Isi Rapat 'Darurat' Arsenal Usai Dikalahkan MU Dibongkar Arteta

Isi Rapat 'Darurat' Arsenal Usai Dikalahkan MU Dibongkar Arteta
Bek Arsenal, Marli Salmon, bersama manajer Mikel Arteta usai laga putaran ketiga Piala FA melawan Portsmouth, Minggu (11/1) (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Mikel Arteta akhirnya buka suara soal kondisi ruang ganti Arsenal pasca kekalahan menyakitkan dari Manchester United. Pelatih Arsenal tersebut mengungkap detail pertemuan tertutup yang digelar untuk menyelamatkan mental pemain.

The Gunners baru saja menelan pil pahit kekalahan kandang pertama musim ini di Emirates Stadium. Hasil minor tersebut menjadi tamparan keras bagi ambisi juara mereka.

Keunggulan poin di puncak klasemen Premier League kini terpangkas drastis menjadi hanya empat angka. Tekanan besar langsung menghantui skuad Meriam London.

Namun, Arteta justru melakukan langkah tak terduga untuk merespons situasi krisis ini. Ia mengklaim telah mengubah ketegangan menjadi motivasi baru yang indah.

1 dari 4 halaman

Turunkan Tensi di London Colney

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arteta langsung mengumpulkan seluruh pemainnya pada hari Senin untuk melakukan evaluasi mendalam. Bukan amarah yang meledak, ia justru mengajak timnya untuk tenang.

Sang pelatih ingin memastikan mentalitas skuad tidak runtuh hanya karena satu hasil buruk. Ia mengajak pemain untuk merenung sejenak.

"Reaksinya luar biasa. Kami meluangkan waktu sejenak untuk menurunkan suhu, berhenti sejenak, dan merenung," buka Mikel Arteta.

Arteta melontarkan dua pertanyaan krusial kepada para pemainnya di ruang ganti. Jawaban dari pemain ternyata sangat melegakan sang manajer.

"Satu pertanyaan adalah, bagaimana perasaan kita? Dan kemudian, bagaimana kita akan menjalani empat bulan ke depan?" lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Misi Sapu Bersih 4 Kompetisi

Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus (dua dari kiri) merayakan golnya ke gawang Inter Milan bersama rekan setimnya di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus (dua dari kiri) merayakan golnya ke gawang Inter Milan bersama rekan setimnya di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Hasil dari pertemuan tersebut digambarkan Arteta sebagai momen yang sangat emosional dan positif. Chemistry tim justru semakin kuat di tengah badai kritik.

Arsenal menegaskan ambisi mereka untuk tetap bertarung di empat kompetisi sekaligus. Mereka menolak menyerah meski baru saja terpeleset.

"Itu sangat membesarkan hati dan indah karena apa yang keluar dari sana sangat sederhana," tegas pelatih asal Spanyol itu.

Arteta menanamkan mindset bahwa Arsenal berhak untuk juara musim ini. Ia ingin Odegaard dan kawan-kawan bermain dengan senyuman.

"Kami berhak berada di posisi hebat dalam empat kompetisi. Kami akan bermain dengan kegembiraan, keberanian, dan keyakinan bahwa kami akan memenangkannya," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Pesan untuk Suporter

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta bereaksi saat melawan Nottingham Forest di lanjutan Liga Inggris, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Shopland

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta bereaksi saat melawan Nottingham Forest di lanjutan Liga Inggris, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Shopland

Atmosfer Emirates Stadium sempat berubah menjadi toxic saat Arsenal kehilangan kendali permainan melawan Setan Merah. Terdengar sorakan kecewa dari beberapa sudut tribun.

Arteta menyadari hal ini dan meminta suporter untuk berhenti panik. Ia ingin fans satu visi dengan tim pelatih dan pemain.

"Saya hanya berharap semua orang yang terkait dengan klub ini, terutama suporter kami, melompat ke perahu itu," pinta Arteta.

Menurutnya, dukungan total tanpa rasa takut adalah kunci untuk meraih trofi. Energi positif dari tribun akan sangat krusial.

"Karena kegembiraan, keyakinan, energi, dan kemauan itu adalah cara Anda harus hidup ketika ingin mencapai mimpi," serunya.

4 dari 4 halaman

Nikmati Tekanan sebagai Privilese

Arsenal saat ini masih memimpin klasemen liga dan tampil dominan di Liga Champions. Posisi ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun silam.

Arteta mengingatkan bahwa tekanan ini adalah hal yang harus dinikmati. Ia menolak kembali ke masa-masa suram Arsenal di papan tengah.

"Jika tidak, kita harus pergi dan melakukan hal lain. Apakah kita lebih suka berada di tempat kita enam atau sepuluh tahun lalu?" sindir Arteta.

Kini, fokus utama The Gunners adalah bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Arteta ingin menutup musim dengan sejarah manis.

"Mari nikmati momen ini. Mari kita rangkul dan pastikan kita mendapatkan hasil maksimal darinya," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL