Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan di Pramusim, Ini Alasannya

Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan di Pramusim, Ini Alasannya
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Mikel Arteta mengungkap cara unik yang dilakukan Arsenal untuk menghadapi berbagai situasi tak terduga sepanjang musim. Pelatih asal Spanyol itu bahkan sengaja menciptakan kondisi sulit selama pramusim agar para pemain terbiasa menghadapi kekacauan.

Arsenal kembali menghadapi situasi tersebut saat perjalanan menuju Naples untuk menjalani pertandingan Liga Champions. Masalah teknis yang melanda sejumlah bandara di London membuat penerbangan Arsenal ke Italia tertunda sebelum mereka akhirnya tetap meraih kemenangan 1-0 atas Napoli.

Arteta mengaku tidak ingin para pemain dan staf panik ketika menghadapi gangguan di tengah perjalanan. Karena itu, ia mencoba menghadirkan berbagai situasi tidak nyaman sejak pramusim agar skuad belajar beradaptasi dengan perubahan.

Arsenal sejauh ini tampil sempurna dengan memenangkan lima pertandingan yang sudah dimainkan musim ini. Berikutnya, The Gunners akan menghadapi Sunderland di Stadium of Light pada Sabtu.

1 dari 4 halaman

Arteta Sengaja Ciptakan Situasi Sulit di Pramusim

Manajer Arsenal Mikel Arteta. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Manajer Arsenal Mikel Arteta. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arteta dikenal memiliki metode yang tidak biasa dalam mempersiapkan skuad Arsenal. Ia sengaja menghadirkan sejumlah gangguan agar pemain tidak kaget ketika menghadapi masalah serupa dalam perjalanan maupun menjelang pertandingan.

Menurut Arteta, situasi seperti penerbangan tertunda, perubahan rutinitas, atau keterlambatan perjalanan merupakan bagian dari kemungkinan yang harus dihadapi sebuah tim. Pemain dituntut untuk tetap tenang dan mencari cara terbaik untuk memanfaatkan waktu yang tersedia.

"Saya menyukai tantangan seperti itu dan mencoba menciptakannya pada pramusim sehingga ketika hal itu terjadi, kami sudah mengalaminya dan siap menghadapinya," kata Arteta.

"Jadi, tiba di stadion sangat terlambat, mengubah rutinitas dan tiba-tiba para pemain harus melakukan sesuatu yang lain. Itu bisa terjadi, Anda bisa ketinggalan pesawat, kereta bisa terlambat, lalu lintas bisa sangat padat, dan saya tidak ingin para pemain serta staf panik ketika itu terjadi, jadi beradaptasilah," lanjut Arteta.

2 dari 4 halaman

Arteta Ajarkan Arsenal untuk Tidak Panik

Pelatih Arsenal Mikel Arteta bersama pemainnya dalam sesi latihan tim, 29 Mei 2026, jelang final Liga Champions melawan PSG di Budapest. (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Pelatih Arsenal Mikel Arteta bersama pemainnya dalam sesi latihan tim, 29 Mei 2026, jelang final Liga Champions melawan PSG di Budapest. (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Arteta ingin pemain Arsenal melihat gangguan sebagai sesuatu yang harus dihadapi, bukan dijadikan alasan. Ketika perjalanan tertunda, misalnya, waktu tambahan di pesawat dapat dimanfaatkan untuk beraktivitas bersama, beristirahat, atau melakukan hal lain yang berguna.

Pendekatan tersebut bertujuan membuat skuad lebih siap menghadapi situasi yang berbeda dari rencana awal. Arteta menilai kemampuan beradaptasi sangat penting agar masalah di luar lapangan tidak memengaruhi persiapan tim.

"Oke, kami punya dua atau tiga jam lagi di pesawat, beradaptasilah. Bagaimana kami bisa memanfaatkannya?," ujar Arteta

"Bermain bersama, menghabiskan waktu bersama, tidur, manfaatkan itu, tetapi tentu saja jangan mengeluh dan menjadikannya alasan karena itu sama sekali tidak membantu," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Arteta Ungkap Cara Arsenal Beradaptasi dengan Kekacauan

Manajer Arsenal, Mikel Arteta memberikan instruksi di laga melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, 30 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Jose Breton

Manajer Arsenal, Mikel Arteta memberikan instruksi di laga melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, 30 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Jose Breton

Arteta kemudian mengungkap sejumlah contoh lain yang sengaja dilakukan Arsenal dalam persiapan pramusim. Timnya pernah mengubah waktu makan dan transportasi hingga membuat kondisi ruang ganti lebih menantang.

Berbagai perubahan tersebut dirancang untuk membiasakan pemain dengan situasi yang tidak ideal. Arteta ingin skuad mampu beradaptasi ketika menghadapi kondisi berbeda pada hari pertandingan.

"Menunda waktu makan, menunda transportasi, mengambil rute yang berbeda, kami sudah melakukan banyak hal. Membuat ruang ganti lebih panas, lebih menantang, mengurangi jumlah tempat tidur, hal-hal seperti itu karena kami harus beradaptasi dengan konteks yang berbeda," ungkap Arteta.

"Kami mencoba mengantisipasinya dan menciptakan kondisi terbaik yang memungkinkan, tetapi ketika tidak ada lagi unsur kejutan atau tekanan pada hari pertandingan, itu juga penting," pungkas Arteta.

Sumber: ESPN

4 dari 4 halaman

Klasemen Premier League


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL