
Bola.net - Chelsea belum benar-benar mengalami perubahan signifikan sejak ditangani Graham Potter. Gaya main The Blues kurang lebih sama, belum ada perubahan signifikan.
Kondisi ini terlihat dalam duel tandang ke markas Crystal Palace akhir pekan lalu. Chelsea memang menang dengan skor 2-1, tapi pertandingan tidak berjalan mudah bagi mereka, butuh gol di menit akhir.
Kesulitan Chelsea ini mulai mengundang keraguan terhadap kualitas Potter. Potter diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dari pelatih Chelsea sebelumnya, Thomas Tuchel.
Masalahnya, hingga kini Potter justru belum benar-benar meyakinkan fans The Blues. Apa masalahnya?
Butuh waktu, tapi gak ada waktu
Kesulitan Potter ini juga diperhatikan oleh analis Premier League, Paul Merson. Menurutnya, hingga kini Potter belum benar-benar mendapatkan kesempatan untuk membentuk tim dan gaya main sesuai keinginannya.
"Saya kira laga kontra Palace kemarin cukup menjelaskan situasi sekarang. Potter bakal butuh waktu. Permainan mereka tidak mengalir dengan baik, terlihat cukup kacau, tapi memang dia butuh waktu untuk membentuk timnya," kata Merson di Sky Sports.
"Masalahnya, dia tidak punya waktu. Mereka akan segera menghadapi AC Milan di Liga Champions dan mereka harus menang, jika tidak bakal sulit untuk lolos."
Tunggu musim depan
Padatnya jadwal pertandingan dan tekanan di Chelsea membuat Potter kesulitan memberikan sentuhannya dalam tim. Jadi, Merson merasa bahwa Chelsea bentukan Potter baru akan terasa musim depan.
"Sulit baginya menanamkan sentuhannya dalam tim sampai musim depan karena padatnya liga, karena ada Piala Dunia, karena mereka harus menghadapi laga ke laga dengan cukup padat dan harus menang," lanjut Merson.
"Cara Potter membentuk permainan Potter, itu berasal dari kerja keras, bukan hanya meminta pemain memasuki lapangan dan bermain semaunya. Mereka bermain seperti pesepak bola level top," tutupnya.
Klasemen Liga Inggris
Sumber: Sky Sports
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Cara Arteta Mengubah Arsenal Jadi Calon Juara Premier League
- 4 Pemain dengan Jumlah Assist Lebih Banyak dari Kevin De Bruyne di Sejarah Premier League
- 3 Alasan Man City Bisa Bablas Jadi Juara Premier League Musim Ini Setelah Bantai MU
- Legenda Liverpool: Mulai Saat Ini, Erik ten Hag Harus Jadikan Cristiano Ronaldo Starter di MU
- Pep Guardiola: Erling Haaland Hebat, tapi Lionel Messi Masih Jauh Lebih Gila Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bos Chelsea Akui Tertarik Pada Rafael Leao, Bye-bye AC Milan?
Liga Inggris 4 Oktober 2022, 22:41
-
Segera Gantung Sepatu, Ini Sederet Prestasi yang Pernah Diukir Gonzalo Higuain
Liga Champions 4 Oktober 2022, 21:46
-
Chelsea Coba Bajak Gabriel Martinelli dari Arsenal?
Liga Inggris 4 Oktober 2022, 19:32
-
Mau Rafael Leao, Chelsea Harus Siap Kere Mendadak
Liga Italia 4 Oktober 2022, 19:22
-
Prediksi Chelsea vs AC Milan 6 Oktober 2022
Liga Champions 4 Oktober 2022, 15:02
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32

























KOMENTAR