Enzo Maresca Bela Klaim Elliot Anderson: Manchester City Raja Manchester

Enzo Maresca Bela Klaim Elliot Anderson: Manchester City Raja Manchester
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Enzo Maresca membela pernyataan Elliot Anderson yang menyebut Manchester City sebagai "raja Manchester" menjelang Derby Manchester. Maresca memahami alasan gelandang Inggris tersebut membuat klaim itu setelah melihat dominasi City dalam beberapa tahun terakhir.

Anderson melontarkan pernyataan tersebut setelah menyelesaikan kepindahan senilai 116 juta pounds dari Nottingham Forest pada musim panas. Pemain berusia 23 tahun itu kini bersiap menjalani derby pertamanya ketika Manchester City bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United, Minggu (13/9/2026) malam WIB.

Maresca mengakui Manchester United memiliki sejarah yang lebih besar jika melihat perjalanan kedua klub secara keseluruhan. Namun, dia juga bisa memahami sudut pandang generasi muda yang tumbuh ketika Manchester City sedang berada di puncak.

Selain membahas klaim Anderson, Maresca juga mendapat kabar positif dari kondisi skuadnya. Nico O'Reilly sudah pulih dari masalah punggung, sedangkan Jeremy Doku masih harus menepi karena cedera betis.

1 dari 5 halaman

Maresca Pahami Klaim Elliot Anderson

Elliot Anderson resmi bergabung dengan Manchester City. (c) Man City

Elliot Anderson resmi bergabung dengan Manchester City. (c) Man City

Anderson tumbuh ketika Manchester City berada dalam periode kesuksesan yang sangat kuat. Karena itu, Maresca menilai wajar apabila sang gelandang memiliki pandangan bahwa City merupakan kekuatan utama di Manchester.

Maresca tetap mengakui gambaran sejarah kedua klub akan berbeda jika ditarik jauh ke belakang. Namun, pengalaman yang dialami Anderson selama masa pertumbuhannya membuat pernyataannya mengenai City bisa dipahami.

"Mungkin alasan Elliot mengatakan itu adalah karena dia tumbuh dalam 15 tahun terakhir. Saya pikir Manchester City luar biasa dalam pencapaian yang mereka raih," ujar Maresca.

"Jadi wajar ketika Elliot mengatakan itu. Jika Anda melihat ke belakang, gambarnya berbeda, tetapi bagi saya alasan Elliot mengatakan itu adalah karena ketika dia tumbuh besar, Manchester City sedang dominan," lanjut Maresca.

2 dari 5 halaman

Maresca Antusias Jalani Derby

Pelatih Manchester City Enzo Maresca memberi isyarat dalam laga Liga Champions antara Porto vs Man City di Porto, Portugal, Selasa, 8 September 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Pelatih Manchester City Enzo Maresca memberi isyarat dalam laga Liga Champions antara Porto vs Man City di Porto, Portugal, Selasa, 8 September 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Pertandingan ini menjadi derby pertama Maresca sejak menggantikan Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City. Meski demikian, dia bukan sosok yang asing dengan laga tersebut karena sebelumnya pernah bekerja dalam staf kepelatihan City.

Maresca juga telah merasakan sejumlah derby dalam perjalanan kariernya. Karena itu, dia memahami atmosfer pertandingan semacam ini dan mengaku menantikan kesempatan kembali terlibat di dalamnya.

"Kami tahu betapa pentingnya sebuah derby, terutama di sini, bagi klub, bagi para suporter, bagi semua orang," ujar Maresca.

"Ini adalah pertandingan spesial dan hal terpenting yang bisa kami lakukan adalah berusaha menjadi diri kami sendiri, dengan cara yang telah kami lakukan sampai hari ini. Setelah itu, kita akan melihat hasil akhirnya," lanjut Maresca.

3 dari 5 halaman

Fokus Maresca Tetap pada Rencana Permainan

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, dalam pertandingan Premier League melawan Coventry City, Sabtu (5/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, dalam pertandingan Premier League melawan Coventry City, Sabtu (5/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Maresca menyebut dirinya sudah terlibat dalam berbagai pertandingan derby sepanjang karier. Dia bahkan menilai duel Olympiakos melawan Panathinaikos sebagai salah satu derby dengan atmosfer paling berat yang pernah dirasakannya.

Meski atmosfer Old Trafford akan berbeda, Maresca tidak ingin para pemain kehilangan fokus. Menurutnya, rencana permainan harus tetap menjadi perhatian utama agar Manchester City memiliki peluang meraih kemenangan.

"Saya sudah terlibat dalam beberapa pertandingan. Saya berjanji kepada Anda, yang terburuk adalah Olympiakos-Panathinaikos. Saya pernah berada di Italia dalam Juventus-Torino, Sevilla-Betis, sebagai manajer bersama Chelsea, dan berbagai pertandingan lainnya," kata Maresca.

"Saya tahu Old Trafford cukup berbeda, tetapi fokus utama para pemain harus pada pertandingan, bagaimana kami bisa menang, bagaimana kami bisa melakukan pressing, bagaimana kami bisa menjadi lebih baik. Saya menyukai pertandingan seperti ini, saya menyukainya," tegas Maresca.

4 dari 5 halaman

Maresca Tidak Khawatir Soal Waktu Istirahat

Pemain Manchester City Erling Haaland (kanan) merayakan gol bersama Enzo Fernandez dalam laga Liga Champions antara Porto vs Man City di Porto, Portugal, Selasa, 8 September 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Pemain Manchester City Erling Haaland (kanan) merayakan gol bersama Enzo Fernandez dalam laga Liga Champions antara Porto vs Man City di Porto, Portugal, Selasa, 8 September 2026 (c) AP Photo/Luis Vieira

Manchester City memiliki waktu istirahat dua hari lebih banyak dibandingkan Manchester United sebelum derby. City bermain melawan Porto pada Selasa, sedangkan MU baru menjalani pertandingan kontra Sabah pada Kamis.

Maresca tidak menganggap perbedaan waktu pemulihan tersebut akan memberikan pengaruh besar. Dia yakin Manchester United tetap akan datang dalam kondisi siap menghadapi pertandingan.

"Kadang-kadang hal seperti itu terjadi dalam sepak bola. Saya tidak ragu bahwa Manchester United akan siap," ujar Maresca.

"Yang penting adalah beradaptasi. Itu terjadi pada kami tahun lalu, musim ini terjadi pada mereka. Musim depan hal itu akan terjadi pada tim yang berbeda," pungkas Maresca.

Sumber: ESPN

5 dari 5 halaman

Klasemen Premier League


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL