Bola.net - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berjanji bergerak cepat dalam membentuk Tim Transisi. Dengan demikian, bisa segera mengurus kelanjutan kompetisi profesional teratas yang biasanya dijalankan PT Liga Indonesia (PT LI).
Hal tersebut, buntut dari ulah Kemenpora memberikan sanksi administratif kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sehingga, segala kegiatan keolahragaan PSSI, tidak lagi diakui. Begitu juga, dengan keputusan atau tindakan yang dihasilkan PSSI.
Dampaknya, Kemenpora mengambil alih hak dan kewenangan PSSI. Sementara pengelolaan tim nasional untuk SEA Games, akan diberikan kepada KONI dan KOI. Adapun kompetisi, tetap dijalankan dengan supervisi KONI dan KOI serta Tim transisi.
"Siapa operatornya, akan ditunjuk Tim Transisi. Saya kira, tidak susah menjalankan kompetisi. Tim Transisi bukan operator, tapi akan menyerahkan kompetisi ke operator. Kalaupun PT Liga Indonesia, posisinya di bawah Kemenpora bukan PSSI," ungkap Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
"Semua akan ditangani Tim Transisi. Pokoknya, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Apa yang biasa dilakukan PT LI, akan dikerjakan Tim Transisi. Namun, Tim Transisi akan menunjuk operator untuk menggulirkan pertandingan. Kami sepertinya sudah ada bayangan. Tinggal digulirkan Tim Transisi saja," tuntasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, buntut dari ulah Kemenpora memberikan sanksi administratif kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sehingga, segala kegiatan keolahragaan PSSI, tidak lagi diakui. Begitu juga, dengan keputusan atau tindakan yang dihasilkan PSSI.
Dampaknya, Kemenpora mengambil alih hak dan kewenangan PSSI. Sementara pengelolaan tim nasional untuk SEA Games, akan diberikan kepada KONI dan KOI. Adapun kompetisi, tetap dijalankan dengan supervisi KONI dan KOI serta Tim transisi.
"Siapa operatornya, akan ditunjuk Tim Transisi. Saya kira, tidak susah menjalankan kompetisi. Tim Transisi bukan operator, tapi akan menyerahkan kompetisi ke operator. Kalaupun PT Liga Indonesia, posisinya di bawah Kemenpora bukan PSSI," ungkap Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
"Semua akan ditangani Tim Transisi. Pokoknya, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Apa yang biasa dilakukan PT LI, akan dikerjakan Tim Transisi. Namun, Tim Transisi akan menunjuk operator untuk menggulirkan pertandingan. Kami sepertinya sudah ada bayangan. Tinggal digulirkan Tim Transisi saja," tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemenpora Pastikan Pembentukan Tim Transisi Sesuai Mekanisme FIFA
Bola Indonesia 24 April 2015, 22:08
-
Gatot S Dewa Broto: Tidak Susah Menjalankan Kompetisi
Liga Inggris 24 April 2015, 22:02
-
Inilah Alasan Kemenpora Tak Undang Arema dan Persebaya
Bola Indonesia 24 April 2015, 21:26
-
Pekan Depan, Kemenpora Kumpulkan Klub dan PT Liga Indonesia
Bola Indonesia 24 April 2015, 20:25
-
Inilah Alasan Persebaya Ngotot Berkompetisi
Bola Indonesia 24 April 2015, 18:04
LATEST UPDATE
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
-
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 13:34
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
-
Andrey Santos Beres, MU Tuntaskan Transfer Ketiga Di Musim Panas ini!
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR