Real Madrid Lebih Solid Tanpa Mbappe?

Real Madrid Lebih Solid Tanpa Mbappe?
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (tengah) vs 2 pemain Bayern Munchen, Konrad Laimer (kanan) dan Aleksandar Pavlovic ( kiri) di leg I perempat final Liga Champions, 8 April 2026. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.net - Real Madrid memasuki musim 2024-2025 lalu dengan ekspektasi tinggi setelah merekrut Kylian Mbappe. Klub raksasa Spanyol itu diprediksi membuka era dominasi baru di Eropa.

Hampir dua tahun berselang, situasi berubah drastis dengan performa tim yang jauh dari stabil. Hasil di berbagai kompetisi memperlihatkan bahwa Los Blancos belum menemukan formula terbaik.

Cedera lini belakang dan pergantian pelatih memang menjadi faktor yang mengganggu konsistensi tim. Namun, ada persoalan lain yang perlahan muncul di balik performa individu Mbappe.

Secara statistik, Mbappe tampil impresif dengan torehan gol yang tinggi di semua kompetisi. Akan tetapi, kontribusi tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan hasil kolektif tim.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Real Madrid justru tampil lebih baik tanpa Mbappe di lapangan. Data dan pola permainan memberikan indikasi yang menarik untuk dikaji lebih dalam.

1 dari 5 halaman

Produktivitas Tinggi yang Tidak Selalu Menentukan

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe merayakan gol ke gawang Bayern Munchen di leg I perempat final Liga Champions, 8 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe merayakan gol ke gawang Bayern Munchen di leg I perempat final Liga Champions, 8 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Mbappe memimpin daftar pencetak gol tim dengan jumlah yang mencolok sepanjang musim. Catatan tersebut membuatnya tetap terlihat sebagai pemain kunci di lini depan.

Namun, dalam laga-laga penting, kontribusinya justru menurun signifikan. Minimnya pengaruh di pertandingan besar menjadi catatan yang sulit diabaikan.

Beberapa kekalahan penting di liga menunjukkan kurangnya efektivitas Mbappe saat dibutuhkan. Situasi ini memperlihatkan bahwa angka gol tidak selalu mencerminkan dampak nyata di lapangan.

2 dari 5 halaman

Serangan Real Madrid Kehilangan Variasi

Vinicius Junior merayakan gol Federico Valverde ke gawang Real Madrid, Kamis (12/3/2026) (c) AP Photo/Jose Breton

Vinicius Junior merayakan gol Federico Valverde ke gawang Real Madrid, Kamis (12/3/2026) (c) AP Photo/Jose Breton

Ketika Mbappe bermain, pola serangan Real Madrid cenderung terfokus hanya pada satu pemain. Aliran bola hampir selalu diarahkan kepadanya dalam setiap situasi.

Hal ini membuat permainan menjadi mudah ditebak oleh lawan. Ketika Mbappe gagal menciptakan peluang, tim kesulitan menemukan alternatif serangan.

Sebaliknya, tanpa kehadirannya, distribusi bola menjadi lebih merata. Banyak pemain seperti Vinicius Junior dan Federico Valverde mampu lebih bebas mengeksplorasi ruang.

3 dari 5 halaman

Peran yang Tidak Sesuai Sistem

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe di laga melawan Bayern Munich. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe di laga melawan Bayern Munich. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Masalah lain muncul dari peran Mbappe sebagai penyerang utama. Ia bukan tipikal nomor 9 murni yang aktif bergerak di dalam kotak penalti.

Posisinya yang sering melebar atau menunggu bola membuat lini serang kehilangan kedalaman. Situasi ini berdampak pada efektivitas kombinasi dengan rekan setim.

Dalam sistem Real Madrid saat ini, kebutuhan akan penyerang yang aktif membuka ruang menjadi sangat penting. Ketidaksesuaian ini membuat serangan tim kurang tajam secara kolektif.

4 dari 5 halaman

Madrid Lebih Konsisten Tanpa Mbappe

Selebrasi Vinicius Junior bersama pemain Real Madrid setelah membobol gawang Atletico Madrid, 23 Maret 2026 di Bernabeu. (c) dok.Real Madrid FC

Selebrasi Vinicius Junior bersama pemain Real Madrid setelah membobol gawang Atletico Madrid, 23 Maret 2026 di Bernabeu. (c) dok.Real Madrid FC

Data menunjukkan Real Madrid meraih hasil lebih konsisten saat Mbappe absen. Tim mencatat lebih banyak kemenangan dan distribusi gol yang lebih merata.

Dalam beberapa laga besar, performa tim justru meningkat tanpa kehadirannya. Hal ini memperlihatkan adanya keseimbangan yang lebih baik dalam permainan.

Kesimpulan sementara mengarah pada satu hal yang sulit diabaikan. Real Madrid tampak lebih solid sebagai tim ketika tidak bergantung pada satu pemain saja.

Sumber: Sports Illustrated

5 dari 5 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL