
Bola.net - Ada kabar buruk datang bagi Manchester United. Setan Merah terancam 'terdegradasi' ke UEFA Confrence League pada musim depan.
Seperti yang sudah diketahui, MU secara dramatis berhasil lolos ke Liga Europa. Tiket ini mereka dapatkan dengan mengalahkan Manchester City di final FA Cup pada akhir pekan kemarin.
MU yang gagal lolos ke kompetisi Eropa via Premier League sangat bersuka cita atas kelolosan mereka ini. Namun Setan Merah berpotensi bakal gigit jari.
The Telegraph melaporkan bahwa Setan Merah berpotensi bakal bermain di UEFA Confrence League alih-alih di Europa League. Mengapa MU tersenggol ke kompetisi kasta ketiga Eropa itu?
Simak penjelasannya di bawah ini.
Faktor Kepemilikan

Menurut laporan tersebut, tersisihnya MU ke UEFA Confrence League dikarenakan Co-owner mereka, Sir Jim Ratcliffe.
Pengusaha tajir itu saat ini juga memiliki klub lain di Prancis, yaitu OGC Nice. Nice kebetulan finish di peringkat lima Ligue 1 dan mendapatkan tiket ke Europa League.
UEFA memiliki aturan bahwa dua tim yang berada dalam kepemilikan yang sama tidak boleh bermain di kompetisi Eropa karena itu berpotensi terjadinya 'main mata' antara kedua klub dan juga bagaimana adanya kecondongan pemilik ke salah satu klub, sehingga asas fair play jadi ternoda.
MU yang Tersenggol

Lalu mengapa Manchester United yang tersenggol ke Confrence League dan bukannya Nice?
Dalam aturan UEFA dijelaskan bahwa jika ada dua klub dari kepemilikan yang sama, maka tim yang finish di peringkat lebih rendah maka dia yang akan tergeser.
Nice finish di peringkat lima klasemen akhir Ligue 1. Sementara MU hanya mampu finish di peringkat delapan Premier League.
Berdasarkan aturan itu, maka MU-lah yang harus rela jatahnya di Europa League diambil dan digantikan dengan jatah bermain di Conference League.
Bisa Banding

Namun kabar baiknya, INEOS dan Manchester United bisa melakukan banding ke UEFA agar MU bisa berlaga di Europa League bersama Nice.
Belajar dari kasus RB Leipzig dan RB Salzburg, kedua tim yang berada di bawah Red Bull itu bisa bermain di kompetisi Eropa yang sama. Namun syaratnya kedua klub ini harus bisa menunjukkan kedua tim ini tidak saling terikat.
Dalam artian, Salzburg dan Leipzig harus punya manajemen yang berbeda dan juga dewan direksi yang berbeda. Sehingga tidak ada satupun personil yang bisa mengambil keputusan penting di dua klub yang berbeda tersebut.
Jadi jika INEOS bisa membuktikan kepada panelis UEFA bahwa MU dan Nice tidak memiliki keterikatan satu sama lain, maka kedua klub itu bisa bermain di kompetisi Europa League di musim depan.
Deadline Mendekat

Namun laporan yang sama mengklaim bahwa Manchester United dan INEOS tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan laporan ke UEFA.
UEFA dikabarkan sudah menetapkan deadline laporan tersebut pada Senin, 2 Juni 2024 mendatang. Setan Merah dan INEOS harus menyetorkan bukti-bukti yang menunjukkan mereka tidak saling terkait.
Nantinya bukti-bukti itu akan dipelajari dan dinilai oleh panelis independen UEFA untuk menentukan apakah kedua tim ini saling terkait atau tidak.
Klasemen Premier League
(The Telegraph)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Senggol nih! Klopp Sindir Erik Ten Hag Perkara Depak Sancho dari MU?
Liga Inggris 29 Mei 2024, 21:59
-
Sir Jim Ratcliffe Bakal Beli 3 Pemain untuk Manchester United
Liga Inggris 29 Mei 2024, 21:00
-
Waduh, Hubungan Casemiro dan Erik Ten Hag Lagi Tidak Baik-baik Saja?
Liga Inggris 29 Mei 2024, 20:20
-
Tidak Balik ke MU, Donny van De Beek Lanjutkan Karir di Arab Saudi?
Liga Inggris 29 Mei 2024, 19:00
-
Menolak Pindah, Harry Maguire Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 29 Mei 2024, 18:30
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR