Granit Xhaka Kembali ke Premier League: Pemain yang Sama Sekali Berbeda dari yang Pernah Dihina di Arsenal

Bola.net - Granit Xhaka akan kembali ke Premier League setelah Sunderland menyelesaikan kepindahannya dari Bayer Leverkusen. Namun, kali ini ia bukan pemain yang sama seperti ketika meninggalkan Arsenal.
Xhaka sempat dibenci dan dicemooh oleh fans The Gunners pada 2019. Namun, ia mampu membalikkan keadaan sebelum akhirnya hengkang ke Jerman.
Di bawah asuhan Xabi Alonso di Bayer Leverkusen, Xhaka berkembang menjadi pemain kunci. Ia bahkan berperan penting dalam membawa tim meraih gelar Bundesliga tanpa terkalahkan musim 2023/2024.
Kini, pada usia 32 tahun, Xhaka kembali ke Inggris dengan tekad membuktikan bahwa ia adalah pemain yang lebih matang. Sunderland akan menjadi panggung pembuktiannya.
Perubahan Besar dalam Karier Xhaka

Xhaka meninggalkan Arsenal pada 2023 setelah tujuh musim penuh pasang surut. Ia dikenal sebagai pemain yang sering melakukan kesalahan fatal yang berujung gol lawan.
Di Leverkusen, ia berubah menjadi pemain yang jauh lebih konsisten dan tenang di lapangan. Pada musim perdananya, ia mencatatkan 228 keterlibatan dalam proses serangan terbuka, hanya kalah dari Florian Wirtz.
Bahkan, sepanjang musim tersebut, ia tidak membuat satu pun kesalahan yang mengarah ke gol lawan. Itu adalah bukti nyata kedewasaannya sebagai pemain.
Performanya yang solid membantu Leverkusen meraih gelar liga dan DFB-Pokal, nyaris menyapu bersih semua kompetisi yang diikuti.
Statistik Mengesankan di Bundesliga

Musim 2024/2025 menjadi bukti bahwa Xhaka tetap berada di level tertinggi. Ia berada di peringkat tiga besar dalam jumlah umpan terbanyak dengan total 2.753 umpan dan tingkat akurasi 90,7%.
Ia bukan sekadar pengumpan aman, tetapi juga kreator serangan. Xhaka mencatatkan 203 umpan progresif dan tujuh assist dari permainan terbuka, menjadi satu-satunya gelandang bertahan di daftar tersebut.
Xhaka juga memimpin liga dalam jumlah umpan yang memecah lini lawan dengan total 550 kali. Sebanyak 80 di antaranya menghasilkan peluang crossing yang berbahaya.
Dengan kemampuan membaca permainan dan visi yang luar biasa, ia menjadi pusat permainan Leverkusen dari lini tengah.
Kedewasaan dan Mentalitas Baru

Selain performa teknis, Xhaka menunjukkan perkembangan besar dalam hal kedisiplinan. Ia hanya menerima tiga kartu kuning dalam 33 laga Bundesliga musim lalu.
Catatan ini kontras dengan masa-masa awalnya di Arsenal ketika ia terkenal temperamental. Kini, ia lebih mampu mengendalikan emosinya di situasi sulit.
Ia juga menunjukkan daya tahan fisik yang luar biasa dengan menempuh jarak 378,2 km dalam semusim, hanya kalah dari empat pemain lain di liga.
Kemampuan bertahan dan kontribusi ofensifnya membuatnya menjadi gelandang yang sangat komplet, sekaligus pemimpin di lapangan.
Tantangan Baru di Sunderland

Kepindahan ke Sunderland menjadi langkah besar bagi Xhaka. Tim promosi ini akan menghadapi tekanan berat untuk bertahan di Premier League.
Dengan catatan penguasaan bola hanya 48,6% di Championship, Xhaka harus siap menghadapi situasi yang jauh berbeda dibanding di Leverkusen.
Derby Tyne-Wear melawan Newcastle pada Desember nanti akan menjadi ujian mental besar. Atmosfer panas laga ini bisa memicu emosinya seperti masa lalu.
Namun, Xhaka yang sekarang adalah pemain yang lebih matang. Sunderland jelas akan jauh lebih kuat dengan keberadaannya di lini tengah.
Sumber: Opta
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR