
Bola.net - "Malu." Itulah kata yang dipilih Ruben Amorim untuk menggambarkan perasaannya atas performa Manchester United musim ini. Setelah kalah 0-2 dari West Ham di Old Trafford, The Reds Devils terjebak di peringkat 16 dengan tujuh laga tanpa kemenangan—salah satu catatan terburuk dalam sejarah klub.
Amorim yang menggantikan Erik ten Hag pada November lalu, gagal membawa angin segar. Alih-alih membaik, situasi justru semakin suram. Dengan hanya 24 poin dari 25 laga, MU bahkan berpotensi mencatat rekor poin terendah sejak musim degradasi 1930/1931 jika tren negatif ini berlanjut.
Kekalahan di kandang sendiri semakin memperburuk keadaan. Sembilan kekalahan di Old Trafford menyamai rekor terburuk sepanjang sejarah, sementara total 17 kekalahan di liga adalah yang tertinggi sejak 1973/1974—musim terakhir mereka terdegradasi.
Krisis Tak Terbendung di Bawah Amorim
Sejak bekerja sebagai pelatih, Amorim hanya memenangi 24% pertandingan liga—angka yang jauh di bawah standar raksasa seperti Manchester United. Yang lebih mengkhawatirkan, timnya hanya mengumpulkan 23 poin dari potensi 87 poin saat menghadapi tim non-degradasi.
Jika hasil melawan tiga tim terdegradasi (Ipswich, Leicester, dan Southampton) tidak dihitung, MU bahkan akan berada di dasar klasemen. Sejak akhir Januari, satu-satunya kemenangan mereka hanyalah atas Ipswich dan Leicester—dua tim yang sudah pasti terdegradasi.
Dengan rata-rata seperti ini, MU diproyeksikan hanya mengumpulkan 29 poin di akhir musim—angka terendah sejak musim 1930/1931. Amorim sendiri mengakui bahwa situasi ini "tidak bisa diterima" bagi klub sebesar United.
Old Trafford Bukan Lagi Benteng
Salah satu masalah terbesar MU musim ini adalah kegagalan mereka memanfaatkan kandang. Dengan 9 kekalahan di Old Trafford, mereka menyamai rekor terburuk sepanjang sejarah—setara dengan musim-musim krisis seperti 1930/1931 dan 1962/1963.
Tim Amorim juga kerap kebobolan lebih dulu, termasuk 12 kali di kandang sendiri. Hanya Leicester yang lebih buruk dalam statistik ini. Begitu tertinggal, MU hampir selalu kesulit bangkit—hanya memenangkan 3 dari 19 laga saat kebobolan pertama.
Fans mulai kehilangan kesabaran. Sorakan berubah menjadi siulan, dan tekanan pada Amorim semakin besar. Jika tidak ada perbaikan segera, musim ini berpotensi menjadi yang paling memalukan dalam sejarah modern Manchester United.
Catatan Kemenangan Terendah dan Kesulitan Mencetak Gol
Pertandingan pertama Amorim sebagai pelatih berlangsung pada 23 November 2024 dan sejak saat itu catatan mereka terus mengecewakan, yaitu:
> Persentase kemenangan Amorim sebesar 24%, lebih buruk dibandingkan manajer United mana pun sejak era Sir Alex Ferguson, dengan catatan David Moyes sebesar 50% menjadi yang terburuk kedua.
> Di bawah Amorim, Man United hanya memenangkan enam dari 25 pertandingan liga, imbang enam kali dan kalah 13 kali.
> Dalam periode itu mereka telah kebobolan 41 gol, hanya tiga tim yang terdegradasi dan Tottenham yang kebobolan lebih banyak.
> Man United kebobolan rata-rata 1,6 gol per pertandingan di bawah Amorim dan hanya mencatat empat kali nirbobol (clean sheet).
> Mereka juga memiliki catatan terburuk keenam di liga dalam hal mencetak gol, gagal mencetak gol dalam 10 dari 25 pertandingan liga dan hanya mencetak 30 gol.
> Dari 344 tembakan yang dilepas MU, 107 mengarah ke gawang, tetapi hanya menghasilkan 30 gol, berarti tingkat konversi mereka hanya sebesar 8,7%, lebih buruk dari Leicester City dan Southampton.
> Catatan tersebut menjadikan mereka tim dengan performa terburuk kedua dibandingkan dengan expected goals (xG), setelah Crystal Palace.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Udah Fix Nih? Chelsea Bakal Pulangkan Jadon Sancho ke MU
Liga Inggris 13 Mei 2025, 22:33
-
Login! Juventus Ramaikan Perburuan Antony dari Manchester United
Liga Inggris 13 Mei 2025, 20:38
-
Bukan ke Chelsea, Liam Delap Pilih Gabung Manchester United?
Liga Inggris 13 Mei 2025, 20:30
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR