
Bola.net - Premier League atau Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi yang tidak mudah ditaklukkan. Tidak semua pemain bisa meraih kesuksesan saat mengadu nasib di liga tersebut.
Apalagi, seiring bergulirnya waktu, Liga Inggris semakin gemerlap. Pemain bintang makin menyesaki klub-klub Premier League sehingga persaingan menjadi kian sengit.
Tujuh pemain di daftar ini, meninggalkan Liga Inggris dengan status flop alias gagal. Penyebabnya berbeda-beda sehingga mereka gagal bersinar.
Namun, bukan berarti karier mereka sudah habis. Mereka berhasil mendulang kesuksesan di tempat lain.
Ketujuh pemain ini malah mendapatkan gelar Liga Champions setelah meninggalkan Liga Inggris. Bahkan, beberapa pemain menjadi juara Liga Champions dengan mengalahkan klub lamanya.
Berikut ini tujuh pemain tersebut, seperti dikutip Four Four Two.
7. Marco Materazzi (Everton)

Marco Materazzi menjalani periode buruk saat merumput di Liga Inggris. Dia hanya bermain satu musim di sana bersama Everton.
Bayangkan saja, Materazzi bermain dalam 33 pertandingan pada musim 1998/1999, tetapi mengoleksi tiga kartu merah dan 11 kartu kuning! Benar-benar rekor yang buruk.
Tak heran, dia cepat-cepat dikembalikan ke Perugia.
Tapi, Materazzi malah moncer di sana. Dia mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak oleh bek dalam satu musim Serie A, yaitu 12 gol.
Inter Milan langsung tergoda dan memboyongnya. Di bawah polesan Jose Mourinho, Materazzi merasakan gelar juara Liga Champions dalam raihan treble yang gemilang pada musim 2009/2010.
6. Gerard Pique (Manchester United)

Gerard Pique jadi anomali pada daftar ini. Banyak orang mengetahui kualitas apiknya sebagai pesepak bola.
Pada 2007/2008 seharusnya menjadi musim ketika Pique yang berusia 20 tahun menyelesaikan transisinya dari pemain muda ke skuad reguler Manchester United. Tapi pemain Spanyol itu segera dipinggirkan setelah membiarkan Nicolas Anelka mencetak gol saat kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bolton.
Pada musim panas 2008 dia minta dilepas, dengan alasan rindu kampung halaman. Dengan berat hati Sir Alex Ferguson mengabulkan keinginannya. Selain itu, dia juga sulit bersaing karena MU punya duet tangguh Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.
Pique kembali ke Barcelona dan sejak itu merayakan tiga gelar Liga Champions, dua di antaranya didapat dengan mengalahkan MU di final.
5. Jerome Boateng (Manchester City)

Karier Jorome Boateng di Manchester City melempem karena kombinasi nasib buruk dan manajemen yang tak ideal. Didatangkan setelah Piala Dunia 2010, pemain internasional Jerman itu harus menunggu lebih dari sebulan untuk melakukan debutnya setelah mengalami cedera menyusul tabrakan dengan troli minuman di pesawat.
Kesialannya berlanjut. Ketiga dirinya sudah fit, pelatih City saat itu Roberto Mancini malah memasangnya sebagai fullback ketimbang bek tengah. Boateng dicoret dari skuad City untuk final Piala FA 2011, kemudian hengkang ke Bayern Munchen pada musim panas itu.
Di Bayern, ia menjuarai Liga Champions 2013, kemudian juga jadi kampiun Piala Dunia 2014 bersama Jerman.
4. Sylvinho (Arsenal)

Arsenal harus berjibaku melawan Tottenham Hotspur saat mendatangkan Sylvinho. Dia menjadi pemain pertama asal Brasil yang bermain untuk Arsenal.
Dia menikmati tahun pertama yang bagus di klub termasuk mencetak beberapa gol yang tak terlupakan, salah satunya melawan Chelsea.
Pada akhirnya, kombinasi cedera, isu paspor, dan kemunculan Ashley Cole menyudahi kariernya di Arsenal. Dia dijual ke Celta Vigo pada 2001, kemudian gabung Barcelona tiga tahun berselang. Pada 2009, dia menjadi starter ketika Barcelona tampil di final Liga Champions dan juara.
3. Gary Cahill (Aston Villa)

Penggemar Aston Villa pasti menyesal ketika melihat produk akademi klub, Gaey Cahill, diizinkan bergabung dengan Bolton seharga 5 juta pounds pada 2008.
Selama empat tahun di Bolton, dia dipanggil ke Timnas Inggris dan kemudian pindah ke Chelsea. Saat itu, Chelsea hanya membayar 7 juta pounds untuk memboyongnya pada Januari 2012. Di sana, ia memenangi Piala FA dan Liga Champions pada musim pertamanya.
2. Arjen Robben (Chelsea)

Arjen Robben senang menjadi bagian pertukaran pemain Chelsea dan Real Madrid. Namun, yang sebenarnya sang manajer, Jose Mourinho, sudah hilang kesabaran terhadap Robben.
Robben kerap menepi karena cedera ringan, dan Mourinho dengan senang hati menjualnya ke Madrid dan mendapatkan Florent Malouda.
Los Blancos mau membeli Robben setelah gagal mendapatkan Michael Ballack. Robben yang akhirnya jadi yang tertawa paling belakangan. Setelah dua tahun, ia bergabung ke Bayern Munchen dan memenangi Liga Champions di sana.
1. Patrik Andersson (Blackburn)
Andersson mendapatkan status legendaris di mata penggemar Bayern Munchen untuk gol di menit akhir yang membuat Bayern meraih gelar Bundesliga 2001 yang mengejutkan dari sang rival, Schalke. Itu adalah satu-satunya golnya untuk Bayern.
Banyak penggemar Blackburn Rovers mungkin lupa dia pernah main di Ewood Park hampir satu dekade sebelumnya.
Andersson adalah salah satu pemain asing pertama yang main di Premier League pada 1992/93, tetapi hanya bermain 12 pertandingan liga sebelum bergabung dengan Borussia Monchengladbach. Enam musim yang mengesankan di sana membuatnya beralih ke Bayern, dan pemain Swedia itu mengalami kejayaan Eropa pada 2001 dengan bermain selama 120 menit dalam kemenangan adu penalti final Liga Champions raksasa Jerman itu atas Valencia.
Sumber: Four Four Two
Disadur dari: Bola.com/Yus Mei Sawitri
Published: 5/11/2021
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Flop di Premier League, 7 Pemain Ini Justru Berjaya di Liga Champions
Liga Inggris 5 November 2021, 11:29
-
Owen tak Yakin Jorginho Layak Raih Ballon d'Or
Liga Champions 5 November 2021, 02:36
-
Penyesalan Tomori Usai Milan Imbang Lawan Porto
Liga Champions 4 November 2021, 22:57
-
Lionel Messi dan Starting XI Pemain dengan Raihan Juara Liga Champions Terbanyak
Liga Champions 4 November 2021, 22:02
LATEST UPDATE
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
-
Live Streaming PAOK vs Celta Vigo - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:45
-
Milan vs Como Hanya Seri karena Blunder Maignan, Gabbia: Jangan Fokus pada Satu Kesalahan
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:41
-
Milan vs Como: 2 Poin yang Hilang Terasa Menyakitkan Bagi Gabbia
Liga Italia 19 Februari 2026, 17:27
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR