
Bola.net - Cesc Fabregas meluapkan kekecewaannya setelah kemenangan dramatis Como atas AS Roma. Penyebabnya bukan hasil pertandingan, melainkan sikap pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, yang menolak berjabat tangan usai laga.
Insiden itu terjadi setelah Como menang tipis 2-1 di Stadio Sinigaglia. Saat peluit akhir berbunyi, Gasperini langsung menuju lorong stadion tanpa menyapa pelatih lawan. Sikap tersebut mengejutkan banyak pihak di lapangan.
Fabregas menilai tindakan itu tidak mencerminkan semangat sportivitas. Menurutnya, rasa hormat tetap harus dijaga, apa pun hasil pertandingan.
Meski begitu, ia tetap menyoroti sisi positif timnya. Kemenangan ini memperkuat posisi Como di papan atas klasemen sekaligus menunjukkan perkembangan tim yang konsisten.
Tegang di Pinggir Lapangan
Perilaku Gasperini menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Fabregas menegaskan bahwa berjabat tangan merupakan bentuk respek dasar dalam sepak bola profesional.
Baginya, kekalahan yang menyakitkan pun tidak boleh menghapus etika tersebut.
“Dalam dua tahun, saya rasa tidak ada satu pun kesempatan di mana saya tidak menjabat tangan kolega,” ujar Cesc Fabregas kepada TuttoMercatoWeb.
Fabregas mengaku sempat mencoba menyapa Gasperini di dekat lorong stadion. Namun, upayanya tidak mendapat respons dari kubu Roma.
“Saya pikir ini soal respek. Setelah pertandingan, Anda berjabat tangan, bahkan ketika Anda kalah dalam situasi yang terasa tidak adil,” tambahnya.
Identitas Kuat Como
Di luar insiden itu, Fabregas memuji penampilan timnya. Como bermain berani sejak awal dan mampu meredam tekanan Roma.
Menurutnya, kemenangan ini lahir dari proses panjang yang terus dibangun tim. Seiring waktu, kerja sama antar pemain mulai terbentuk dengan lebih solid.
“Anda bisa menyebut kemenangan ini epik, tetapi harganya mahal. Pertandingan ini sangat intens,” kata Fabregas.
Ia menegaskan bahwa karakter pemain menjadi kekuatan utama Como musim ini. Keberanian dan rasa percaya diri membuat timnya mampu bersaing di papan atas.
“Mempelajari cara menghadapi pertandingan dan hasil adalah soal soliditas, keberanian, dan kepercayaan,” tutup mantan pemain Barcelona tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Como vs Roma Memanas! Cesc Fabregas Haramkan Pemainnya Bahas Liga Champions
Liga Italia 14 Maret 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Sunderland Tolak Penawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:30
-
AC Milan Inginkan Mason Mount, MU: Enggak Dulu!
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:10
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 09:00
-
Sunderland Tolak Tawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 08:41
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 08:00
-
Cristiano Ronaldo dan Menit Bermainnya yang Terasa Janggal
Piala Dunia 29 Juni 2026, 07:00
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
























KOMENTAR