Arsenal Mulai Tersendat: Tujuh Poin Hilang, Alarm Bahaya di Puncak Premier League

Arsenal Mulai Tersendat: Tujuh Poin Hilang, Alarm Bahaya di Puncak Premier League
Reaksi kecewa Declan Rice dkk. dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) (AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Arsenal memasuki fase krusial musim Premier League dengan posisi yang masih memimpin klasemen. Namun, jarak aman yang sempat terbentuk perlahan mulai tergerus oleh hasil-hasil yang tidak maksimal.

Dua hasil imbang beruntun, termasuk saat melawat ke markas tim juru kunci, memperlihatkan pola yang mulai mengkhawatirkan. Arsenal tidak hanya gagal menang, tetapi juga kehilangan poin dari situasi yang seharusnya bisa dikunci.

Dalam lima pertandingan terakhir, tujuh poin melayang dari genggaman. Di tengah ketatnya persaingan, situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang ketahanan mental dan ketajaman Arsenal di momen penentuan.

1 dari 3 halaman

Keunggulan yang Tak Lagi Aman

William Saliba berebut bola dengan Tolu Arokodare dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

William Saliba berebut bola dengan Tolu Arokodare dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Arsenal kembali kehilangan poin setelah ditahan imbang Wolves 2-2 di Molineux, meski sempat unggul dua gol. Hasil ini membuat mereka tercatat sebagai tim dengan kehilangan poin terbanyak ketiga dari posisi unggul di Premier League musim ini.

Secara konteks, laga tersebut seharusnya menjadi milik Arsenal. Wolves berada di dasar klasemen dengan sembilan poin, dan keunggulan 2-0 selepas menit ke-56 semestinya cukup untuk mengamankan kemenangan.

Namun, satu gol balasan membuka celah, sebelum penyama kedudukan di masa tambahan waktu meruntuhkan kendali Arsenal. Ini bukan insiden tunggal, melainkan kelanjutan dari tren yang mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam lima laga terakhir, Arsenal hanya menang dua kali dan gagal mengamankan hasil di tiga pertandingan lain. Tujuh poin hilang dari posisi unggul menjadi sinyal bahwa keunggulan tidak lagi identik dengan kontrol penuh.

2 dari 3 halaman

Fondasi Kuat, Serangan Terbatas

Andre dan Noni Madueke berebut bola dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Andre dan Noni Madueke berebut bola dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Sepanjang musim, Arsenal membangun persaingan gelar lewat disiplin bertahan dan efisiensi. Pendekatan ini sering kali cukup untuk mengamankan kemenangan tipis, terutama lewat bola mati.

Namun, ketergantungan pada pendekatan defensif membatasi konsistensi peluang di sepertiga akhir. Ketika margin gol tipis, satu momen dari lawan kerap cukup untuk mengubah hasil.

Pertandingan-pertandingan dengan skor rendah memperbesar risiko kehilangan poin. Arsenal tidak selalu punya ruang untuk kesalahan kecil, terutama saat gagal mematikan laga lebih awal.

Situasi ini terlihat jelas saat menghadapi Wolves, ketika Arsenal unggul tetapi gagal mengontrol tempo dan emosi permainan. Lawan yang tertekan justru menemukan ruang untuk bangkit.

3 dari 3 halaman

Tekanan Mental di Tahap Penentuan

Dengan 58 poin, Arsenal masih unggul lima poin atas Manchester City, tetapi sang juara bertahan masih memiliki satu laga dan pertemuan langsung di Etihad Stadium. Keunggulan klasemen kini terasa rapuh.

Sejarah juga menambah beban psikologis. Tiga musim terakhir sebagai runner-up, dua di antaranya di bawah Pep Guardiola, menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari.

Mikel Arteta mengakui timnya pantas menerima kritik setelah performa yang menurun. Ia menekankan bahwa jawaban hanya bisa diberikan lewat reaksi di lapangan, bukan pernyataan.

Ujian berikutnya datang cepat, dengan derbi London melawan Tottenham dan Chelsea. Di fase ini, setiap kehilangan poin berpotensi menggeser kendali perburuan gelar dari tangan Arsenal.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL