tidak berlaku, apa yang akan mereka lakukan - mengembalikan tiket musiman kepada semua orang karena musim pada dasarnya liga tidak pernah terjadi?"
(sky sports)
Baca Juga:
- Begini Penampakan Klasemen EPL 5 Musim Terakhir jika Hanya Berjalan hingga Pekan ke-29
- Solusi Untuk Premier League Musim 2019-20: Liverpool Juara dan Tanpa Degradasi
- 'Pandemi Corona Seperti Perang Dunia, Premier League Bisa Dibatalkan'
- Shearer: Liverpool Tak Bisa Juara Jika Musim Tak Tuntas
- Jika Musim Tidak Dilanjutkan, Sepak Bola Inggris Terancam Kerugian Rp183 Triliun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Arsenal Ini tak Setuju Jika Liverpool Diberi Gelar Juara Lebih Dini
Liga Inggris 16 Maret 2020, 22:19
-
Virus Corona Merebak, FA Cup 2019/2020 Bakal Dibatalkan?
Liga Inggris 16 Maret 2020, 16:10
-
5 Raja Assist di Liga Top Eropa Musim Ini
Editorial 16 Maret 2020, 15:27
-
Perkembangan Arsenal, Cara Mikel Arteta Bantah Tudingan Menjiplak Guardiola
Liga Inggris 16 Maret 2020, 13:30
LATEST UPDATE
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR